Lembah Tumpang, Surga Terpencil di Malang yang Wajib Dikunjungi

atik choiriyah

atik choiriyah

On Indonesia
Suasana ala kerajaan kuno di Lembah Tumpang Suasana ala kerajaan kuno di Lembah Tumpang

Bicara tentang surga, mungkin Teman Traveler langsung terpikir suatu tempat dengan keindahan yang begitu luar biasa. Panorama alami nan elok juga bisa kalian temukan di Malang, salah satunya di Lembah Tumpang.

Lembah Tumpang sendiri sebetulnya merupakan komplek resort. Uniknya, wisata Malang ini punya deretan candi buatan yang mirip seperti peninggalan zaman dulu. Lantas apa keunggulan lain surga di Malang ini? Yuk, simak ulasannya.

Kolam Renang Asli Sumber

Kolam renang anak (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Kolam renang di tempat wisata umumnya diisi campuran air dan cairan pembersih. Hal ini kadang membuat anak-anak enggan berenang karena airnya terasa pedih di mata atau pahit ketika masuk mulut. Namun, tidak demikian dengan kolam di Lembah Tumpang.

Kolam renang dewasa (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Airnya berasal dari sumber atau mata air asli. Kolamnya dikuras tiga kali seminggu. Wah, sudah jelas bersih dan menyegarkan bukan? Belum lagi pengunjung bebas berpindah di antara empat kolam berbeda, tanpa dipungut biaya tambahan.

Deretan pancuran ala kerajaan (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Uniknya, masing-masing kolam mengusung desain berbeda, namun masih berkesan ala-ala kerajaan zaman dulu. Selain indah, pas juga untuk berfoto. Begitu diunggah di media sosial, pasti banyak orang bertanya-tanya karena suasananya sungguh mirip seperti di Bali atau Jogja.

Kolam yang sedang dalam perbaikan (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Ratusan Prajurit Penjaga Kerajaan

Deretan patung penjaga (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Benarkah ada prajurit penjaga di sini? Wah, terdengar menegangkan ya. Tapi tenang saja Teman Traveler, deretan penjaga di Lembah Tumpang hanya berupa patung. Meski begitu, terlihat sangat mengesankan lho.

Bayangkan saja, begitu masuk kawasan wisata seluas 16 hektar ini, Teman Traveler bakal langsung disambut nuansa ala zaman dulu. Serasa berada di kerajaan kuno, entah Singosari atau Majapahit.

Serasa sedang berada di kerajaan kuno (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Lembah Tumpang juga memiliki patung dinosaurus berukuran raksasa. Tentunya sangat menarik untuk para pengunjung cilik. Sekedar informasi, tempat ini memang kerap dipilih murid-murid sekolah dasar sebagai lokasi rekreasi. Selain indah, ada beberapa wahana menarik seperti flying fox dan river tubing. Bagaimana, semakin menarik kan?

Jalan dengan deretan patung di kedua sisi (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Sayangnya, saat saya berkunjung, wahana River Tubing sepanjang satu kilometer tersebut sedang tak beroperasi. Musim hujan membuat sungai sekitar kerap meluap dan arus air semakin deras.

Gazebo Nyaman dengan Nuansa Hijau

Gazebo nyaman untuk santai (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Di tengah cuaca panas, berteduh di tempat nyaman sembari bersantai tentu terasa asyik. Lembah Tumpang menyediakan beberapa gazebo luas di masing-masing taman. Total ada empat taman penuh rimbunan pohon dan bunga indah di kawasan wisata ini.

Deretan tempat duduk untuk pengunjung (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Selain Taman Aurelia, ada juga Taman Nanaria, Maheswara, dan Aryadita. Sementara gazebonya ada enam blok, masing-masing diberi nama Sananta 1, Sananta 2, Novita, Maheswara, Aryadita, dan Sagita.

