Gunung Batur, Petualangan Berbeda di Pulau Dewata Selain Pantai

Prisca Lohuis

Prisca Lohuis

On Indonesia
Pemandangan Gunung Batur Pemandangan Gunung Batur

Bali selama ini dikenal sebagai primadonanya wisata Indonesia. Ribuan wisatawan asing datang ke Nusantara tiap tahunnya hanya untuk menikmat indahnya pantai Bali beserta ombaknya. Padahal sejatinya masih ada keindahan lain yang cukup menarik disimak, salah satunya Gunung Batur.

Gunung Batur merupakan salah satu gunung terbesar di Bali dan menawarkan panorama cantik. Banyak turis jarang berkunjung ke sini karena untuk menuju ke sana butuh kondisi fisik lumayan. Daripada penasaran, berikut adalah sedikit pengalaman dari kontributor Travelingyuk – Prisca Lohuis.

Suasana Asri Berbalut Hawa Menyegarkan

Jalan menuju Gunung Batur (c) Prisca Lohuis/Travelingyuk
Jalan menuju Gunung Batur (c) Prisca Lohuis/Travelingyuk

Gunung Batur pas dikunjungi oleh mereka yang ingin menyegarkan diri sejenak di Bali. Letaknya berada di kawasan Kintamani, daerah dataran tinggi bersuhu rendah. Cocok bagi yang mendambakan nuansa sejuk di tengah panasnya hawa Pulau Dewata.

Jika berangkat dari Denpasar, Gunung Batur bisa dicapai via perjalanan darat sejauh kurang lebih tiga kilometer. Disarankan melintasi jalanan kecil melalui desa-desa ke arah Kintamani karena ada banyak pemandangan menarik di sana. Petualangan Teman Traveler juga bakal semakin seru jika menggunakan kendaraan roda dua.

Petualangan Menantang

Jalur lava hitam (c) Prisca Lohuis/Travelingyuk
Jalur lava hitam (c) Prisca Lohuis/Travelingyuk

Bagi yang menginginkan tantangan, bisa coba mendaki Gunung Batur sebelum matahari terbit. Tak perlu khawatir, ada banyak jasa pemandu yang bisa kalian manfaatkan untuk menggapai jalan menuju puncak. Namun jika memang sudah berpengalaman, melakukan pendakian sendiri takkan jadi soal.

Kompleks Pura Prapen (c) Prisca Lohuis/Travelingyuk
Kompleks Pura Prapen (c) Prisca Lohuis/Travelingyuk

Tantangan lain juga tersedia dalam bentuk Pura Prapen yang terletak di puncak Gunung Batur. Teman Traveler bisa menguji kemampuan diri dengan coba mencapai lokasi ini menggunakan sepeda motor. Sepanjang perjalanan kalian wajib melewati jalur lava hitam yang terkenal kurang mulus dan membutuhkan kewaspadaan dan hati-hati yang ekstra.

Pura Prapen (c) Prisca Lohuis/Travelingyuk
Pura Prapen (c) Prisca Lohuis/Travelingyuk

Pura Prapen sendiri kerap terlihat sepi dan masih dalam perbaikan, meski sering digunakan warga sekitar untuk upacara adat. Hanya saja patut diakui pura ini memang tidak sepopuler bangunan tradisional lain di Pulau Dewata.

Santap Nikmat di Restoran Apung

Sajian di restoran apung (c) Prisca Lohuis/Travelingyuk
Sajian di restoran apung (c) Prisca Lohuis/Travelingyuk

Begitu rampung menjelajah Gunung Batur, tak ada salahnya Teman Traveler mampir ke restoran apung. Lokasinya ada di Jalan Kedisan, menuju arah Trunyan. Dari sini para pengunjung bisa menikmati santapan lezat sembari menikmati pemandangan indah Gunung Batur dari kejauhan.

Makanan yang disajikan bisa dibilang otentik, dengan rasa khas Bali cukup kuat. Harganya juga termasuk murah, tak menggunakan standar turis Internasional. Tentunya bakal jadi penutup hari yang pas usai lelah menjelajah Gunung Batur. Namun ingat, hembusan angin di tempat ini cukup kencang jadi mungkin kalian perlu menyiapkan baju khusus.

Itulah tadi sedikit gambaran mengenai asyiknya bertualang menjelajah Gunung Batur. Bagi Teman Traveler yang berencana mengunjungi Bali dalam waktu dekat dan mencari petualangan dengan nuansa berbeda, bisa coba datang ke lokasi indah ini.