Kisah Perjuangan Menaklukkan Puncak Gunung Sindoro, Seru!!

Gunung Sindoro merupakan salah satu gunung berapi aktif di Jawa Tengah. Lokasinya berada di wilayah Temanggung. Gunung setinggi 3.136 meter ini juga termasuk salah satu destinasi favorit pendaki di Indonesia.

Menaklukkan Gunung Sindoro bisa dibilang susah-susah gampang. Namun semua lelah bakal terbayar dengan pemandangan apik di puncak Gunung Indonesia satu ini. Yuk, simak pengalaman kontributor Travelingyuk, Maulana Adieb, menaklukkan Sindoro berikut ini.

Perjalanan Menuju Sindoro

Malam itu, tepat pukul 01.00, kami bersiap-siap memulai perjalanan mencari sebuah arti dan meniti langkah penuh pasti. Ya, kami berniat menjelajah Gunung Sindoro di Kledung, Temanggung, dekat perbatasan Wonosobo.

Perjalanan kami mulai dengan dengan naik motor dari Semarang. Malam terasa dingin, dengan angin bertiup begitu kencang. Bisa dibayangkan bagaimana hawa malam itu begitu kejam. Menerkam tubuh dalam dunia temaram. Meski kedinginan, perjalanan menuju basecamp Sindoro tetap kami teruskan.

Sampai di Basecamp

Sumber foto : Dokumentasi Pribadi
Berfoto di depan basecamp Kledung (c) Maulana Adieb/Travelingyuk

Sekitar pukul 05:00 kami sampai di basecamp Sindoro. Perjalanan dari Semarang-Kledung membutuhkan waktu cukup lama, sekitar tiga jam. Di tengah perjalanan kami juga sempat berhenti di alun-alun Temanggung untuk mencari kehangatan.

Setelah istirahat sebentar di basecamp, kami lantas memulai pendakian menuju puncak Sindoro. Puncak yang konon luasnya sama seperti tujuh lapangan sepakbola. Pukul 07:00, kami bangun dan bersiap-siap mendaki. Sebelum berangkat kami semnpat mengabadikan momen di depan basecamp Kledung. 

Perjuangan Menggapai Pos 3

Pendakian dimulai dari basecamp menuju pos 1. Sebenarnya kami bisa saja naik motor menuju sana, namun kami lebih memilih menikmati perjalanan dengan tenang dan tentu saja bercengkrama dengan alam.

Begitu sampai di Pos 1, kami beristirahat sebentar untuk mengisi tenaga. Perjalanan menuju sini menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam. Setelah tenaga kembali terkumpul, kami melanjutkan perjalanan ke Pos 2.

Pendakian dari Pos 1 ke Pos 2 cukup menghabiskan tenaga. Jalur yang harus dilalui bisa dibilang tidak terlalu bersahabat. Kaki kami mau tidak mau harus bekerja keras lebih dari biasanya. Namun langkah demi langkah tetap kami lalui.

Setelah perjalanan sekitar dua setengah jam, kami akhirnya sukses menyambangi Pos 2. Di sini kamu bertemu banyak pendaki. Sama seperti kami, mereka juga berniat mendirikan tenda di Pos 3. Setelah beristirahat sebentar, perjalanan kami lanjutkan ke Pos 3.

Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 menghabiskan waktu kurang lebih dua jam. Begitu sampai di tujuan, kami langsung mendirikan tenda. Kala itu waktu menunjukkan pukul 16:45. Aku lebih suka menghabiskan sore dengan bercengkrama bersama teman, ditemani alunan angin, dan pemandangan gunung Sumbing tepat di depan mata. Setelah sejenak, kami menuju tenda dan beristirahat karena pukul 02:30 perjalanan menuju puncak Sindoro akan dilanjutkan.

Panorama Indah Menjelang Fajar

Sumber foto : Dokumentasi Pribadi
Berfoto dengan latar belakang suasana fajar (c) Maulana Adieb/Travelingyuk

Begitu waktu menunjukkan pukul 02:30, kami bergegas melanjutkan perjalanan. Jalur dari Pos 3 ke Watu Tatah, tujuan kami berikutnya, juga lumayan menguras tenaga. Apalagi dini hari cuaca masih sangat dingin. Sebenarnya lebih enak melanjutkan tidur di jam-jam seperti ini, namun mau tak mau harus kami lakukan untuk menyapa seluruh bagian Sindoro.

Untungnya, semua perjuangan yang kami lakukan benar-benar sepadan. Setelah cukup lama kami mengarungi jalur antara Pos 3 dan Watu Tatah, kami disuguhi pemandangan begitu luar biasa. 

Sumber foto : Dokumentasi Pribadi
Berfoto di sekitar lereng gunung (c) Maulana Adieb/Travelingyuk

Betapa indah pagi itu, mentari seolah menyambut kami dengan malu-malu. Rasanya aku ingin berkata pada Sang Surya, “Jangan malu, tunjukkan dirimu. Banyak yang menanti kehadiranmu.” 

Menggapai Puncak Sindoro

Sumber foto : Dokumentasi Pribadi
Berfoto dengan latar belakang Gunung Sumbing (c) Maulana Adieb/Travelingyuk

Setelah mengarungi jalur menantang, kami akhirnya tiba di Watu Tatah. Pemandangan di sini sangat bagus, kalian bisa mengabadikan foto dengan berlatarkan gagahnya Gunung Sumbing. Tanpa basa-basi, kami lantas berpose ria di sini.

Setelah puas mengambil gambar, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak Sindoro. Perjalanan memakan waktu cukup lama, lantaran kami harus mengais sisa-sisa tenaga. Rasanya begitu bahagia ketika kami akhirnya melihat puncak.

Namun kami juga spontan menutup hidung, lantaran bau belerang di sekitar kawasan ini cukup tajam. Begitu sampai di puncak, kami menyempatkan diri untuk mengabadikan momen dengan berfoto-foto.

Sumber foto : Dokumentasi Pribadi
Berhasil sampai di Puncak Sindoro (c) Maulana Adieb/Travelingyuk

Selalu ada kebahagiaan setiap kami menyambangi sebuah gunung. Kami hanya bisa tersenyum menikmati ciptaan Tuhan yang begitu indah.

Bagaimana Teman Traveler, tertarik menjelajah Gunung Sindoro? Retribusi untuk masuk basecamp hanya sekitar Rp. 15.000. Ingat, jangan sampai membuang sampah sembarangan. Gunung harus kita jaga keindahannya supaya bisa bertahan lebih lama dari yang kita kira. Bagaimana, siap taklukkan wisata Temanggung satu ini?

Tags
kontributor Temanggung Travelingyuk wisata temanggung
Share