Ciao Gelato, Kudapan Manis Lezat Berpadu Nuansa Vintage

Selain liburan, kulineran juga bisa jadi cara seru untuk habiskan waktu. Berdomisili di Jogja, saya pilih mampir ke Ciao Gelato untuk melepas penat usai kerja. Es krim sendiri memang sudah lama identik sebagai makanan penghilang stress.

Bangunan Ice Cream Shop (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Berada di tengah riuhnya kawasan kampus, Ciao Gelato kerap jadi sasaran empuk para mahasiswa yang mencari tempat nongkrong. Selain harga menunya terbilang ramah kantong, akses dan parkirnya pun sangat memudahkan.

Gelato yang Nikmat

Gelato dalam small cup (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Seperti namanya, kedai ini sajikan es krim gelato yang lembut. Pilihan penyajiannya ada macam, cone dan cup. Cone ukuran small dibanderol dengan Rp25.000 saja. Teman Traveler bisa pilih dua rasa sekaligus. Sementara untuk yang large, kalian harus bayar Rp35.000 namun boleh pilih hingga tiga rasa berbeda.

Varian rasanya lumayan lengkap lho Teman Traveler. Ada cappuccino, vanilla, cokelat, coffee, green lemon, oreo, green tea, stroberi, blueberry, dan masih banyak lagi. Jika bingung memilih, kalian bisa intip etalase dulu sembari bertanya pada shop keeper. Jangan sungkan, semua staff di sini ramah kok.

Small cone gelato (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Tekstur gelato di sini lembut dan tidak cepat meleleh. Pas banget jadi teman ngobrol untuk waktu yang lama.

Wafel yang digunakan untuk cone sangat nikmat, dengan tingkat kerenyahan pas. Ukurannnya kira-kira 20 senti dengan warna kecokelatan. Teman Traveler yang memesan kemasan cup jangan khawatir. Kalian juga bakal dapat irisan wafel berbentuk segitiga.

Ruang Vintage nan Instagenic

Ragam hiasan dinding (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Kemegahan bangunan Ciao Gelato sudah terlihat dari luar. Tempat nongkrong asyik di Jalan Gejayan ini nampak bagaikan istana. Gedungnya memanjang, dengan hiasan bernuansa klasik.

Dinding kacanya menampilkan sebagian isi ruangan. Sementara di sisi lain ada dinding batu bata berdiri dengan anggun. Pintu besi di luar seolah jadi langkah awal masuk menuju kerajaan gelato.

Sudut ruang dengan beragam pilihan kursi (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Kursi-kursi kayu dan besi menghiasi tiap sudut ruangan. Begitu pula dengan meja-meja unik yang nampak sedap dipandang mata. Ruangan berbentuk persegi panjang kira-kira sanggup menampung hingga 100 pelanggan.

Di salah satu sudut nampak hiasan beragam lukisan, karikatur, gambar tokoh, dan quote. Tak jarang pengunjung membidikkan lensa kamera mereka pada deretan pigura indah itu.

Lampu-lampu klasik berwarna kuning redup seakan membawa kita pada nuansa zaman dahulu. Suasana terasa kian damai dalam balutan musik menentramkan jiwa. Lalu-lalang kendaraan di kawasan Gejayan tampak sempurna jika Teman Traveler mengambil kursi di sisi timur.

Air Putih Gratis

Asyik menikmati gelato (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Usai menghabiskan gelato, Teman Traveler bisa langsung mengambil air mineral yang sudah tersedia. Kalian bebas tambah atau ambil sepuasnya karena takkan dikenakan biaya tambahan.

Potret ruang parkir (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Ciao Gelato punya jam operasional yang lumayan panjang lho. Khusus Senin, Teman Traveler bisa mampir pada pukul 12.00 hingga 23.00. Sementara untuk hari lain, mereka buka antara pukul 11.00 hingga 23.00.

Itulah pengalaman saya bersantap di Ciao Gelato. Jika Teman Traveler sedang keliling wisata Jogja dan ingin mencari kuliner manis untuk melepas penat, boleh banget mampir ke sini.

Tags
ciao gelato kontributor kuliner Jogja kuliner jogjakarta Travelingyuk
Share