Menghadiri Festival Budaya Irau Malinau, Belum Lengkap Kalau Belum Jajal Kuliner Kalimantan Utara Ini

Indonesia memang kaya akan budaya dengan keunikan masing-masing di setiap daerah. Tidak heran jika masing-masing kawasan menyelenggarakan festival budaya demi menjaga kelestariannya. Teman Traveler yang suka wisata ini bisa menghadiri salah satunya Festival Budaya Irau Malinau yang akan digelar pada 26 Oktober 2018. Digelar di salah satu kabupaten Kalimantan Utara, tentu kurang afdol kalau belum menjajal makanan khasnya. Nah berikut beberapa kuliner Kalimantan Utara yang patutu dicicip. Catat ya!

Nasi Subut

Nasi Subut via Instagram @dapoer_aunty_nelly
Nasi Subut via Instagram @dapoer_aunty_nelly

Kuliner Kalimantan Utara berbahan dasar beras ini tergolong unik, karena tidak berwarna putih atau kuning seperti yang biasa ditemui, melainkan berwarna ungu. Tenang saja, warna ungu timbul dari pewarna alami kok jadi aman dikonsumsi. Penganan ini berbahan dasar nasi, jagung, dan ubi jalar ungu yang membuat warna nasi ini spesial. Memasaknya sebenarnya cukup mudah namun butuh ketelatenan agar hasilnya pas. Nasi ditanak sampai matang, ubi dipotong dadu lalu direbus berbarengan dengan bulir jagung, setelah matang semua bahan dicampur. Teman Traveler bisa menemukan makanan ini di Kabupaten Tana Tidung.

Tudai

Tudai Rebus via Instagram @herlina6007
Tudai Rebus via Instagram @herlina6007

Kuliner Kalimantan Utara yang tidak boleh dilewatkan selanjutnya adalah tudai, sejenis kerang berdaging tebal dan memiliki cangkang berwarna hitam dan jingga. Teman Traveler bisa menjajal makanan dengan bahan dasar kerang jenis ini di rumah makan di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Tidak susah dalam mengolah kerang ini, tudai biasanya cukup direbus dengan rempah-rempah agar berasa lebih gurih atau dimasak dengan bumbu-bumbu khas untuk dijadikan sambal goreng.

Sate Ikan Pari

Ilustrasi Sate Ikan Pari via Shutterstock
Ilustrasi Sate Ikan Pari via Shutterstock

Ikan pari banyak ditemukan di Sungai Sesayap kawasan Tana Tidung, Kalimantan Utara, biasanya diolah menjadi sate. Seperti membuat sate pada umumnya, daging ikan pari yang tentunya sudah dipisahkan dengan kulitnya ini dipotong dadu. Sebelum diolah lebih lanjut biasanya direndam dulu selama beberapa menit dengan air jeruk supaya bau amis hilang, setelah itu dicuci bersih. Daging ikan pari pun dilumuri dengan bumbu-bumbu, lalu dibakar. Tidak berhenti sampai di situ, saat proses pembakaran daging ikan ini dilumuri lagi dengan madu dan kecap manis agar menimbulkan cita rasa lebih lezat. Sate ikan pari lebih enak disantap dengan nasi subut.

Ikan Asin Richa

Ikan Asin Richa atau Gami Berbahan Dasar Ikan Patin via Instagram @regina_mels
Ikan Asin Richa atau Gami Berbahan Dasar Ikan Patin via Instagram @regina_mels

Kota Tarakan merupakan salah satu kawasan di Kalimantan Utara yang kaya akan hasil laut, seperti berbagai jenis ikan. Nah agar lebih awet biasanya ikan-ikan ini diasinkan. Namun tidak hanya sekedar itu, sajian ini pun bisa menjadi kuliner lezat yang menggugah selera. Diolah dengan bumbu-bumbu seperti bawang, daun kemangi, cabai rawit, dan lainnya. Maka jadilah ikan asin richa yang biasa disebut gami atau ikan asin pedas. Teman Traveler bisa menikmati penganan ini dengan nasi hangat dan sayur singkong.

Penganan di Kalimantan Utara yang telah diulas di atas nampak lezat ya. Nah untuk membuktikannya, Teman Traveler harus nih wisata kuliner di kawasan Kalimantan Utara ya. Bagaimana sudah siap melipir ke sana?

Tags
Indonesia Irau Malinau Kalimantan Utara kuliner kuliner tradisional
Share