Kain Tenun Desa Sukarara, Artefak Indah Budaya Lombok

Indonesia memiliki kekayaan budaya berupa beragam kreasi kain tenun. Mulai dari kain ulos Batak, lurik Jawa, songket Palembang, hingga tenun ikat Sumba. Jika berkunjung ke Lombok, Teman Traveler bisa temukan kain tenun Desa Sukarara yang begitu indah, dihias aneka motif memikat, dan bernilai seni tinggi.

Kain Tenun Kebanggaan Suku Sasak

10__tenun_bGK.jpg
Proses menenun kain (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk

Kain tenun khas Lombok sejatinya dikenal dengan sebutan sesek. Hasil kreasi budaya ini telah jadi identitas kebanggaan masyarakat Sasak sejak berabad-abad lalu. Kain ini biasa dimanfaatkan sebagai baju tradisional dan dikenakan saat upacara adat.

Saya sendiri sempat mampir ke Desa Sukarara, salah satu sentra pembuatan kain sesek di Lombok. Di desa yang berada tak jauh dari Bandara Internasional Lombok ini, Teman Traveler bisa melihat langsung proses pembuatan kain tenun dari awal hingga akhir.

Pertama sampai, saya langsung disambut pemandangan deretan ibu-ibu tengah tekun menenun. Dengan alat tenun tradisional di pangkuan, tangan-tangan mereka tampak terampil memasukkan helai demi helai benang untuk dijadikan kain.

Motif yang digunakan biasanya berupa rumah tradisional Sasak, lumbung
padi, atau aneka binatang laut dan hewan ternak. Motif-motif tersebut dipilih karena dekat dengan keseharian masyarakat Sasak.

Bertahan dengan Cara Tradisional

04_tenun_OcI.jpg
Pembuatannya masih gunakan cara tradisional (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk

Proses pembuatan kain sesek masih gunakan cara tradisional dan bahan bahan alami. Kapas yang dipintal jadi benang berasal dari kapuk randu. Benang-benang tersebut lantas dihias dengan pewarna alami. Corak kuning diperoleh dari racikan kunyit, sementara hijau memanfaatkan perasan daun pandan.

Motif yang akan dibuat tidak digambar terlebih dahulu di kertas. Hanya dengan membayangkan di imajinasi masing-masing, para perajin kain sesek sanggup membuat kain tenun dengan hasil memukau.

02_tenun_63I.jpg
Butuh ketekunan dan kesabaran luar biasa (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk

Pembuatan kain sesek memakan waktu relatif lama. Sehelai kain ukuran 1x 1,5 meter butuh waktu pengerjaan antara dua minggu hingga satu bulan. Dengan tingkat kesulitan dan ketelitian tinggi, dalam sehari seorang perajin hanya sanggup menenun 15 cm saja. Itulah mengapa kain ini bernilai sangat tinggi, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per helai. Semakin rumit motif yang digunakan serta semakin lama proses pembuatannya, tentu harganya semakin mahal.

Sebelum Menikah Harus Bisa Menenun

03_tenun_c1B.jpg
Teman Traveler juga bisa coba menenun (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk
08_tenun_4LO.jpg
Kain dalam berbagai model (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk

Bagi para gadis di Sukarara, kemampuan menenun memiliki makna mendalam. Mereka baru boleh menikah setelah menguasai keterampilan tersebut. Jika belum bisa, jangan harap mendapat restu dari orang tua. Jika sudah terampil dan sanggup, mereka akan dianggap telah dewasa dan siap berumah tangga. Hasil penjualan kain bakal digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menenun Hanya untuk Kaum Hawa

05_tenun_Wza.jpg
Pria dilarang menenun (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk

Membuat kain sesek tidak boleh dilakukan sembarang orang. Di Sukarara, keterampilan ini hanya boleh dipraktekkan kaum hawa. Menurut kepercayaan setempat, jika seorang lelaki menenun dia bakal mandul dan tidak memiliki keturunan.

Cendera Mata Cantik dari Lombok

06_tenun_VOl.jpg
Pengunjung melihat-lihat kain (c) Adhi

Selain dijual dalam bentuk helaian, kain tenun juga sering dikreasikan menjadi beberapa kerajinan tangan. Ada tas, dompet, pakaian adat, dan masih banyak lagi. Ada juga yang dibikin menjadi pigura, cocok untuk hiasan dinding cantik.

Selama berada di Sukarara, Teman Traveler juga bisa pinjam kain sesek dan pakaian adat lain untuk berfoto. Berpose di depan rumah adat Sasak, tentu hasil foto kalian bakal makin menarik jika diunggah di media sosial.

07_tenun_Nro.jpg
Kain tenun dipajang rapi (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk
09_tenun_ZaW.jpg
Kain dengan beragam motif dan warna (c) Adhi kurniawan/Travelingyuk

Bagaimana, Teman Traveler jadi ingin membeli kain sesek dan membawanya pulang? Jika sedang menjelajah wisata Lombok serta sekitarnya, jangan lupa luangkan waktu untuk mampir membeli kain tenun Desa Sukarara ya.

Tags
Kain Tenun kontributor Lombok Travelingyuk wisata lombok
Share