Sejarah Kuliner Kerbau di Kudus, Wujud Toleransi Antar Umat Beragama

Renada Vischa

Renada Vischa

On Indonesia
Sejarah kuliner kerbau di Kudus Sejarah kuliner kerbau di Kudus

Kuliner di Kudus memang berbeda dengan kuliner lainnya karena didominasi oleh daging kerbau. Ternyata penggunaan daging kerbau ini bukan tanpa alasan, hal tersebut merupakan simbol toleransi antar umat Islam dan Hindu. Travelingyuk akan memberikan informasi seputar sejarah dan macam-macam kuliner kerbau di Kudus. Penasaran? Yuk, kulik lebih lanjut!

Bagian dari Wujud Toleransi

Toleransi antar umat beragama Hindu dan Islam
Toleransi antar umat beragama Hindu dan Islam via Instagram/wanstory__

Salah satu tokoh yang berperan penting dalam penyebaran kuliner ini adalah Sunan Kudus. Beragam kuliner kerbau telah lahir sejak masa penyebaran agama Islam dimulai. Ketika penyebaran dimulai, saat itu masyarakat di Kudus banyak memeluk agama Hindu. Sebagai bentuk tanda hormat dan tidak ingin menyinggung perasaaan mereka, Sunan Kudus melarang masyarakat setempat untuk menyembelih sapi. Sapi dinilai sebagai binatang yang suci bagi umat Hindu. Sebagai gantinya, mereka meyembelih dan mengkonsumsi daging kerbau. Sejak saat itulah kuliner satu ini mulai berkembang dengan berbagai variasi di Kudus.

Macam Kuliner Olahan Daging Kerbau

Sate Kerbau di Kudus
Sate Kerbau di Kudus via Instagram/e_ndro

Teman Traveler akan menemukan beragam varian kuliner olahan kerbau seperti soto, sate, dan nasi pindang di Kudus. Dari sekian pilihan, sate kerbau merupakan kuliner yang cukup unik. Sebelum dijadikan sate, daging kerbau terlebih dahulu dimasak dengan menggunakan bumbu rempah dan serundeng kelapa agar terasa lebih gurih. Rasa manis, asin, dan gurih melebur menjadi satu dan itu yang membuat kuliner kerbau di Kudus ini patut untuk dicoba.

Menjadi Makanan Khas

Soto kerbau di Kudus
Soto kerbau di Kudus via Instagram/prima.kuliner

Kuliner serba daging kerbau ini menjadi makanan khas bagi masyarakat di Kudus karena terpengaruh oleh latar belakang sejarahnya. Menu-menu berbahan dasar kerbau ini tidak mudah untuk ditemukan di kota lain karena masyarakat Kudus memang lebih suka mengkonsumsi daging kerbau yang masih dilestarikan secara turun-temurun. Salah satu rekomendasi tempat untuk berburu kuliner kerbau di Kudus adalah di Jl. Kutilang Gang 1 Kudus.

Bangunan Sejarah Bentuk Toleransi

Masjid Menara Kudus
Masjid Menara Kudus via Instagram/andyrahman

Selain dalam hal kuliner, ternyata Kudus juga memiliki bangunan bersejarah sebagai bentuk toleransi beragama. Salah satunya adalah Masjid Menara Kudus. Masjid yang telah dibangun pada tahun 1549 Masehi ini memiliki bentuk yang unik. Teman Traveler akan menemukan menara yang serupa dengan bangunan candi serta pola arsitektur yang memadukan konsep budaya Islam dengan budaya Hindu Budha. Setiap harinya, banyak dari peziarah yang datang ke Makam Sunan Kudus yang terletak di sisi barat komplek masjid.

Itulah beberapa fakta mengenai sejarah mengapa kerbau menjadi makanan khas bagi masyarakat Kudus. Jadi, siap untuk berburu kuliner?