8 Destinasi yang Memberikan Pengalaman Seperti di Dalam Mimpi

Diambil pada waktu dan sudut yang tepat, destinasi berikut ini menghasilkan foto yang luar biasa. Anda tidak akan percaya jika gambar-gambar di bawah ini merupakan hasil dari fotografi. Beberapa terlihat seperti lukisan imajinatif yang tidak nyata ada di muka bumi.

Anda pasti tahu dengan lukisan surealis yang mengundang decak kagum orang yang melihatnya. Kesan yang sering diungkapkan tidak jauh dari kata-kata seperti “aneh”, “tidak nyata”, “mengagumkan”, atau ” ini seperti di dalam mimpi.” Begitu juga foto-foto yang akan Anda lihat ini, tidak seperti suatu tempat di bumi namun lebih mirip dengan lokasi sebuah film fiksi.

1. Salar de Uyuni, Bolivia

Bumi memiliki cermin raksasa alami yang terdapat di dataran garam Salar de Uyuni. Dataran garam ini ada di Bolivia dengan ukuran yang sangat luas. Pada musim hujan dataran ini akan digenangi air yang mengandung garam yang sangat tinggi, hasilnya bisa dilihat pada foto di bawah ini, siapa sangka jika foto tersebut benar-benar ada.

Salar de Uyuni, Bolivia [image source]
Salar de Uyuni, Bolivia [image source]
Dataran garam ini terbentuk selama beribu-ribu abad oleh gabungan beberapa danau purba. Air yang menggenangi dataran garam ini tidak terlalu dalam hanya berkisar hingga 50 cm saja. Jika Anda berjalan ditengah danau ini maupun berkendara maka akan muncul pula bayangan Anda di permukaan airnya yang akan memberikan pengalaman seperti berada di permukaan cermin raksasa.

2. Lautan Bintang, Pulau Vaadhoo, Maladewa

Pada musim-musim tertentu pantai di Maladewa akan berubah menjadi bercahaya layaknya bintang-bintang di langit. Fenomena langka ini bisa traveler jumpai di Pulau Vaadhoo, di sanalah Anda akan mendapatkan pengalaman serasa tinggal di dalam dunia dongeng seperti di film-film fiksi.

Lautan Bintang, Pulau Vaadhoo, Maladewa [image source]
Lautan Bintang, Pulau Vaadhoo, Maladewa [image source]
Mendatangi pantai di Pulau Vaadhoo ini memang paling romantis saat malam hari. Pada saat siang pantai ini terlihat biasa seperti pantai-pantai lainnya. Namun pemandangan akan berubah seratus delapan puluh derajat ketika matahari mulai tenggelam dan malam kian larut. Ribuan bahkan mungkin jutaan fitoplankton mulai memancarkan cahayanya dan merubah air laut menjadi kerlap-kerlip lampu yang terlihat mirip seperti taburan bintang.

3. Pegunungan Tianzi, China

Jajaran tebing di pegunungan Tianzi yang tinggi menjulang ini sempat menjadi inspirasi dan lokasi syuting dari film arahan sutradara terkenal James Cameron yang berjudul Avatar. Pemilihan ini tentu sudah melewati berbagai pertimbangan mengingat film tersebut menceritakan tentang alien dan lokasi di sana memang sama sekali tidak mirip dengan lanskap bumi pada umumnya.

Pegunungan Tianzi, China [image source]
Pegunungan Tianzi, China [image source]
Tebing-tebing di pegunungan ini terbentuk lebih dari 380 juta tahun yang lalu akibat dari erosi yang menghancurkan batu pasir di sekitarnya. Kini tebing-tebing ini hanyalah pilar-pilar kokoh yang tersisa dari proses alam tersebut. Pilar-pilar ini bahkan ada yang berukuran ribuan meter di atas permukaan air laut. Keren!

4. Ngarai Antelope, Arizona, Amerika Serikat

Satu lagi penampakan permukaan bumi yang terlihat seperti di dunia lain yaitu Ngarai Antelope di Arizona, Amerika Serikat. Proses terbentuknya kawasan yang aneh ini hampir sama dengan tebing-tebing di Pegunungan Tianzi yaitu melalui serangkaian proses erosi yang terjadi jutaan tahun yang lalu.

