Candi Prambahan, Megahnya Rumah Para Dewa

Buat Teman Traveler yang sedang liburan di Jogja, Candi Prambanan wajib masuk dalam daftar kunjungan kalian. Komplek bangunan bersejarah ini begitu megah dan mengagumkan meski sudah berusia ratusan tahun. Pastinya bakal sangat menarik untuk kalian yang punya minat besar terhadap sejarah dan kebudayaan dari masa lampau.

Candi Prambanan

candi_prambanan_1_FEg.jpg
Candi Prambanan dilihat dari Lapangan Utara (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Komplek Candi Prambanan terdiri dari beberapa candi. Salah satunya adalah Prambanan, yang letaknya paling dekat dengan pintu masuk. Candi Hindhu terbesar di Indonesia ini kerap jadi primadona di mata wisatawan.

Bangunan kuno yang erat kaitannya dengan kisah Roro Jonggrang ini terdiri dari pelataran luar, tengah, dan dalam. Namun bagian yang paling terkenal adalah pelataran dalam. Di sini Teman Traveler akan menemukan dua baris candi.

Barisan barat terdiri dari Candi Wisnu, Syiwa, dan Brahma. Sementara di sisi timur, terdapat tiga candi untuk kendaraan masing-masing dewa, yakni Garuda, Lembu, dan Angsa. Keenam candi tersebut posisinya saling berhadapan.

candi_prambanan_2_ofK.jpg
Candi yang tepat menghadap timur (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Fakta penting yang harus Teman Traveler tahu adalah Candi Prambanan tepat menghadap ke timur. Hal ini termasuk luar biasa, mengingat pada zaman dulu belum ada alat canggih untuk menentukan arah secara tepat. Tak heran jika candi ini juga sering dijadikan sebagai inspirasi untuk melakukan penelitian astronomi.

Candi Lumbung

candi_lumbung_cGD.jpg
Candi Lumbung (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Jika Teman Traveler terus berjalan ke arah utara, kalian bakal menemukan tiga candi lainnya. Pertama adalah Candi Lumbung. Beda dengan Prambanan, bangunan kuno ini bercorak Buddha. Menurut penelitian para ahli, candi ini dibangun di periode sama dengan berdirinya Candi Sewu.

Candi Bubrah

candi_bubrah_Bld.jpg
Candi Bubrah (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Di sisi utara Candi Lumbung, Teman Traveler akan menemukan Candi
Bubrah. Jika dilihat bagian atasnya yang berbentuk mirip stupa, bisa
disimpulkan bahwa bangunan kuno ini bercorak Buddha. Penelitian para ahli mengatakan bahwa candi satu ini dibangun pada sekitar Abad ke-8 Masehi atau hampir bersamaan dengan Candi Lumbung dan Sewu.

Candi Sewu

candi_sewu_pbo.jpg
Candi Sewu (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Di sisi paling utara, Teman Traveler bisa mengunjungi Candi Sewu. Sama
seperti Lumbung dan Bubrah, bangunan kuno ini juga bercorak Budha.
Meski namanya ‘sewu’ atau berarti ‘seribu’ dalam Bahasa Jawa, Candi Buddha terbesar kedua setelah Borobudur ini hanya punya sekitar 498 candi.

Salah satu peninggalan unik di Candi Sewu yang pantang Teman Traveler lewatkan adalah Arca Dwarapala. Patung yang digambarkan membawa gada tersebut bentuknya sangat khas dan terlihat begitu gagah.

candi_sewu_senja_gf8.jpg
Candi Sewu kala senja (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Ketiga candi di sisi utara ini cenderung sepi pengunjung. Ada kalanya saat musim liburan wisatawan hanya terkumpul di sekitar Prambanan saja. Hanya sedikit yang menjelajah sampai ke Candi Sewu karena
jaraknya cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki.

Namun jangan berkecil hati Teman Traveler. Situasi ini justru jadi kesempatan buat kalian untuk menjelajahi kompleks candi dengan lebih leluasa. Tidak perlu antre panjang atau berdesakan dengan pengunjung lain.

Fasilitas Lain

rusa_A5M.jpg
Rusa di komplek Prambanan (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Pihak Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola sudah menyediakan beberapa fasilitas menarik di sekitar Prambanan. Salah satu yang pantang dilewatkan adalah kebun binatang mini. Di sini kalian bisa melihat tingkah polah rusa, kelinci, hingga burung kasuari dari jarak dekat.

Teman Traveler juga bisa mampir ke museum dan tempat penjualan suvenir. Pada waktu-waktu tertentu, kompleks candi juga kerap dimanfaatkan untuk menggelar konser musik.

Tiket dan Jam Buka

pool_hRN.jpg
Tempat menunggu mobil jemputan (c) Listya Prabawa/Travelingyuk

Teman Traveler hanya perlu bayar Rp40.000 untuk menikmati seluruh keindahan di komplek Candi Prambahan. Sementara untuk pengunjung usia anak-anak, cukup membayar Rp20.000 saja. Soal jam buka, destinasi wisata ini siap menyambut wisatawan mulai pukul 06.00 hingga 17.00.

Itulah sedikit pengalaman saya menjelajah di sekitar Candi Prambanan. Jika sedang liburan di Jogjakarta atau sekitarnya, jangan lupa mampir ke sini ya. Dijamin kalian bakal terpukau dengan keindahan komplek bangunan kuno di sini.

Tags
Jogja Jogjakarta kontributor Travelingyuk wisata jogja Wisata Jogjakarta
Share