Raih Emas, Hanifan Persatukan Jokowi dan Prabowo dalam Rengkuhan Pencak Silat

Rabu (29/8/2018), Pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah memeluk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan juga Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia Prabowo Subianto secara bersama-sama setelah memastikan raihan emas dalam ajang Asian Games 2018. Momentum yang sangat mengharukan tersebut mendapatkan sambutan yang hangat dan tepuk tangan gemuruh dari ribuan pasang mata yang menyaksikannya secara langsung.

Bisa dibilang, pemandangan itu menjadi momentum yang begitu bersejarah. Pasalnya, seperti yang kita ketahui bersama saat ini Jokowi dan juga Prabowo tercatat sebagai bakal calon Presiden di Pemilihan Presiden 2019. Hal tersebut membuktikan jika memang silat sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai tinggi dan tidak jarang berperan sebagai pemersatu.

Pencak Silat Warisan Budaya Indonesia yang Tetap Lestari

Pencak silat pemersatu, Via Instagram/indonesiasejahtera_
Pencak silat pemersatu, Via Instagram/indonesiasejahtera_

Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional yang berasal dari Kepulauan Nusantara. Di Indonesia, istilah pencak silat digunakan sejak tahun 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran bela diri tradisional yang bekembang. Dan pencak silat ini bukanlah hal yang baru, sudah ada sejak zaman nenek moyang kita semua. Pencak silat digunakan sebagai pelindung diri dari alam dan lingkungan sekitar.

Pencak Silat Telah Go Internasional

Pencak silat warisan nenek moyang, Via Instagram/ammarhal_
Pencak silat warisan nenek moyang, Via Instagram/ammarhal_

Pencak silat sudah terkenal sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang kin tengah mendunia. Tidak main-main, sebagai bentuk bela diri yang telah diakui, sering pula diadakan event yang berhubungan di pencak silat. Maka dari itulah olahraga yang satu ini terkenal di negara tetangga seperti halnya Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina dan bahkan merambah ke Eropa.

Pencak silat telah berkembang pesat selama abad ke-20 dan menjadi olahraga kompetisi di bawah pengusaan dan Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa, atau The International Pencak Silat Federation). Silat menjadi salah satu kompetisi internasional di luar Asia pertama kali pada tahun 1986 di Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Wina, Austria. Lalu di ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) ke-14 tahun 1987 di Jakarta.

Datang dari beragam jenis, Via Instagram/kang_pandu
Datang dari beragam jenis, Via Instagram/kang_pandu

Sementara itu untuk Asian Games sendiri, pencak silat baru pertama kali diperlombakan dalam ajang Asian Games 2018. Masuknya pencak silat ke kompestisi Asian Games 2018 ini setelah melakukan negosiasi ulang dengan Komite Olimpiade Asia. Tentunya, dengan berbagai syarat yang sebelumnya sudah berhasil dipenuhi. Semakin mantap karena Hanifan Yudani Kusumah berhasil menyumbangkan emas dari pencak silat untuk Indonesia.

Pencak Silat yang Turut Dipopulerkan dalam Dunia Film

Tidak ada beda, Via Instagram/ephy_ana
Tidak ada beda, Via Instagram/ephy_ana

Tak hanya Hanifan Yudani Kusumah, seperti yang kita ketahui bersama, Iko Uwais, Yayan Ruhyan, Joe Taslim dan beberapa aktor Indonesia lainnya juga perlahan namun pasti membawa seni bela diri asli Indonesia ini ke dunia Hollywood. Iko Uwais dalam film terbarunya membawa unsur pencak silat dalam berbagai gerakan bela diri yang dilakukannya. Nama pencak silat makin harum saja di kancah internasional.

Pencak silat menjadi bukti jika warisan budaya Indonesia bisa tetap lestari dengan caranya sendiri dan bisa menjadi pemersatu. Mari, lestarikan juga berbagai warisan budaya Indonesia lainnya.

Tags
asian games 2018 hanifan yudani kusumah Indonesia jokowi dan prabowo pencak silat
Share