Kreativitas Menjaga Bumi di Eco Green Park

Sensasi liburan berbeda bakal Teman Traveler rasakan saat berkunjung ke Eco Green Park Malang. Destinasi di Batu, tepatnya di Jalan Oro-oro Ombo, ini akan meninggalkan banyak pesan positif dalam benak kalian.

Tak sekedar menjajal wahana bermain maupun berfoto, Eco Green Park memberi inspirasi bagi pengunjung untuk mengubah barang yang mulanya tak berharga menjadi bernilai tinggi. Seperti apa? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Patung Pecahan Kayu

Kreasi kayu bekas bernilai ekonomis (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Sesuai namanya, Eco Green Park merupakan wisata bertema lingkungan dan pertama kali dikembangkan grup Jawa Timur Park. Mengusung motto ‘fun and study’, destinasi ini sangat cocok untuk belajar mengenal lingkungan dengan menyenangkan. Teman Traveler bisa melakukan perjalanan di alam bebas (eco journey), sembari mengakrabkan diri dengan ekosistem alam dan belajar mengelola barang bekas.

Proses pengolahan kayu kerap meninggalkan sampah yang tidak sedikit, baik berupa serbuk maupun potongan kecil. Biasanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Namun seiring perkembangan zaman, masyarakat makin jarang menggunakan kompor tungku.

Papan tulisan dengan kalimat menarik (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Nah, di Eco Green Park limbah kayu tersebut bisa diolah menjadi barang berharga seperti patung. Potongan kayu kecil ditempel rapi hingga membentuk pola. Seperti Teman Traveler lihat di atas, limbah disusun sedemikian rupa hingga menyerupai tokoh Groot dari film Guardians of Galaxy. Tampak begitu hidup.

Patung Gajah Elektronik

Sampah elektronik diubah menjadi seni patung (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Inovasi elektronik kian melejit dari waktu ke waktu. Akibatnya sampah elektronik semakin menumpuk dan sulit dimanfaatkan. Hanya dibiarkan menumpuk atau maksimal disetor ke pengepul barang bekas.

Nah, deretan patung elektronik di Eco Green Park bisa jadi inspirasi bagi Teman Traveler untuk memanfaatkan sampah tersebut. Beda dari patung umumnya, karya di sini terbuat dari televisi, telepon, printer, scanner, komputer, keyboard, kipas angin, dan dan remote bekas.

Pemanfaatan Logam Bekas

Pengolahan sampah logam dari kawat dengan sentuhan warna menarik (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Begitu memasuki zona metal recycle, Teman Traveler akan ditunjukkan cara memisah dan mengolah sampah logam untuk daur ulang. Kalian bakal mendapati sebuah forklift kecil berisi sampah, berikut informasi lengkap mengenai pengolahannya.

Salah satu karya logam bekas yang bisa Teman Traveler saksikan adalah patung burung seperti gambar di atas. Tampak begitu cantik dan menawan dengan sentuhan corak warna menarik.

Kalajengking Rantai

Kalajengking dari onderdil kendaraan motor bekas (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Jika biasanya kalajengking dijauhi, di Eco Green Park hewan dengan sengatan menyakitkan ini justru diminati pengunjung. Tapi tenang Teman Traveler, kalajengking di sini adalah patung yang terbuat dari onderdil kendaraan motor bekas.

Replika hewan beruas tersebut tampak begitu mengesankan, dengan memanfaatkan rantai dan skok sepeda motor. Tampak menyatu dengan bongkahan kayu di sekitarnya. Kreasi ini bisa jadi referensi Teman Traveler dalam memanfaatkan limbah kendaraan.

Emoji dari Pot Bunga

Ide kreatif hiasan pot bunga (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Bosan dengan pot bunga yang itu-itu saja? Jangan khawatir, Teman Traveler bisa mengambil inspirasi dari Eco Green Park. Deretan pot bunga di sini tampak menarik dengan hiasan beragam emoji. Bukan hanya membuat tanaman tampak cantik, tapi juga semakin eye-catching dan keren.

Itulah beberapa inspirasi pemanfaatan barang bekas yang bisa Teman Traveler dapatkan dari Eco Green Park. Bagaimana, tertarik menyambangi destinasi buka sejak 2012 ini? Mereka siap menyambut pengunjung antara pukul 09.00 hingga 17.00, dengan tiket Rp55.000 untuk hari biasa dan Rp75.000 untuk akhir pekan.

Tags
Batu kontributor Travelingyuk wisata batu
Share