Cowboy & Indian Camp Blitar, Liburan dengan Nuansa Amerika Utara

Pernah dengar soal Suku Indian? Sebagian Teman Traveler mungkin bakal menjawab ‘suku asli Amerika Utara’. Yap, jawaban kalian benar. Nah, menariknya, untuk mengenal kehidupan masa lampau mereka, kalian bisa langsung mampir ke Cowboy & Indian Camp Blitar.

Tak hanya usung tema Indian, wisata Blitar ini juga punya kawasan Cowboy Camp yang keren. Lantas seperti apa keseruannya? Yuk, simak pengalaman saya jalan-jalan di Cowboy & Indian Camp Blitar belum lama ini.

Tempati Lahan Kopi

Jalan masuk kawasan wisata (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Cowboy & Indian Camp terletak di Dusun Karanganyar, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Lahannya cukup luas, menempati kawasan sekitar perkebunan kopi sehingga suasana sekitarnya terasa sejuk alami.

Menurut salah seorang petugas, Miftakhurrohman, sang owner, sengaja membuat area wisata ini sebagai media ekspresi seni. Tak heran jika lantas tema yang dipilih cukup unik, mengusung nuansa suku Indian dan koboi.

Menjelajah Area Indian

Indian Camp (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Lantaran ditangani para seniman, tiap sudut di destinasi ini tak hanya bagus untuk berfoto, namun terasa otentik. Semua ornamen dibuat semirip mungkin dengan suasana asli perkampungan suku Indian yang sempat menguasai Amerika Utara. Aksesori berupa perlengkapan kayu dan tali-temali seolah benar-benar menyatu dengan alam sekitar yang begitu hijau.

Area bermain anak (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Teman Traveler juga bisa menyewa aneka asesoris keren untuk berfoto di berbagai spot menarik di sini lho. Salah satu yang paling diminati adalah Topi Indian alias warbonnet. Penutup kepala unik berhias bulu ayam pilihan ini bisa kalian sewa seharga Rp5000 tanpa batasan waktu.

Selain itu, masih ada baju cowboy dengan harga sewa Rp10.000. Ukurannya beragam, bisa untuk dewasa maupun anak-anak. Jika ingin lebih menjiwai tema wild west, kalian boleh sewa body shell (penutup dada bahan tulang), choker (kalung tulang leher), decker (kalung lengan), tombak, perisai, sayap, serta asesoris lain yang dipatok dengan harga berbeda.

Belajar Budaya Suku Indian

Tumbuh berbagai jenis bunga (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Saat masuk lorong tumbuhan berakar panjang, sayup-sayup musik tradisional khas suku pedalaman bakal langsung menyambut pengunjung. Musik latar ini akan terus diputar sepanjang hari, mulai pukul 08.00 hingga 15.00, mengikuti jam operasional. Tiket masuk sini termasuk sangat murah lho, hanya Rp10.000 per orang.

Penari yang sedang melakukan pertunjukan (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Teman Traveler bakal menemukan sebuah aula terbuka tempat mengadakan berbagai pertunjukan. Kalian bakal disuguhi tarian suku Indian oleh pemuda setempat dengan kostum khas penuh bulu. Gerakannya sangat bersemangat, mengitari dua tulang kepala sapi di tengah panggung.

Setelah tarian tersebut selesai, pengelola akan memutar lagu populer. Sang penari lantas bakal mengajak penonton naik ke panggung untuk menari bersama.

Patung raksasa Indian (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Dengan berkeliling area camp, Teman Traveler bakal mendapat banyak pengetahuan baru soal ciri-ciri suku Indian. Misalnya saja kulit kecokelatan, rambut panjang, suka mewarnai tubuh dan muka dengan motif tertentu, serta kebiasaan mereka memakai penutup kepala dengan hiasan bulu. Konon di masa kejayaan Suku Indian, makin berkuasa seseorang, makin banyak bulu Elang yang ia pakai.

Perkampungan Indian (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Tahukah Teman Traveler, bahwa Indian terdiri dari banyak suku? Di sini kalian bisa mempelajari nama masing-masing suku lewat papan kayu di sekitar pondok. Beberapa di antaranya adalah Apache, Cheyenne, Comanche, Sioux, Navajo, Pueblo, Iroquois, Huron, serta Cherokee.

Masuk ke Cowboy Camp

Cowboy Camp (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Berswafoto di sini bakal makin puas. Teman Traveler bisa berpose ala penggembala ternak sambil kenakan topi khusus, rompi, dan tali panjang. Namun, bukannya koboi pertama ada di wilayah Spanyol serta Meksiko? Lantas apa hubungannya dengan Suku Indian?

Jalan-jalan dikelilingi taman bunga (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Well, cowboy sebenarnya merupakan sebutan bagi para penggembala ternak di daratan Amerika Utara. Kebiasaan dan pakaian mereka konon diadopsi dari budaya Spanyol pada tahun 1600-an. Seorang cowboy biasanya harus punya mahir menunggang kuda, tali-temali, dan menggembala ternak di padang luas.

Country Roads (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Setelah berakhirnya perang saudara di Amerika, banyak suku Indian yang bekerja di pertanian (ranch) untuk merawat ternak. Seiring perkembangan waktu, ada juga indian cowboy yang bekerja di sirkuit rodeo. Nah, jadi jelas sudah hubungan cowboy dengan Indian ya?

Kereta kuno (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Cowboy Camp sendiri punya banyak spot keren untuk dijelajahi. Teman Traveler bisa berjalan-jalan di lorong-lorong yang dikelilingi bunga serta tumbuhan hijau. Ada berbagai macam jenis tanaman cantik di sini. Jika mulai lelah, kalian bisa beristirahat di gubuk-gubuk yang tersedia.

Spot menarik lainnya kereta tradisional ala wild west. Di negara aslinya, kendaraan ini biasanya ditarik lembu atau kuda.

Lorong keren yang wajib dijelajahi (c) Anis Pustariya/Travelingyuk

Usai jalan-jalan dan mengembalikan semua aksesori yang disewa, Teman Traveler bisa mengisi perut di salah satu warung. Mie instan, snack, serta aneka minuman tersedia lengkap. Selain itu masih ada fasilitas seperti mushola, kamar mandi, dan area parkir luas.

Oh iya, Teman Traveler juga bisa beli oleh-oleh asesoris khas Indian dan cowboy lho. Semuanya merupakan buah karya seniman dari home industry di sekitar sini. Kualitas dan mutunya sangat terjamin.

Bagaimana Teman Traveler, menarik bukan? Langsung saja meluncur ke Cowboy & Indian Camp Blitar. Pastikan bawa kamera terbaik untuk berfoto bareng teman maupun keluarga ya.

Tags
Blitar cowboy indian camp kontributor Travelingyuk wisata blitar
Share