Wisata Sejarah di Tanah Datar, Menilik Masa Lalu di Tanah Minangkabau

Kabupaten Tanah Datar, terletak di antara Gunung Marapi dan Gunung Singgalang. Menarik pelancong untuk datang dengan adanya Danau Singkarang yang luasnya meliputi wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Tidak hanya itu, terdapat beberapa wisata sejarah di Tanah Datar. Apa sajakah destinasi yang mengandung nilai sejarah tersebut? Yuk disimak pada ulasan berikut!

Benteng Van Der Capellen

Benteng Van Der Capellen via Instagram @kuntumchairaa
Benteng Van Der Capellen via Instagram @kuntumchairaa

Wisata sejarah di Tanah Datar ini tidak terlepas dari campur tangan Belanda saat terjadi perang antara Kaum Agama dan Kaum Adat di Batusangkar pada tahun 1821. Kaum Adat meminta bantuan Belanda agar menang, akhirnya dibangunlah benteng pertahanan Van Der Capellen. Namun ternyata Belanda tidak sepenuhnya membantu Kaum Adat, mereka sekaligus menguasai Tanah Datar. Teman Traveler masih dapat melihat sisa-sisa benteng masih berdiri cukup kokoh dengan membayar kurang lebih Rp10 ribu.

Istana Pagaruyung

Istano Basa Pagaruyung via Instagram @minangtourism
Istano Basa Pagaruyung via Instagram @minangtourism

Wisata sejarah di Tanah Datar ini disebut Istana Pagaruyung atau Istano Basa merupakan tiruan dari istana asli yang terletak di atas Bukit Batu Patah, dahulu dibakar oleh Belanda pada masa kerusuhan tahun 1804. Istana Pagaruyung sesungguhnya tempat di mana kerajaan Melayu berdiri di masa silam. Bangunan berbentuk rumah adat Minangkabau ini terbagi dalam beberapa bagian. Ruang utama terletak paling bawah dengan beberapa bilik di samping dan belakang, sebagian merupakan kamar para putri raja yang telah menikah, sedangkan kamar putri raja yang belum menikah terletak di lantai kedua.

Ruang tengah merupakan tempat singgasana raja, sedangkan lantai teratas dahulunya digunakan raja untuk bersantai, kini dijadikan lokasi untuk memajang koleksi senjata. Teman Traveler bisa langsung berkunjung ke istana yang berada di nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanah Tanjung Emas, Batusangkar.

Istana Silinduang Bulan

Istana Si Linduang Bulan via Instagram @mizterdjie
Istana Silinduang Bulan via Instagram @mizterdjie

Satu lagi wisata sejarah di Tanah Datar berbentuk rumah adat Minangkabau, Istana Si Linduang Bulan, dibangun sekitar 2 kilometer dari Istana Baso Pagaruyung. Disebut juga dengan sebutan Ruang Gadang Sambilan Ruang, istana yang ada sekarang juga merupakan replika dari aslinya yang telah terbakar. Kalau dilihat dari ukuran, Istana Silinduang Bulan lebih kecil daripada Istana Baso Pagaruyung. Istana ini dimanfaatkan untuk menyimpan benda-benda pusaka Istana Pagaruyung.

Cagar Budaya Batu Batikam

Batu Batikam via Instagram @afzan_yusuf
Batu Batikam via Instagram @afzan_yusuf

Secara harfiah berarti Batu yang Tertusuk karena terdapat bekas tusukan dari keris Datuak Parpatiah Nan Sabatang, seorang tokoh legendaris penyusun adat Minangkabau. Wisata sejarah ini terletak di Jurung Dusun Tuo, Nagari Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Termasuk sebagai benda cagar budaya, Batu Batikam dapat dikunjungi oleh pelancong. Keberadaan batu bersejarah tersebut merupakan salah satu bukti adanya Kerajaan Minangkabau pada zaman dahulu. Tidak hanya sekedar pajangan, namun batu ini mempunyai makna bahwa masyarakat Minangkabau sangat mementingkan perdamaian dan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari.

Luhak Nan Tigo, sebtan lain untuk Kabupaten Tanah Datar, ternyata menyimpan sejumlah bangunan budaya yang bisa disinggahi. Demi tidak melupakan sejarah dibalik berdirinya kawasan ini. Teman Traveler sudah pernah singgah di salah satu destinasi tersebut? Boleh dong berbagi cerita pada kolom komentar?

Tags
Indonesia Sumatera Barat Tanah Datar Wisata wisata sejarah
Share