Bacol Cimahi, Si Mini yang Legendaris

Teman Traveler mungkin pernah dengar beberapa kuliner Bandung yang namanya merupakan singkatan. Sebut saja Cireng (aci digoreng), Cuanki (cari uang jalan kaki), dan masih banyak lagi. Namun tahukah kalian bahwa ternyata ada juga Bacol Cimahi yang cukup legendaris?

Bacol sendiri merupakan akronim dari bala-bala cocol. Bentuknya berupa gorengan tahu, cireng, maupun bala-bala dengan ukuran mini yang disantap bersama saus kacang. Penasaran untuk tahu lebih lanjut? Yuk, simak bersama ulasan soal Bacol Cimahi berikut ini.

Kisah Awal Mula Bacol

bacol_spanduk_depan_evp.jpg
Salah satu warung Bacol di Cimahi (c) Lutfi Dananjaya/Travelingyuk

Bacol Cimahi bisa dibilang termasuk kuliner legendaris. Tak sedikit orang yang sengaja datang daerah lain hanya untuk memuaskan kangen akan rasa khasnya. Salah satu penjual Bacol yang cukup populer adalah Ibu Amih. Warungnya sudah eksis sejak era 90-an.

“Awal tahun 1992 ketika pertama kali mulai berjualan, anak-anak sekolah di sekitaran Pasar Antri Lama menyebut nama gorengan yang ibu buat dengan sebutan: Bacol Bacol”, demikian tutur Bu Amih. 

Berusia 25 Tahun Lebih

kolase_proses_pembuatan_bacol_zms.jpg
Proses memasak bacol (c) Lutfi Dananjaya/Travelingyuk

Kedai Bacol Cimahi milik Bu Amih bisa Teman Traveler temukan di Jalan Sriwijaya, Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah. Tempatnya berada tepat di seberang Pasar Antri Baru.

kolase_melayani_pembeli_Zcw.jpg
Tumpukan bacol yang nampak menggiurkan (c) Lutfi Dananjaya/Travelingyuk

Meski harus bersaing dengan pedagang bacol lainnya, bacol racikan khas Bu Amih bisa terus eksis dan diburu pelanggan. Rahasianya ada di bumbunya yang terasa begitu khas. Meski sudah melewati ujian waktu selama seperempat abad, enaknya terus konsisten hingga kini.

Murah dan Enak

potrait_pelanggan_bacol_csH.jpg
Banyak pelanggan setianya (c) Lutfi Dananjaya/Travelingyuk

Meski dibanderol dengan harga murah, Bacol Bu Amih menawarkan rasa lezat Teman Traveler. Tak heran jika pelanggannya terus eksis hingga kini.

“Dulu ibu mah jualan Bacol harganya cuma 50 perak, itu di tahun 1992. Kalo sekarang 1.000 dapet tiga,” tutur Bu Amih.

Pelanggan yang datang ke sini umumnya membeli sebanyak Rp10.000, itupun sudah dapat banyak. Jika ingin menyantap di tempat, terdapat deretan tempat duduk di pelataran luar warung. Namun tak sedikit pula yang memilih menikmati bacol favorit di rumah.

Tersedia Aneka Varian

bacol_wide_6D9.jpg
Tahu goreng mini (c) Lutfi Dananjaya/Travelingyuk

Buat Teman Traveler yang sedang liburan di Cimahi, wajib banget mencicipi Bacol ala Ibu Amih. Kalian bisa pilih, mau bacol, tahu goreng, atau bala-bala mini. Semuanya gurih dan nikmat. Ada pula cireng mini yang terkenal kenyal.

Untuk bumbu cocol, rasanya cukup unik. Paduan pedas, manis, dan asam yang benar-benar pas. Pokoknya Teman Traveler harus coba deh.

Bacol Cimahi buka mulai pukul 19.00. Jika Teman Traveler takut kehabisan, sebaiknya jangan datang lebih pukul 22.00. Bagaimana, siap menikmati sore sambil nyamil bacol?

Tags
bacol cimahi Bandung kontributor kuliner bandung Travelingyuk
Share