Bubur Ayam Priangan Cilacap, Gurihnya Melegenda

Intan Deviana

Intan Deviana

On Indonesia
Bubur Ayam Priangan Bubur Ayam Priangan

Teman Traveler termasuk tim bubur ayam diaduk atau tidak, nih? Terlepas dari hal itu, di Cilacap ada satu kedai bubur enak yang wajib kalian coba. Namanya Bubur Ayam Priangan, terkenal dengan rasa gurihnya yang melegenda.

Warung tampak depan (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Warung bubur satu ini berada di Jalan Gatot Subroto No 37, persis di seberang RSUD Cilacap. Mereka sudah buka sejak 1990-an dan masih eksis sampai sekarang. Gurihnya dan enaknya tetap sama. Pas banget untuk disantap bersama sahabat maupun keluarga.

Tekstur Bubur Tidak Begitu Lembek

Tekstur bubur pas (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Bubur identik dengan beras dimasak lembek dan sedikit berair. Tapi jika terlalu lembek, sensasi menyantapnya jadi kurang sedap. Nah, di sini Teman Traveler tak akan menjumpai bubur yang seperti itu. Sebaliknya, teksturnya benar-benar pas. Pasti bakal langsung cocok di lidah kalian.

Tidak Menggunakan Kuah

Berburu sarapan bubur (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Jika biasanya bubur ayam disajikan dengan kuah terpisah, di sini kalian takkan menemukan hal tersebut. Di meja pembeli hanya ada botol kecap dan mangkuk sambal. Inilah yang jadi ciri khas Bubur Ayam Priangan, disajikan tanpa kuah.

Cita Rasa Kaya akan Merica

Antrean pembeli (c) Travelingyuk

Meski tidak menggunakan kuah, cita rasa bubur ini sudah sangat kuat dan mencolok. Sensasi gurih dan pedas mericanya sangat kentara sejak suapan pertama. Eits, tak perlu khawatir Teman Traveler, kalian takkan merasa eneg. Perut kalian justru akan terasa hangat saking gurihnya.

Topping Bubur Spesial

Topping-nya spesial (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Ciri khas lain Bubur Ayam Priangan adalah topping-nya. Jika biasanya bubur ayam diberi taburan kacang kedelai, elemen pelengkap tersebut takkan Teman Traveler temukan di sini.

Seporsi bubur Priangan disajikan bersama potongan cakue, suwiran daging ayam, daun bawang segar, dan bawang goreng. Cakuenya terasa crunchy lho. Rasanya jadi makin spesial di lidah.

Tanpa Kerupuk

Suasana di dalam warung (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Bubur satu ini terasa makin beda dibanding bubur lain karena tidak disajikan bersama kerupuk. Namun dengan kekuatan rasa yang ditawarkan, tambahan kerupuk sepertinya tak lagi diperlukan. Apalagi potongan cakuenya sudah terasa crunchy.

Banjir Pembeli

Antre setiap waktu (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Buka tiap hari mulai pukul 06.00-21.30, warung ini selalu jadi favorit warga Cilacap maupun wisatawan. Terutama mereka yang tengah mencari menu sarapan pagi. Memasuki momen akhir pekan dan liburan, Teman Traveler harus siap antre demi mencicipi kenikmatan kuliner legendaris Cilacap ini.

Menu Lontong Opor

Bayar di kasir pun antre (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Bagi Teman Traveler kurang suka menu bubur ayam, kedai ini juga sediakan menu seperti lontong opor. Beda dengan buburnya, lontong di sini disajikan lengkap bersama kerupuk.

Bagaimana Teman Traveler, penasaran dengan cita rasa super mantap Bubur Ayam Priangan? Semangkuknya bisa kalian tebus bermodal Rp14.000 saja. Jangan lupa mampir kalau sedang di Cilacap, ya.