De Koloniale Blitar, Nongkrong dengan Suasana ala Kompeni

Nongkrong sambil bersantap dan ngopi sudah jadi bagian gaya hidup millenial saat ini. Tak heran jika kebutuhan akan tempat hangout nyaman dan seru makin tinggi. Nah, bagi Teman Traveler yang sedang berada di Blitar, boleh banget mampir ke De Koloniale.

Hadirkan Atmosfer Kolonial

Tampak depan De Koloniale (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Sesuai namanya, kafe Blitar ini bertempat di sebuah gedung Instagramable peninggalan kompeni. Beberapa tempat makan di Blitar memang kerap memanfaatkan bangunan lawas dari zaman kolonial untuk hadirkan atmosfer yang beda.

Lorong yang kelihatan kuno (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Area keluar masuk resto tak kalah unik (c) Mei Indriani/Travelingyuk

De Koloniale sendiri merupakan satu-satunya tempat nongkrong di Blitar yang hadirkan nuansa jadul ala zaman kompeni. Dari depan saja kafe sekaligus resto ini sudah terlihat menarik. Para pengguna jalan yang melintas dipastikan bakal tertarik. Apalagi area ini dihiasi tulisan Bahasa Belanda berwarna mencolok.

Dihiasi Barang-barang Antik

Hiasan sepeda kuno di salah satu ruangan (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Begitu masuk pintu utama, Teman Traveler akan menemukan meja kasir. Namun jangan salah, ini bukan tempat untuk melakukan pemesanan ya. Kalian bisa langsung masuk dan memilih tempat duduk, mau indoor atau outdoor tinggal tentukan sesuai mood. Oh ya, semuanya dihias dengan ornamen dan furnitur bernuansa jadul.

Di area indoor dipajang beberapa benda antik yang bisa Teman Traveler jadikan spot foto menarik. Salah satunya adalah sepeda jadul seperti gambar di atas. Berpose di sini, kalian akan serasa kembali ke beberapa puluh tahun lalu, ketika Belanda masih berkuasa di Indonesia.

Area Outdoor yang Menarik

Area outdoor yang akan lebih meriah di malam hari (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Sementara untuk area outdoor mengusung konsep ala taman bunga. Di beberapa sudut terdapat hiasan berupa replika kincir angin, tulisan, dan mural dengan desain menarik. Saat malam hari, suasana di sini akan makin menarik dengan hadirnya lampu-lampu gantung.

Menikmati Java Kopi

Area indoor tak kalah menarik (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Dapur kopi dan makanan sengaja dibuat terpisah oleh pengelola. Saya sarankan Teman Traveler duduk di area sekitar barista. Selain bisa mendapat kopi lebih cepat, kalian juga bisa mengambil foto-foto keren di area ini.

Secangkir Java Kopi (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Saya sendiri memutuskan memesan Java Kopi. Menurut baristanya, ini adalah salah satu menu terlaris di De Koloniale. Tak butuh waktu lama sebelum pesanan saya tiba, karena saya memang memilih duduk di sekitar kafe.

Bentuk bangunan dengan arsitektur lawas (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Oh ya, seperti yang saya bilang tadi Teman Traveler, pemesanan tak dilakukan di meja kasir. Di sini kalian harus duduk lebih dulu, baru memberikan tanda ingin memesan pada pelayan yang tengah bersiaga. Sistem ini diterapkan karena pengelola tak ingin mengganggu pelanggan yang tengah asyik menikmati suasana maupun berfoto-foto.

Atmosfernya pas untuk Bersantai

Meski bernuansa jadul, area outdoor-nya tetap nyaman (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Kopi yang saya minum perlahan seolah jadi teman pas untuk habiskan waktu sambil menikmati suasana kafe. De Koloniale cocok bagi Teman Traveler yang ingin mengajak pasangan maupun sahabat bersantai. Kalian bisa icip banyak sajian enak di sini. Suasananya juga bikin betah.

Beralamat di Jalan Tanjung, Blitar, De Koloniale buka antara pukul 11.00-22.00. Harga menu yang ditawarkan cukup kompetitif dan relevan. Sebanding dengan rasa dan suasana tempatnya. Jangan lupa mampir jika sedang liburan di Blitar ya. Salam ngopi enak.

Tags
Blitar kontributor kuliner blitar Travelingyuk
Share