Indahnya Gua Hawang, Destinasi Tersembunyi Kepulauan Kei

Liburan adalah salah satu cara ampuh melepas penat. Pikiran bisa kembali segar dan siap menjalani lagi rutinitas sehari-hari. Untungnya, Indonesia memiliki ratusan destinasi indah. Mulai dari kawasan pegunungan dengan udara segar hingga pantai dengan deburan ombak merdu. Kali ini Teman Traveler akan saya ajak melihat indahnya Gua Hawang, salah satu destinasi tersembunyi di Kepulauan Kei.

Berenang di gua
Berenang di gua (c) Muhammad Saadduddin Tenripada/Travelingyuk

Bagi yang belum tahu, Kei berada di tenggara Maluku, statusnya berpenghuni, dan memiliki ibu kota di Tual. Kawasan ini terkenal dengan pasir putih yang sangat halus, bahkan diklaim sebagai terhalus di dunia.

Menuju Gua Hawang

Kondisi sekitar gua
Kondisi sekitar gua (c) Muhammad Saadduddin Tenripada/Travelingyuk

Goa Hawang terletak di Desa Letvuan, jaraknya sekitar 15 kilometer dari Tual. Teman Traveler tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menuju destinasi ini. Tarif masuknya dihitung per kendaraan, bukan per kepala. Dengan kata lain, kalian cukup membayar biaya parkir saja.

Berfoto di sekitar gua (c) Muhammad Saadduddin Tenripada/Travelingyuk

Jalan menuju wisata Tual satu ini sudah cukup mulus. Gampang dilalui kendaraan sekelas mini bus. Rata-rata jalanan sekitar Tual sudah diaspal halus, jadi Teman Traveler tak perlu khawatir soal akses. Destinasi ini juga cocok untuk para backpacker karena minim budget. Rambu-rambu petunjuk jalan pun sangat lengkap, jangan risau bakal tersesat.

Pemandangan Memanjakan

Berendam di dalam gua
Berendam di dalam gua (c) Muhammad Saadduddin Tenripada/Travelingyuk

Begitu sampai di gua, Teman Traveler bakal dimanjakan indahnya perpaduan stalaktit dan stalagmit sekitar gua. Aliran airnya sangat jernih dan segar, berasal dari sungai bawah tanah. Menurut penjelasan warga sekitar, sumbernya adalah mata air uvu atau mata air yang menjadi salah satu andalan warga Kepulauan Kei.

Panasnya udara Maluku kadang benar-benar tak tertahankan, bagaikan berada ‘neraka’ jika boleh dikatakan demikian. Namun begitu masuk Gua Hawang, Teman Traveler bakal merasa seperti di dalam surga. Kala itu saya berangkat sekitar pukul 12.00 dan sempat mengeluhkan teriknya sinar mentari. Setelah merasakan segarnya air dalam gua, semua perasaan tak nyaman seolah hilang begitu saja.

Pemandangan sekitar juga sangat indah. Cahaya matahari masuk di antara celah-celah mulut gua, memantul di atas permukaan air berwarna biru. Saya menghabiskan waktu sekitar sejam untuk berendam di sini. Bersantai sembari melepas penat, melupakan masalah, dan mengusir beban pikiran.

Menikmati Hidangan Khas Setempat

Menikmati keindahan gua
Menikmati keindahan gua (c) Muhammad Saadduddin Tenripada/Travelingyuk

Setelah asyik bermain dan berendam di dalam gua, Teman Traveler bisa menjelajah kawasan sekitar untuk mencari penjual kepiting. Hewan laut tersebut biasanya dijual masyarakat sekitar untuk diekspor ke Tiongkok atau Jepang, sehingga tentu kualitasnya tak perlu dipertanyakan.

Teman Traveler bisa membeli kepiting yang sudah dimasak dengan bumbu khas Tual. Praktis dan tak perlu bingung mengolahnya. Harganya juga relatif murah, sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 dengan porsi lumayan besar. Pantang dilewatkan jika sedang berada di Kepulauan Kei.

Itulah sedikit pengalaman saya merasakan kesegaran aliran air di Gua Hawang, salah satu destinasi tersembunyi di Kepulauan Kei, Maluku. Bagaimana Teman Traveler, berminat melepas semua penat dan beban masalah sambil berlibur di sini?

Tags
Gua Hawang kontributor Maluku Travelingyuk wisata maluku
Share