Ngarai Antelope, Arizona, Amerika Serikat [image source]
Ngarai Antelope, Arizona, Amerika Serikat [image source]
Lorong-lorong pada Ngarai Antelope ini tercipta karena kikisan air yang mengalir selama musim hujan. Bagian yang keras terhindar dari kikisan dan terciptalah pemandangan yang ada di dalam foto tersebut. Maka tidak heran jika gambar dari Ngarai Antelope ini menjadi salah satu pemanis layar komputer kita. Ya inilah salah satu wallpaper bawaan windows yang ada di komputer tersebut.

5. Deadvlei, Namibia

Lukisan? Nah mungkin itu kata yang keluar dari mulut Anda pertama kali saat melihat foto berikut. Namun nyatanya ini adalah hasil jepretan kamera di dunia nyata. Tempat yang ada di gambar tersebut benar-benar ada dan jika mau Anda pun bisa datang ke lokasi untuk membuktikannya.

Deadvlei, Namibia [image source]
Deadvlei, Namibia [image source]
Namanya adalah Deadvlei atau disebut dengan “Lembah Mati.” Sesuai dengan namanya tidak ada apa-apa di sana yang ada hanya pohon-pohon yang mati kekeringan dan gurun yang panas. Saat di foto terciptalah gambar yang menyerupai karya lukisan surealis. Sedikit informasi tentang lokasi tersebut, dulunya kawasan di Namibia tersebut adalah sebuah hutan namun panas yang terik tak berkesudahan membuat kehidupan di atasnya mati dan terciptalah hutan yang tandus.

6. Red Sea, Panjin, China

Hanya di China Anda dapat menemukan pantai dengan warna merah darah. Namun Anda harus datang pada waktu yang tepat untuk mendapatkan pemandangan seperti pada gambar di bawah ini. Pantai akan berubah menjadi merah pada bulan April hingga Mei atau pada puncak musim gugur.

Red Sea, Panjin, China [image source]
Red Sea, Panjin, China [image source]
Warna merah yang mengubah pantai menjadi lautan darah ini berasal dari tanaman yang bernama Sueda. Ini merupakan sejenis rumput laut yang sangat langka dan diyakini hanya tumbuh di Pantai Merah, Panjin, China. Siapkan kamera jangan sampai terlewatkan satu sudut pun untuk diabadikan. Inilah salah satu tempat traveling yang paling banyak diidamkan banyak traveler dunia.

7. Pulau Wilhelmstein, Jerman

Satu lagi lokasi yang terlihat seperti lukisan yaitu pulau buatan yang bernama Pulau Wilhelmstein. Ukurannya sangat mungil dan berada di tengah salah satu danau terbesar di Jerman Barat Laut, Danau Steinhude. Di potret dari ketinggian, nampak seperti lukisan miniatur kota yang berada ditengah bingkai polos berwarna biru.

Pulau Wilhelmstein, Jerman [image source]
Pulau Wilhelmstein, Jerman [image source]
Ternyata pulau ini merupakan hasil karya dari bangsawan bernama William. Ia membangun pulau tersebut pada abad ke-18 dengan cara menguruk danau dengan batu yang diangkut oleh nelayan ke tengah danau. Pada rentang tahun 1765 dan 1767 pulau ini digunakan sebagai benteng militer oleh William setelah itu diubah menjadi tempat liburan pribadi.

8. Jalan ke Surga, Pegunungan Huashan, China

Mengapa dinamakan Jalan ke Surga? Bisa jadi inilah jalan terakhir yang dilewati mereka yang berani melewatinya. Pasalnya jalan ini dibuat dari papan kayu reyot yang dipaku di sisi gunung dengan jurang menganga di tepinya. Namun banyak traveler yang datang entah dengan rasa penasaran atau memang mereka tidak takut mati.

Jalan ke Surga, Pegunungan Huashan, China [image source]
Jalan ke Surga, Pegunungan Huashan, China [image source]
Jalan ke Surga berada di Gunung Huashan yang mana gunung ini terbaring di kawasan Huayin, Provinsi Shaanxi, China. Meski semua setuju dengan pemandangan sekitar yang begitu indah namun melintasi jalan ini tetap membutuhkan lebih dari sekedar kekuatan fisik namun juga keberanian.

Tags
Amerika Serikat Arizona Bolivia China Deadvlei Jalan ke Surga jerman Lautan Bintang maladewa Namibia Ngarai Antelope Panjin Pegunungan Huashan Pegunungan Tianzi Pulau Vaadhoo Pulau Wilhelmstein Red Sea Salar de Uyuni
Share