Kuliner Ekstrem Korea Selatan, Siapkan Diri Kamu Sebelum Mencobanya

Kurang lengkap rasanya jika liburan tanpa mencicipi kuliner khas daerah setempat. Tidak terkecuali saat jalan-jalan di Negeri Ginseng. Penganan yang terbersit umumnya topokki alias kue tepung beras bercitarasa pedas manis, seperti di Drama Korea. Namun, jangan lupa untuk mencoba kuliner ekstrem Korea Selatan juga. Penasaran seaneh apa? Inilah setidaknya 7 di antaranya.

Ttongsul

Ilustrasi Ttongsul via Instagram @woosoolkka
Ilustrasi Ttongsul via Instagram @woosoolkka

Kuliner ekstrem Korea Selatan ini berupa minuman, terbuat dari fermentasi beras yang dicampur dengan kotoran anak kecil. Rice wine yang mengandung alkohol sekitar 9 persen ini dipercaya dapat menyembuhkan macam-macam penyakit, mulai dari patah tulang sampai penyakit dalam. Kotoran yang digunakan pun milik anak-anak berusia sekitar 6 tahun, yang diyakini tidak bau dan masih ‘suci’.

Seonji Haejangguk

Seonji Haejangguk via Instagram @suhunsul
Seonji Haejangguk via Instagram @suhunsul

Korea Selatan memiliki budaya minum alkohol hampir di semua acara, baik formal maupun informal. Nah, tersedia juga ‘obat’ untuk menghilangkan mabuk. Salah satunya adalah seonji haekangguk yang termasuk kuliner ekstrem populer Korea Selatan. Bagaimana tidak, sup ini menggunakan darah sapi beku sebagai bahan utamanya. Mau coba?

Gaebul

Gaebul Mentah via Instagram @poohplatter
Gaebul Mentah via Instagram @poohplatter

Korea Selatan juga dikenal sebagai negara semenanjung. Karenanya, negara ini juga enghasilkan banyak kuliner seafood, termasuk yang ekstrem seperti gaebul. Secara harfiah berarti ‘ikan penis’, sebab bentuknya seperti alat genitalia laki-laki. Namun, sebenarnya gaebul adalah sejenis cacing sendok laut. Umumnya disajikan mentah, hanya dipotong kecil-kecil, lalu disantap dengan minyak wijen.

Sundae

Sundae via Instagram @dwkim_0914
Sundae via Instagram @dwkim_0914

Kalau tadi ada sup berbahan utama darah sapi, yang ini terbuat dari darah babi. Sundae alias sosis darah, terbuat dari usus babi yang telah dibersihkan, kemudian diisi dengan campuran darah dan daging babi, nasi, daun bawang, mie, sayur, dan lainnya.

Dapat ditambah bumbu deonjang alias pasta kedelai, maupun ganjang yaitu kecap asin Korea. Cara memasaknya adalah dikukus. Sundae umumnya disajikan dengan jeroan babi, sup jeroan, maupun topokki.

Bondaegi

Bondaegi via Instagram @jp_irving11
Bondaegi via Instagram @jp_irving11

Kalau Teman Traveler pernah berkunjung ke Gunungkidul, Jogja, mungkin tidak asing dengan makanan anehnya. Nah, ada juga kuliner ekstrem Korea Selatan serupa yang disebut boendegi. Merupakan kepompong ulat sutra yang dipanggang maupun rebus.

Walaupun bagi sebagian orang terbilang tidak biasa, namun street food ini cukup populer, apalagi di kalangan anak-anak. Teman Traveler yang mau icip, beli saja kemasan kalengnya.

Bokjili

Bokjili via Instagram @vendi_vidi_amavi
Bokjili via Instagram @vendi_vidi_amavi

Bokjili merupakan sup dengan bahan utama Fugu, ikan yang dikenal mempunyai kandungan racun di sekujur tubuhnya. Kalau di Jepang, koki harus memiliki sertifikat khusus sebelum mengolah Fugu.

Namun di Korea Selatan, aturannya tidak seketat negara tetangganya. Bokjili terdiri dari daging ikan Fugu, paprika merah, dan rempah-rempah.

Boshintang

Boshintang via Instagram @fastinginkorea
Boshintang via Instagram @fastinginkorea

Kuliner ekstrem Korea Selatan selanjutnya adalah boshintang alias sup daging anjing. Walaupun bukan makanan yang biasa dikonsumsi di negara ini, namun masih ada yang menyukainya sebab dipercaya dapat meningkatkan stamina pria. Umumnya dimasak dengan gochujang alias fermentasi cabai maupun doenjang yaitu pasta kedelai.

Itulah setidaknya 7 kuliner ekstrem Korea Selatan yang bisa dicoba. Bikin liburanmu makin berkesan dengan mencicipi salah satunya. Bagaimana, berani mencoba yang mana?

Tags
Korea Selatan kuliner ekstrem Luar negeri
Share