Bakmi Gang Kelinci Jakarta, Legenda Enam Dekade

Hai Teman Traveler. Apa sih yang wajib kalian lakukan kalau sedang singgah ke sebuah daerah anyar? Kalau saya, selain mengobrol dengan warga lokal dan beli oleh-oleh khas, satu lagi yang tak boleh kelewatan adalah mencicipi kuliner legendarisnya. Nah, ketika berkunjung ke Jakarta beberapa saat lalu, saya menyempatkan diri menjajal nikmatnya Bakmi Gang Kelinci.

Bakmi Gang Kelinci berada di kawasan Passer Baroe alias Pasar Baru yang ada di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kuliner ini sudah puluhan tahun eksis di kawasan perdagangan tekstil ibu kota. Lantas seperti apa cita rasanya? Yuk, simak pengalaman saya berikut ini.

Melegenda Sejak 1957

img_20190731_143443_URJ.jpg
Kedai Bakmi Gang Kelinci (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Menilik sejarahnya, bisnis yang didirikan oleh Hadi Sukiman pada tahun 1957 ini rupanya berawal dari sebuah gerobak sederhana di Jalan Pintu Besi, Pasar Baru, tepatnya di depan Teater Globe (Moyen). Sejak tahun 1962, gerobak tersebut dipindah ke gang sempit di Jalan Belakang Kongsi No.16 Pasar Baru.

Namun jika berkunjung ke sana sekarang, Teman Traveler tak bakal menemukan gerobak sederhana. Bakmi Gang Kelinci telah menjelma menjadi tempat makan luas yang bisa menampung banyak pelanggan. Uniknya, lokasi utamanya masih berada di gang sempit di kawasan Pasar Baru.

Menunya Sangat Beragam

menu_bEF.jpg
Deretan menu yang tersedia (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Meski menu utama di sini adalah aneka olahan mie, namun Teman Traveler bakal takjub dengan varian yang mereka tawarkan. Bakminya saja ada tiga macam, , yaitu bakmi biasa, lebar, dan keriting. Menurut pelayannya, semua rasanya sama, hanya berbeda dari segi bentuk.

img_20190731_135402_7bt.jpg
Menu nasi goreng seafood (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Selain bakmi, Teman Traveler bisa menjajal menu bakso, capcay, nasi goreng, siomay, ifu mie, bubur ayam, steak, dan masih banyak lagi. Saran saya karena yang khas di kedai ini adalah bakmi, jangan sampai lupa memesan sajian tersebut.

Bakmi Spesial Gang Kelinci

img_20190731_134113_nPH.jpg
Seporsi bakmi spesial (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Tertarik menjajal menu paling favorit, atas rekomendasi pelayan, saya pun memesan bakmi spesial Gang Kelinci. Sekilas tampilannya mirip dengan mie ayam. Seporsinya terdiri dari mie, potongan ayam, sawi hijau, dan kuah kaldu yang dipisah.

img_20190731_134216_Kt2.jpg
Dua jenis potongan ayam (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Potongan ayam untuk mie di sini disajikan dalam dua varian, satu berwarna kecoklatan dengan cita rasa manis, sementara satunya lagi ayam berwarna bening dengan rasa cenderung gurih asin. Selain itu ada tambahan potongan jamur kancing juga di dalamnya. Hmm dalam kondisi perut lapar, sajian spesial di depan mata ini langsung sukses menggugah selera makan saya.

Bakmi Kenyal dengan Rasa Istimewa

img_20190731_134335_w1Y.jpg
Bakminya terasa kenyal (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Tidak mengherankan kalau Kedai Bakmi Gang Kelinci selalu ramai dipadati pengunjung. Pasalnya, memang seistimewa itu cita rasa bakminya. Terasa kenyal dan lembut di mulut. Kuah kaldu jadi penyempurna lantaran sensasi segar dan gurihnya. Biar makin istimewa, jangan lupa pakai kecap dan sambal yang rasanya nendang.

Harga Sedikit Menguras Kantong

img_20190731_135428_YR6.jpg
Menu Chicken Steak (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Soal harga, Teman Traveler harus merogoh kocek agak dalam karena sajian di Bakmi Gang Kelinci ini dibanderol lumayan mahal. Bakmi spesial pesanan saya dibanderol seharga Rp27.000 per porsi. Sementara untuk nasi goreng seafood dan chicken steak masing-masing ditawarkan seharga Rp41.000 dan Rp40.000.

Eits, tapi jangan mundur teratur dulu. Meski harganya tergolong kurang ramah kantong, sebanding kok dengan cita rasa yang akan Teman Traveler dapat. Apalagi porsi nasi goreng dan chicken steak-nya cukup banyak, bisa disantap untuk berdua lho.

Menuju Bakmi Gang Kelinci

img_20190731_132757_QGA.jpg
Suasana di dalam kedai (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Lantaran lokasinya ada di gang sempit, ada baiknya Teman Traveler tidak menumpang mobil pribadi saat berkunjung ke sini. Saran saya, kalian bisa manfaatkan jasa ojek online, menggunakan motor pribadi, atau transportasi umum. Jika memang terpaksa mengendarai mobil sendiri, bisa parkir sedikit agak jauh dari kedai dan lanjut berjalan kaki.

Itulah sedikit pengalaman saya makan di Kedai Bakmi Gang Kelinci. Buat Teman Traveler yang sedang liburan di Jakarta dan baru saja mengunjungi kawasan Pasar Baru, tempat ini bisa jadi tujuan kulineran yang tawarkan suasana berbeda. Selamat mencoba!

Tags
Jakarta kontributor kuliner jakarta Travelingyuk
Share