Betah berlama-lama di sini (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Masing-masing gazebo memberikan nuansa teduh dan tenang, lantaran sekelilingnya ditumbuhi pepohonan. Udara di sini pun terasa sejuk. Suasana santai terasa makin asyik dengan aliran air jernih di sekitarnya. Tentu saja kian menambah mood untuk berlama-lama di resort ini.

Megahnya Candi Buatan

Siluet candi buatan (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Seperti disebutkan sebelumnya, Lembah Tumpang memiliki candi buatan megah. Terlihat sangat mirip dengan candi-candi peninggalan zaman dulu. Ditambah dengan kehadiran patung dan aneka ukiran, resort ini jadi terasa seperti Surga Kesenian.

Mirip dengan candi kuno (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Hal tersebut ternyata tak terlepas dari cita-cita sang pemilik yang memang punya jiwa seni tinggi. “Bapak dulunya adalah lulusan pertanian, tapi beliau memiliki jiwa seni yang begitu besar, dan beliau meluapkan ide-idenya di Wisata Lembah Tumpang ini”, ujar Sendi, Marketing Lembah Tumpang.

Siang itu, Sendi mengajak saya berkeliling, sembari mendengarkan beragam cerita menarik soal Lembah Tumpang. Meski yang dijelajahi cukup luas, saya sama sekali tak merasa lelah. Pasalnya, suasana sekitar begitu sejuk.

Mata pun dimanjakan keindahan alam seperti gambaran surga, lengkap dengan gemercik aliran sungai kecil. Deretan kolam dengan desain indah pun membuat saya bersemangat. Rasanya tak sabar ingin segera merasakan kesegaran airnya dengan berenang atau berendam.

Dimanja Kuliner Lezat

Mie Lembah (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Lelah menjelajah Lembah Tumpang, Teman Traveler bisa mampir ke salah satu di antara dua kafe yang ada di sini. Manjakan perut kalian dengan aneka sajian yang dimasak langsung Chef Praspa, juru masak dari Sidoarjo.

“Kami punya menu andalan yang tidak akan ditemukan di tempat lain yaitu, Mie Lembah dan Nasi Goreng Teratai Jawa”, ungkap Chef Praspa. Harus saya akui, Mie Lembah memang beda dari mie umumnya. Disajikan dengan campuran tauge, sawi, irisan ayam, dan telur orek. Namun yang unik, ditambahkan taburan kacang halus di atasnya.

Hal ini sengaja dilakukan untuk menciptakan sensasi rasa berbeda. Setelah saya cicipi memang unik, terasa gurih dan lezat.

Nasi Goreng Teratai Jawa (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Lantas bagaimana dengan Nasi Goreng Teratai Jawa? Menu satu ini namanya memang unik. Bunga teratai melambangkan unsur air, sesuai dengan konsep utama yang diusung resort Lembah Tumpang.

Menu restoran (c) Atik Choiriyah/Travelingyuk

Soal harga jangan khawatir, dua menu tersebut dibanderol di kisaran Rp20.000-Rp30.000. Cukup terjangkau, kan? Jangan lupa memesan jika Teman Traveler mampir ke Taman Aryadita atau Taman Maheswara.

Tiket Masuk Cukup Terjangkau

Masuk kawasan Lembah Tumpang Resort, Teman Traveler wajib membayar tiket Rp50.000. Memang jauh lebih mahal, dibanding wisata air lain di Malang yang biasanya mematok tiket antara Rp5.000 hingga Rp15.000. Namun jangan khawatir, benar-benar worth it kok.

Sedikit tips bagi Teman Traveler yang ingin berkunjung. Pertama, pastikan bawa perlengkapan berenang. Kedua, jangan membawa makanan dari luar karena dilarang oleh pengelola. Ketiga, berkunjunglah saat weekday agar kalian bisa menjelajah kawasan ini dengan maksimal.

Tunggu apa lagi Teman Traveler? Segera mampir ke wisata Malang ini dan jangan lupa ajak keluarga maupun teman. Never stop exploring and happy weekend!