Jelajah Candi Ratu Boko, Megah dan Mengagumkan

Kawasan sekitar Jogja memang menyimpan banyak peninggalan masa lalu. Teman Traveler bisa temukan sejumlah museum, bangunan kuno, candi, hingga bekas reruntuhan kerajaan. Salah satu yang cukup fenomenal dan wajib dikunjungi adalah Candi Ratu Boko. Seperti apa megahnya warisan budaya satu ini? Yuk, simak ulasannya.

Bekas Kompleks Kerajaan

cover_qjG.jpg
Keraton Ratu Boko (c) Listya Dara Sunda Prabawa/Travelingyuk
sejarah_eA5.jpg
Gerbang luar dan gerbang utama (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Ratu Boko nyatanya bukan sebuah candi. Banyak penelitian mengungkapkan kemungkinan kawasan ini dulunya merupakan komplek kerajaan. Tak heran jika beberapa pihak lantas menyebutnya sebagai Keraton Ratu Boko.

Keraton ini berada di ketinggian lebih dari 190 meter di atas permukaan laut. Diperkirakan mulai dibangun sekitar Abad ke-8, dengan luas mencapai 160 meter persegi.

Teman Traveler bakal melihat percampuran corak Hindu dan Budha di beberapa sudut peninggalan masif ini. Hal ini lantaran diperkirakan pada
awalnya Keraton Ratu Boko dibangun pada masa Dinasti Syaleindra yang memeluk Agama Budha, namun kemudian diambil alih Kerajaan Mataram Timur yang memeluk kepercayaan Hindhu.

Ratu Boko sendiri dikisahkan masih memiliki hubungan darah dengan Loro Jonggrang. Jadi jika disimpulkan secara kasar, kompleks candi atau keraton ini masih ada hubungannya dengan Candi Prambanan.

Gapura Keraton

gerbang_oVU.jpg
Gerbang utama (c) Listya OPrabawa/Travelingyuk

Keraton Ratu Boko berada di sebuah bukit. Teman Traveler harus menaiki beberapa anak tangga sebelum sampai di tujuan utama. Di area depan kalian bakal disambut sebuah gerbang besar yang terdiri dari tiga gapura. Sekitar 15 meter dari sini, kalian bakal mendapati gerbang utama yang terdiri dari lima gapura.

Menurut penelitian para ahli, pada zaman dahulu gapura besar di tengah merupakan pintu masuk bagi kaum Brahmana. Semakin luar dan kecil, maka pintu tersebut diperuntukkan untuk kaum yang kastanya lebih rendah.

Dibagi Jadi Beberapa Bagian

candi_pembakaran_1Am.jpg
Candi Pembakaran (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Teman Traveler harus persiapkan fisik saat hendak mengelilingi komplek Keraton Ratu Boko, sebab areanya cukup luas. Ditambah lagi cuaca di sini lumayan terik, apalagi menjelang tengah hari. Sebaiknya Teman Traveler berkunjung di pagi hari, dan pastikan bawa bekal air minum, juga kenakan topi jika dirasa perlu.

Beberapa titik yang wajib Teman Traveler sambangi antara lain adalah Candi Pembakaran dan gardu pandang di sisi utara gerbang. Di sisi timur, ada alun-alun dan paseban (ruang tunggu tamu). Di bagian lereng ada Goa Wadon dan Lanang. Masuk ke sisi tenggara, ada pendopo keraton, kolam, dan keputren.

kolam_G8s.jpg
Area kolam (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Teman Traveler tak perlu bingung menentukan arah karena sudah ada petunjuk lengkap disediakan di sekitar area wisata. Jika masih tersesat, kalian bisa meminta bantuan pada staff yang bersiaga di sekitar komplek keraton.

Melestarikan Permainan Tradisional

permainan_tradisional_KmV.jpg
Permainan tradisional (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Guna menarik pengunjung, pihak pengelola juga sediakan spot khusus untuk berfoto. Tak jauh dari sini, Teman Traveler akan menemukan area tersendiri untuk menjajal aneka permainan tradisional. Kalian bisa menjajal serunya enggrang, hula hoop, lompat tali, bakiak, dan masih banyak permainan lainnya. Seru banget, hitung-hitung wisata sambil bernostalgia lah.

Untuk mencoba permainan dan berfoto di sini, Teman Traveler cukup membayar seikhlasnya saja. Bagaimana, sangat ramah kantong, bukan?

Harga Tiket dan Jam Buka

kawasan_ratu_boko_LV6.jpg
Kompleks keraton (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Untuk menikmati keindahan di komplek Keraton Ratu Boko, Teman Traveler harus membayar tiket Rp40.000 per orang. Sementara untuk pengunjung usia tiga sampai 10 tahun, cukup keluarkan budget Rp20.000 saja.

Teman Traveler bisa mampir ke sini setiap hari. Kompleks Candi Ratu Boko buka mulai pukul 06.00 hingga 17.00. Jika ingin berkunjung lebih dari pukul lima sore untuk menikmati sunset, kalian bisa menghubungi pihak pengelola guna meminta izin khusus.

terusan_JXO.jpg
Shuttle gratis untuk tiket terusan (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Teman Traveler juga bisa mengunjungi Candi Borobudur dan Prambanan sekaligus. Beli saja tiket terusan seharga Rp75.000. Untuk pengunjung usia tiga sampai 10 tahun, cukup membayar Rp35.000. Kalian bakal hemat Rp5.000 dibanding membeli tiket terpisah, plus ada fasilitas bus shuttle gratis yang bakal mengantar kalian ke candi lainnya.

Itulah cerita saya ketika jalan-jalan di sekitaran Candi Ratu Boko. Saya bisa bayangkan betapa megahnya bangunan kuno ini ketika masih tegak berdiri. Jika Teman Traveler sedang keliling wisata Jogja, jangan lupa mampir ke sini ya. Bagaimana, sudah siap jelajah wisata sejarah ini?

Tags
Candi Ratu Boko Jogja kontributor Travelingyuk wisata jogja
Share