Bendung Tirtonadi, Berasa Sedang di Hollywood

Bendung Tirtonadi di sebelah utara Terminal Tirtonadi merupakan public space anyar yang belakangan amat diminati masyarakat Solo, baik tua maupun muda. Meskipun fasilitas di sana belum sepenuhnya sempurna, beberapa sudah bisa dinikmati.

Patung Keris di sekitar bendung (c) Layangseta/Travelingyuk

Mulanya Bendung Tirtonadi dibangun untuk mengurangi dampak banjir di sepanjang Sungai Pepe dan membersihkan sampah yang terangkut melalui aliran air. Namun tak dinyana belakangan kawasan ini justru makin berkembang sebagai salah satu wisata unggulan di Solo.

Walk of Fame ala Hollywood

Walk of Fame tokoh pewayangan (c) Layangseta/Travelingyuk

Seperti disebutkan sebelumnya, Bendung Tirtonadi belakangan jadi salah satu kawasan wisata favorit di Solo. Banyak hal menarik bisa ditemukan di sini. Di pedestrian sebelah selatan dan utara, Teman Traveler bisa melihat walk of fame ala-ala Hollywood.

Namun alih-alih nama artis atau tokoh terkenal, di pengelola justru memajang nama tokoh pewayangan seperti Bagong, Petruk, Srikandi, hingga Arjuna. Cukup menarik untuk dikunjungi, apalagi dijadikan objek foto-foto.

Panorama Gedung dan Sungai Pepe

Indahnya mentari senja (c) Layangseta/Travelingyuk

Waktu terbaik mengunjungi Bendung Tirtonadi adalah pagi atau sore hari. Datang terlalu siang, cuaca sekitar akan terasa sangat panas karena tidak ada pohon peneduh di sekitar sini. Jadi sebaiknya Teman Traveler atur waktu dulu sebelum memutuskan jalan-jalan kemari.

Jika beruntung, di pagi hari Teman Traveler bisa melihat kabut tipis dari pemanasan air sungai. Kabut ini akan naik dan menyelimuti jalanan, membuat suasana sekitar menjadi tak ubahnya seperti di pegunungan.

Lampu taman unik (c) Layangseta/Travelingyuk

Beberapa sudut tampak dihiasi ornamen bergaya Jawa, seperti kayon dan lampu klasik. Alhasil panorama di sekitar bendung pun jadi lebih menarik untuk dinikmati.

Salurkan Hobi Mancing

Memancing di pinggir sungai (c) Layangseta/Travelingyuk

Meski arusnya cukup deras, Kali pepe menyimpan banyak ikan. Teman Traveler bisa salurkan hobi mancing di sini. Tinggal bawa joran dan pilih spot favorit. Bisa di pinggir sungai atau berada di bawah bendung dengan aliran air cukup deras.

Tangga di pinggir permukaan air (c) Layangseta/Travelingyuk

Bangunan Penelitian yang Unik

Papan Kawuh Tirta (c) Layangseta/Travelingyuk

Bangunan berhiaskan kaca warna-warni di ujung timur ini rencananya akan digunakan sebagai tempat penelitian air. Arsitekturnya memang cukup unik, cocok untuk ber-selfie ria. Teman Traveler tak perlu memarkir kendaraan di sini karena sudah ada jembatan yang menghubungkan bagian utara dan selatan.

Bagian dalam ruangan cukup unik (c) Layangseta/Travelingyuk

Jogging Track Panjang

Pedestrian dilengkapi bangku taman (c) Layangseta/Travelingyuk

Bagi Teman Traveler yang suka berolahraga, Bendung Tirtonadi memiliki jogging track cukup panjang. Membentang dari barat hingga timur, mencakup dua sisi sungai. Begitu lelah, tinggal beristirahat di beberapa bangku taman di sepanjang track.

Itulah Bendung Tirtonadi, tempat pas untuk habiskan sore sembari santai atau berolahraga di sekitar Solo. Asyiknya lagi, tidak ada tiket masuk untuk menjelajah kawasan ini. Teman Traveler cukup bayar biaya parkir Rp2.000 untuk sepeda motor. Tertarik?

Tags
kontributor Solo Travelingyuk Wisata Solo
Share