Gudeg Lumintu, Cicipi Pecel feat Gudeg yang Legendaris

Natalia

Natalia

On Indonesia
Gudeg Lumintu Jember Gudeg Lumintu Jember

Liburan tentu belum lengkap jika tak menyempatkan berwisata kuliner. Jika sedang berada di Jember, jangan lupa mampir ke Gudeg Lumintu. Ya, tak kalah dengan Jogja, kota yang terkenal dengan Pantai Papuma ini ternyata juga punya sajian gudeg istimewa.

Tapi jangan salah Teman Traveler, gudeg di sini sedikit berbeda dan terkesan unik. Pasalnya, dari segi tampilan dan rasa, bisa dibilang sajian satu ini merupakan kolaborasi antara gudeg dan pecel. Terbayang seperti apa? Daripada penasaran, yuk baca cerita lengkap soal Gudeg Lumintu berikut ini.

Kuliner Unik dan Bikin Penasaran

Gudeg Lumintu Jember (c) Natalia/Travelingyuk

Tak jauh beda dengan gudeg lain, Gudeg Lumintu disajikan lengkap dengan krecek dan ayam berbumbu opor. Lantas apa istimewanya dong? Nah, sebelum disajikan, nasi gudeg akan disiram saus kacang yang mirip sambal atau bumbu pecel.

Unik banget ya? Soal kelezatannya, wah susah dijelaskan lewat kata-kata. Teman Traveler harus membuktikan sendiri seperti apa nikmatnya kuliner khas Jember ini.

Perpaduan Gudeg dan Pecel (c) Natalia/Travelingyuk

Selain memadukan dua kuliner berbeda secara unik, proses memasak Gudeg Lumintu juga tak kalah menarik untuk ditelisik. Sebelum akhirnya disajikan pada pelanggan, gudeg dimasak sehari sebelumnya dan didiamkan semalaman. Ini dilakukan agar rasanya makin meresap.

Oh ya, memasaknya juga tak sembarangan karena masih menggunakan kayu bakar. Pengolahan dengan cara tradisional ini memang dikenal tak pernah gagal. Kelezatannya benar-benar terjamin.

Enak Sejak 80-an

Buka sejak 80-an (c) Natalia/Travelingyuk

Belakangan, bisnis kuliner terus tumbuh. Camilan dan makanan kekinian bermunculan dan bertambah banyak tiap harinya. Jember pun bukan pengecualian. Menemukan restoran fast food yang sajikan makanan seperti ayam goreng ala Amerika atau pizza bukan hal sulit.

Ditambah lagi Jember memiliki Universitas Negeri Jember, kampus besar dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Deretan kafe dan tempat nongkrong tentu menjamur di sekitarnya.

Kuliner Legendaris Jember (c) Natalia/Travelingyuk

Meski begitu, Gudeg Lumintu terbukti masih berdiri tegar hingga kini. Tak tergeser sedikit pun di tengah gempuran kuliner kekinian. Pelanggannya masih ramai. Rahasianya apalagi kalau bukan kelezatan yang terjaga sejak 80-an.

Bagaimana Teman Traveler, yakin ingin melewatkan kuliner legendaris nan nikmat ini? Terlebih seporsinya hanya dibanderol Rp18.000 saja.

Menu Sarapan Sempurna

Enaknya Gudeg Lumintu (c) Natalia/Travelingyuk

Di Jogja, gudeg biasa dijadikan sebagai menu sarapan. Begitu pula dengan di Jember. Tak heran jika Gudeg Lumintu sudah siap melayani pelanggannya sejak pukul 06.00.

Paduan nasi hangat,  sayur nangka, dan sambal kerecek yang tak terlalu pedas, plus siraman saus kacang, tentu bisa jadi menu makan pagi sempurna. Cocok nih untuk membuka hari sebelum Teman Traveler berkeliling Jember.

Bisa juga untuk pesanan (c) Natalia/Travelingyuk

Kedai gudeg legendaris ini buka hingga pukul 14.00. Namun pastikan Teman Traveler tak datang terlalu siang, sebab sekitar pukul 11.00 biasanya semua menu ludes diserbu pelanggan. Nah, kalau tak mau kehabisan, sebaiknya ya datang lebih pagi. 

Antre dan Nggak Pernah Sepi

Selalu ramai dipadati pelanggan (c) Natalia/Travelingyuk

Salah satu tanda sebuah kuliner benar-benar enak adalah antrean yang tak pernah sepi. Hal tersebut terjadi di kedai Gudeg Lumintu. Sejak pukul 06.00, pelanggannya tak pernah sepi. Ada ibu dan anak yang hendak mencari sarapan sebelum berangkat sekolah, hingga turis lokal seperti saya ini. 

Bagian dalam warung (c) Natalia/Travelingyuk

Saking ramainya, para calon pembeli akan mendapat nomor antrean. Jadi, Teman Traveler tak perlu khawatir diserobot mereka yang datang belakangan ya. Namun begitu, bukan berarti kalian bisa berleha-leha ya hehehe.

Tugas selanjutnya adalah mencari tempat duduk. Lantaran tempat makan ini lebih sering ramai, Teman Traveler tak perlu sungkan menegur tamu yang sudah datang lebih dulu. Ucapkan permisi agar kalian bisa duduk satu meja bersama. Sebenarnya di sini tersedia banyak meja dan kursi, namun saking ramainya akan terasa gerah. Saya sarankan datang pagi-pagi, ya.

Itulah pengalaman saya menikmati Gudeg Lumintu, kuliner unik kolaborasi gudeg dan pecel. Bagaimana, menggiurkan bukan? Yakin nih, Teman Traveler gak mau coba saat liburan di Jember?