Embun Upas Dieng, Pesona Kecantikan nan Menantang

Dieng merupakan salah satu dataran tinggi Indonesia yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Tinggi rata-ratanya sekitar 2.000 mdpl, dengan suhu cukup dingin. Memasuki musim kemarau, bisa mencapai 0 derajat celcius, hingga timbulkan Embun Upas.

Dataran Tinggi Dieng (c) Tri Vevandi/Travelingyuk

Bun Upas alias Embun Upas sendiri merupakan istilah yang diberikan penduduk sekitar untuk menyebut fenomena Dieng berselimut es di musim kemarau. Lantas seperti apa penampakannya? Yuk, simak ulasan berikut.

Suhu Minus Dieng

Suhu mencapai minus via Instagram.com/aryadidarwanto

Puncak musim kemarau biasanya terjadi antara bulan Juli-Agustus. Namun sejak Mei suhu di Dieng bisa mencapai minus. Hal serupa juga kerap terjadi di beberapa dataran tinggi di Indonesia, seperti Gunung Semeru. Fenomena ini membuat Dieng lantas berselimut es, mirip di luar negeri. Brrrrr dingin!

Bun Upas (Embun Upas)

Embun Upas menyelimuti tanaman (c) Tri Vevandi/Travelingyuk

Menurut penuturan warga sekitar Dieng, fenomena es tersebut disebabkan embun upas atau embun racun dalam bahasa setempat. Embun ini dingin dan beku, turun ke permukaan sekitar pukul 04.00 hingga 05.30.

Embun ini menyelimuti daratan Dieng dan menimbulkan lapisan es, yang perlahan bakal mencair usai terkena terik matahari. Fenomena alam ini memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat sekitar, namun masyarakat sudah terbiasa lantaran terjadi hampir tiap tahun.

Nampak Cantik

Rumput membeku berselimut es (c) Tri Vevandi/Travelingyuk

Fenomena alam embun upas membuat Dieng membeku berselimut es. Hasilkan pemandangan unik yang menarik perhatian wisatawan. Pasalnya jarang ada daerah di Indonesia diselimuti es seperti di luar negeri. Tak heran jika lantas banyak pengunjung berfoto dengan latar belakang hamparan es, plus kenakan pakaian tebal ala winter fashion.

Foto butiran es di Dieng via Instagram.com/bayuagungr

Cantik bukan Teman Traveler? Tak heran jika kawasan wisata Dieng makin ramai dengan adanya fenomena embun upas ini. Terutama pada bulan Agustus, puncak musim kemarau yang sekaligus bertepatan dengan gelaran Dieng Culture Festival. Jadi jangan ragu berlibur ke sini, dijamin kalian takkan menyesal!

Cantik Namun Mematikan

Lahan kentang diselimuti es (c) Tri Vevandi/Travelingyuk

Cantik tapi mematikan. Begitulah kaliamat yang pas untuk menggembarkan fenomena embun upas alias embun racun. Meski tampak indah, gejala alam ini menimbulkan kerugian berupa rusaknya lahan pertanian masyarakat. Banyak tanaman yang basah, mengeras, dan mati.

Tanaman kentang yang usianya kurang dari 60 hari dan bakal langsung mati jika terkena embun upas. Sementara jenis yang lebih tua masih bisa bertahan, namun daunnya bakal berwarna coklat. Hal ini otomatis bakal menurunkan produktivitas.

Tanaman kentang menghitam dan mati (c) Tri Vevandi/Travelingyuk

Meski demikian, para petani Dieng seakan biasa saja menghadapi situasi tersebut karena memang sudah jadi langganan terjadi tiap tahun. Dengan berpegang teguh pada adat istiadat, mereka lebih suka pasrah pada kehendak alam.

Itulah sedikit pengalaman saya menyaksikan fenomena Embun Upas Dieng yang cantik namun mematikan. Bagi Teman Traveler yang tertarik mampir dan melihatnya, jangan lupa lakukan persiapan dengan matang. Siapkan pakaian tebal karena suhu di sini bisa sangat dingin.

Tags
kontributor traveling Travelingyuk wisata wonosobo Wonosobo
Share