5 Alasan yang Membuat Aceh Layak untuk Dikunjungi

Hangga Prayudi

Hangga Prayudi

On Indonesia

Ketika mendengar tentang Aceh, yang pertama kali terbesit adalah sebuah provinsi di Indonesia yang pekat dengan aroma hukum agama. Hukum Islam di Aceh telah diadaptasi semenjak tahun 2001. Beberapa mungkin beranggapan tidak ada kesenangan yang bisa dilakukan di sana. Setelah perjanjian Helsinski antara RI dengan GAM pada tahun 2005, Aceh memperkuat Hukum Syariah. Tapi Hukum Syariah baru bisa benar-benar diterapkan sepenuhnya pada tahun 2014. Tapi, kesampingkan budaya dan pemikiran puritan. Aceh masih menjadi tempat di ujung Sumatra yang masih layak untuk kamu kunjungi.

Bumbu Masakan di Aceh yang Kontroversial

Ilustrasi makanan yang biasa diolah dengan ganja di Aceh
Ilustrasi makanan yang biasa diolah dengan ganja di Aceh [image source]
Di Aceh, yang namanya daun ganja bukanlah hal yang asing. Bahkan banyak ditanam di kebun-kebun dan jadi bumbu untuk masakan. Biji ganja dipercaya dapat menambahkan kenikmatan rasa dan melembutkan masakan yang berbahan dasar daging. Apalagi, Dari data yang didapat dari Lingkar Ganja Nusantara, Kandungan THC-V dan CBD pada ganja dapat mengurangi kadar gula dalam darah juga membantu menghancurkan sel-sel kanker. Tapi itu dulu, sekarang sudah dilarang.

Jangan kecewa, kuliner Aceh tetap lezat paripurna kok. Ada banyak rempah-rempah lain yang menjadi rahasia kenapa mie aceh, ayam tangkap dan martabaknya bikin ketagihan. ‘Medoknya’ itu lho, tidak bisa ditemukan di daerah lain!

Mie aceh, kuliner aceh yang paling familiar
Mie aceh, kuliner aceh yang paling familiar [image source]
Dengan penggunaan rempah-rempah yang berlimpah dalam setiap masakannya, kamu akan butuh beberapa gigitan pertama untuk menyesuaikan lidah. Selanjutnya, kamu akan semakin lahap. Mie Aceh adalah salah satu kuliner yang familiar. Selain itu kamu bisa mencoba martabak aceh, keumamah, ayam tangkap, atau dodol aceh.

Berburu Aceh Gayo Langsung dari Tanah Kelahirannya

Aceh Gayo, kopi single origin yang paling dicari
Aceh Gayo, kopi single origin yang paling dicari [imageĀ source]
Gerai-gerai kopi kelas internasional saja, mengakui bahwa biji kopi dari Indonesia memang juara rasanya. Pekat, sedap dan wangi. Siapa yang tidak ingin mencicipi segelas kopi Aceh Gayo di warung tepi jalan, sembari ngemil gorengan atau mie Aceh yang bumbunya nendang itu? Nah di Bumi Serambi Mekkah, ada banyak hal tersebut. Enak semua, jangan bingung memilihnya

Berkunjung ke Pantai di Ujung Indonesia

Pantai Lampuuk salah satu pantai eksotis di Aceh
Pantai Lampuuk salah satu pantai eksotis di Aceh [image source]
Bicara tentang popularitas pantai, pantai di Aceh memang sedikit tertinggal jika dibanding dengan Bali dan Lombok, tapi tidak dengan kualitas. Dengan fakta itu mengartikan bahwa pantai di Aceh tidak kalah indah juga lebih bersih dan tidak terlalu ramai. Dengan Hukum Islam yang berlaku, pantai di Aceh harus ditutup pukul 18.00. Satu lagi peraturan yang harus ditepati, jika kamu bersama lawan jenis dan bukan muhrim sangat dilarang sekali berenang bersamaan.

Vakansi Sejarah di Museum Tsunami

Museum Tsunami Aceh yang dibangun oleh Ridwan Kamil
Museum Tsunami Aceh yang dibangun oleh Ridwan Kamil [image source]
Ya, museum memang ada hampir di semua kota besar di Indonesia, kami setuju dengan pendapat tersebut. Tapi hal yang berbeda dapat kamu temukan pada museum tsunami. Ingat gelombang Tsunami yang menerjang Aceh dengan dahsyat pada tahun 2004? Di sini kamu bisa menyaksikan galeri foto dan hal-hal terkait bencana yang membuat Aceh luluh lantak tersebut. Desain dan arsitektural Museum Tsunami ini merupakan karya dari Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Dari beberapa tempat yang ada di atas, mana yang paling menarik perhatianmu?