Grebeg Besar Jogja, Kawanan Gajah Masuk Malioboro!

Idul Adha biasanya disambut meriah di beberapa daerah, bahkan kadang lebih seru daripada Idul Fitri. Hal tersebut nampaknya berlaku di Jogja. Kota Gudeg ini baru saja selesai menghelat ritual Grebeg Besar hingga masuk ke kawasan Malioboro.

Senin Wage, 12 Agustus 2019 lalu, suasana di jalanan populer Kota Gudeg tersebut memang tampak meriah bertepatan dengan digelarnya Grebeg Besar. Ritual tahunan yang telah berlangsung sejak zaman dahulu tersebut hadirkan banyak komponen budaya menarik. Bahkan sampai melibatkan kawanan gajah lho!

Hajad Dalem

dscf5009_lJc.jpg
Rombongan para Abdi Dalem (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Tradisi bernama lengkap ‘Hajad Dalem Garebeg Besar’ ini merupakan simbol kedermawanan Sultan pada rakyatnya. Terdapat aneka ragam hasil bumi disusun mengerucut hingga membentuk gunungan. Persembahan ini nantinya akan dibagi dan diperebutkan oleh warga Jogja, maupun wisatawan yang ingin mengharap keberkahan.

Kata ‘Garebeg’ sendiri memiliki arti diiringi atau diantar oleh orang banyak. Hal ini merujuk pada Gunungan yang dikawal oleh para prajurit dan Abdi Dalem, dalam perjalanan dari keraton menuju Masjid Gedhe. Pendapat lain menyebutkan bahwa kata tersebut berasal dari istilah ‘gumrebeg’ yang berarti deru angin atau keramaian.

Terdapat Tujuh Gunungan

dscf5013_tFV.jpg
Arak-arakan menuju kawasan Kepatihan (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Dalam upacara ini, pihak Kraton Jogjakarta menyiapkan tujuh gunungan yang terdiri dari beragam hasil bumi. Semuanya lantas dibagikan di tiga tempat berbeda. Gunungan Kakung, Estri, Darat, dan Pawuhan dibagikan di halaman Kagungan Dalem Masjid Gedhe. Gunungan Gepak dibagi di Pendhopo Kawedanan Pengulon di utara masjid. Sementara dua Gunungan Kakung dibagikan di Puro Pakualaman dan Kepatihan.

Dikawal Sepuluh Bregada Prajurit Keraton

dscf5006_CnS.jpg
Bregada Bugis (c) Natalia S/Travelingyuk

Ketujuh gunungan tersebut dikawal tak kurang dari sepuluh bregada Prajurit Keraton Jogjakarta. Jumlahnya sekitar 600 orang, terdiri dari Bregada Wirabraja, Daeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawirotaman, Nyutra, Ketanggung, Mantrijero, Surakarsa, dan Bugis.  

Sesuai tugasnya, Bregada Surakarsa mengawal lima gunungan hingga Masjid Gedhe, Bregada Bugis akan ‘menemani’ Gunungan Kakung hingga Kepatihan. Sementara delapan bregada lain membentuk pagar betis dari sisi utara ke selatan Alun-alun Utara Yogyakarta. Gunungan Kakung sendiri dikawal oleh Bregada Pakualaman, Dragunder dan Plangkir, hingga sampai di Puro Pakualaman.

Diiringi Gajah Gembira Loka 

dscf4994_Zl8.jpg
Iring-iringan gajah (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Uniknya, Hajad Dalem Garebeg Besar kali ini dimeriahkan oleh pasukan gajah dari Kebun Binatang Gembira Loka. Deretan hewan berbelalai panjang tersebut tampak bersabar mengiringi perjalanan gunungan hingga sampai ke tujuan masing-masing.

Buat Teman Traveler yang melewatkan Upacara Garebeg Besar tahun ini, tenang saja. Keraton Yogyakarta rutin menggelar ritual serupa sebanyak tiga kali dalam setahun. Selain menyambut Idul Adha, gelaran ini biasanya dihelat menjelang Maulud Nabi dan perayaan Syawal, bertepatan dengan berakhirnya bulan puasa.

Itulah sekilas pengalaman saya menyaksikan meriahnya Grebeg Besar Jogja. Bagaimana Teman Traveler, ada yang berminat jelajah wisata Jogja untuk menyaksikan meriahnya perhelatan ini tahun depan?

Tags
grebeg besar jogja Jogja Jogjakarta kontributor Travelingyuk wisata jogja Wisata Jogjakarta
Share