Gudeg Bu Manto Gejayan, Gurihnya Bikin Kangen

Gudeg sudah lama dikenal sebagai makanan khas Jogjakarta. Rasanya identik dengan manis. Namun tahukah Teman Traveler, ada juga gudeg kering yang tawarkan sensasi rasa berbeda? Salah satu yang cukup recommend untuk dicoba adalah Gudeg Bu Manto Gejayan.

gudeg_bu_manto_7_YPG.jpg
Warung Kaki Lima Gudeg Bu Manto (c) Gallant Tsany A/Travelingyuk

Rasa Gudeg Bu Manto tidak terlalu manis dan disajikan bersama bubur. Benar-benar unik Teman Traveler. Penasaran? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Ramai dan Mudah Ditemukan

gudeg_bu_manto_8_Kva.jpg
Tempatnya bersifat semi permanen (c) Gallant Tsany A/Travelingyuk

Gudeg Bu Manto bisa Teman Traveler temukan di Jalan Affandi no 15. Lokasinya tepat di depan Masjid Ash Sobirin, di seberang SPBU yang berada tak jauh dari perempatan ring road Condong Catur.

Kedainya menggunakan lapak semi permanen, namun Teman Traveler tak perlu bingung mencari. Gudeg racikan Bu Manto termasuk kuliner laris sehingga pengunjungnya selalu nampak ramai, terutama di pagi hari.

Ada Beragam Pilihan Lauk

gudeg_bu_manto_4_aHF.jpg
Aneka lauk, sambal krecek, dan gudeg (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Seperti kedai gudeg pada umumnya, Warung Bu Manto juga sediakan beragam pilihan lauk-pauk seperti tahu, telur, dan ayam. Gudeg yang ditawarkan di sini termasuk gudeg basah karena disajikan bersama kuah. Namun semua bisa menyesuaikan selera, Teman Traveler bisa memilih menyantapnya tanpa nasi atau bubur.

gudeg_bu_manto_2_Vqm.jpg
Bubur gudeg komplit (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Yap, Teman Traveler tak salah baca. Warung Bu Manto juga sediakan bubur
beras nan gurih sebagai teman makan gudeg. Kalian pun bisa menyantap aneka gorengan dengan ukuran jumbo di sini. Pilihannya beragam, mulai dari bakwan, tempe, hingga pisang goreng.

Tapi hati-hati, semuanya ditaruh dalam satu wadah. Salah ambil, bisa-bisa kalian berakhir dengan makan gudeg plus pisang goreng.

Harga dan Rasa

gudeg_bu_manto_5_fvm.jpg
Bu Manto di balik kaca (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Bu Manto menggunakan nangka sebagai bahan utama gudegnya. Dimasak dengan tingkat kematangan cukup, tidak overcooked, bersama dengan bahan-bahan lainnya. Lantaran yang disajikan merupakan gudeg basah, nangka dimasak tak sampai benar-benar surut airnya. Oleh karena itu, rasa gudegnya jadi tak terlalu manis.

gudeg_bu_manto_RqZ.jpg
Bubur gudeg, sambal krecek, lauk tahu, dan sayuran (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Sambal krecek di sini rasanya juga pedas lho, membuat Gudeg Bu Manto benar-benar keluar pakem Gudeg Jogja pada umumnya. Bisa jadi alternatif buat Teman Traveler yang tak terlalu suka manis.

Semua lauk-pauk di sini dimasak sempurna. Tahunya tak terlalu lembek. Telurnya betul-betul matang dengan baik. Luarnya sedikit keras, namun lembut di dalam. Ayamnya pun tak terlalu alot.

Pembeli bisa ambil nasi sesuai porsi yang diinginkan. Seporsinya, baik menggunakan nasi maupun bubur, dibanderol Rp8.000. Bisa lebih mahal, tergantung lauk yang dipilih.

Jam Operasional Gudeg

gudeg_bu_manto_6_Aty.jpg
Wadah besar (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Bu Manto mulai berjualan sejak pagi, sekitar pukul 07.00 hingga 10.00. Sajian ini memang termasuk populer di Jogjakarta. Antreannya sudah mengular sejak dibuka, apalagi jika memasuki akhir pekan.

Warung Bu Manto sering terpaksa harus tutup sebelum waktunya karena dagangannya ludes diserbu pelanggan. Padahal stok lauk dan komponen gudeg lainnya sudah disiapkan satu panci besar lho. Jadi agar tidak kehabisan, Teman Traveler sebaiknya datang lebih pagi.

gudeg_bu_manto_3_1aD.jpg
Seporsi bubur gudeg dengan teh hangat (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Itulah sekilas pengalaman saya makan di Gudeg Bu Manto Gejayan. Buat Teman Traveler yang penasaran, kedainya beralamat di Jalan Affandi no 15, Condongcatur, Depok, Sleman. Jangan lupa mampir jika sedang liburan di Jogjakarta ya.

Tags
Jogja Jogjakarta kontributor kuliner Jogja kuliner jogjakarta Travelingyuk
Share