Sudut-Sudut Kota Melbourne dengan Mural dan Graffiti yang Instagenic

Belum banyak yang memberikan perhatian terhadap seni jalanan macam graffiti maupun mural di Indonesia. Pelaku seninya mulai tumbuh, namun hanya beberapa yang memiliki karakter dan karya yang otentik. Namun setidaknya beberapa pihak telah mulai memberikan perhatian terhadap hal ini. Seperti yang terdapat di Solo atau juga di Pulo Geulis Bogor. Pemandangan seni jalanan yang lebih ekstrim dapat kamu temukan di Melbourne. Di sudut kota yang terbunyi di balik gedung-gedung tinggi. Namun tempat ini malah menjadi destinasi wisata turis internasional. Seperti apa geliat graffiti Melbourne di tempat-tempat ini?

1. Hosier Lane

Warna-warni di balik gedung-gedung tinggi, via instagram/@victoria_nov

Hosier Lane merupakan salah satu ikon seni jalanan yang paling sering menjadi tujuan turis. Karena aksesnya bisa dibilang cukup mudah untuk ditemukan, dengan bentuk gang dan liku gedung yang lebih kompleks. Jalan berliku ini juga memiliki material yang unik, bluestone. Lokasinya berada tak jauh dari Dreamworks Studio.

Menjadi destinasi populer dikalangan turis, via instagram/@fernandacardem

AC/DC Lane

Mural Malcolm Young, gitaris dari band ACDC, via instagram/@davidmurraygrant

Sebelum menjadi ACDC Lane, jalan ini bernama Corporation Lane. Namun pada tahun 2004, nama jalan ini dirubah dalam rangka tribute kepada band rock Australia yang tersohor, AC/DC. Di dalam gang ini kamu dapat menemukan berbagai macam graffiti yang juga berkaitan dengan band yang melejit dengan lagu Highway to Hell tersebut.

Salah satu tribut terhadap Bon Scott, Vokalis band ACDC, via instagram/@acdc_lane

2. Union Lane

Warna-warni graffiti di Union Lane, via instagram/@ycarvalho24

Union Lane adalah salah satu gang kecil di Melbourne dengan warna-warna graffiti dan mural. Menariknya lagi, proses pembuatan graffiti di sini benar-benar terkoordinir dan melibatkan banyak pihak. Bukan seni corat-coret ilegal, karya yang akan kamu temui di tempat ini merupakan proyek Mentoring Graffiti Melbourne. Karena sempat dirusak oleh tangan-tangan nakal, tahun 2010 tempat ini didekorasi ulang.

Sebuah karya dari projek Mentoring Graffiti Melbourne, via instagram/@jcrew.travels

3. Yarra Place

Seni-seni ini bertebaran di kafe ataupun rumah warga, via instagram/@the.revelry.1

Berbeda dengan tiga tempat sebelumnya, yang berada di gang, seni-seni di Yarra Place bertebaran di kafe maupun rumah warga. Lokasinya pun berada di jalanan yang cukup lebar. St. Ali merupakan salah satu kafe yang cukup populer dan sering menjadi destinasi turis maupun warga lokal untuk hangout.

Pemandangan dari kafe St. Ali, via instagram/@1992may8

Jika metode seperti ini diterapkan di Indonesia untuk mengurangi kesan kumuh pada perkampungan-perkampungan sudut kota, pasti akan memberi dampak yang positif. Beberapa telah menerapkan dengan memberikan warna-warna yang berbeda di setiap rumah. Juga sedikit sentuhan mural. Bagimana menurutmu jika daerah-daerah yang memiliki kesan kumuh diberikan sentuhan graffiti yang tertata?

Tags
Australia Graffiti Grafiti mancanegara Melbourne Wisata Wisata Urban
Share