Merasa Penat? Cobalah Wisata Sambat di Jogja dan Sekitarnya

Teman Traveler pernah mendengar Wisata Sambat? Jika penasaran dan ingin tahu di mana lokasi persisnya, kalian sudah membaca artikel yang tepat. Wisata Sambat sejatinya merupakan sebutan untuk tiga destinasi yakni Punthuk Setumbu, Bukit Rhema, dan Rumah Doa, atau dikenal dengan Gereja Ayam.

Dok. Pribadi
Pemandangan indah dari ketinggian (c) Pipit Elfitri/Travelingyuk

Lantas mengapa dinamai demikian? Well, nama Wisata Sambat konon pertama kali dicetuskan oleh dua bersaudara, sebut saja Suharti dan Endang. Dua wanita tersebut datang jauh-jauh dari Magelang ke Jogja sejak dini hari demi menikmati mentari pagi, meski akhirnya matahari sudah mulai naik sepenggalah ketika mereka tiba di tujuan.

Puthuk Setumbu

Berpose di Punthuk Setumbu (c) Pipit Elfitri/Travelingyuk

Sambat (mengeluh dalam bahasa Jawa-red) pertama dibuka. Trek
pendakian yang cukup jauh membuat mulut keduanya tiada henti mengeluh. Padahal fasilitas yang disediakan sudah cukup memadai. Anak tangga dibuat bertingkat rapi, mempermudah pengunjung sampai di Puncak Setumbu.

Bagi yang ingin beristirahat sembari menghilangkan dahaga, deretan kedai jajanan dan minuman sudah tersedia. Pengunjung juga bisa membawa oleh-oleh berupa kerajian hasil kreasi pengrajin setempat. Namun bukan ternyata bukan itu saja yang membuat Suharti dan Endang menyebut rangkaian wisata ini sebagai Wisata Sambat.

Doc. Pribadi
Spot foto dengan lanskap perbukitan yang bisa dinikmati cuma-cuma (c) Pipit Elfitri/Travelingyuk

Sehar-hari berkutat dengan rutinitas kantor dan tugas melayani tamu guest house membuat keduanya tak sempat meluapkan sambat. Bukan hanya karena tuntutan profesionalitas, namun tenaga pun rasanya sudah tak tersisa untuk sekedar mengeluh.

Kemegahan alam sepanjang jalur pendakian menuju Punthuk Setumbu pun jadi saksi bisu sambat keduanya. Begitu pula dengan burung-burung berkicau di sekitar dan panorama menawan Gunung Merapi serta Merbabu, yang langsung nampak begitu sampai di puncak.

Pasca sambat dan lelah berlalu, Suharti dan Endang masih punya jadwal kegiatan lain. Apalagi jika bukan berfoto selfie. Di sini pengunjung juga bisa bersantai sembari mencoba mengakrabkan diri dengan alam maupun rekan seperjalanan.

Perjalanan Menuju Bukit Rhema

Dok. Pribadi
Menikmati snack dan minuman di puncak Bukit Rhema (c) Pipit Elfitri/Travelingyuk

Dari Puncak Setumbu, perjalanan bisa dilanjutkan ke Rumah Doa alias Gereja Ayam. Teman Traveler bakal melewati sebuah bukit yang menghubungkan dua wisata hits Muntilan ini. Perjalanan bakal memakan waktu kira-kira 15 menit menggunakan sepeda motor, tapi kalian harus turun lebih dulu dari puncak. Jika tak ingin repot, bisa langsung berjalan kaki menuju sana, dengan waktu tempuh kira-kira 5-10 menit.

Sebelum benar-benar sampai di Gereja Ayam, Teman Traveler harus mendaki bukit dengan kemiringan hampir 70 derajat. Kabar baiknya, di loket pembelian tiket kalian akan dimanjakan voucher diskon kopi dan snack gratis, yang bisa ditebus begitu sampai di Rumah Doa. Namun sebaiknya kalian tetap bawa perbekalan air dan makanan cukup.

Bagi yang tidak cukup tega menyiksa betis, bisa menyewa angkutan roda empat untuk sampai tujuan. Namun jika Teman Traveler kuat, rasakan sensasi menanjak menuju puncak bukit. Tanpa sadar sambat akan keluar satu-persatu dari bibir.

Gereja Ayam

Berfoto di Gereja Ayam (c) Pipit Elfitri/Travelingyuk

Begitu sampai di puncak Bukit Rhema, Teman Traveler akan disambut gedung berbentuk kepala burung merpati yang terlihat gagah. Suasananya terasa berbeda dibanding destinasi sebelumnya. Rimbunnya pepohonan berpadu apik dengan bangunan lawasa bernuansa sakral.

Sayang rasanya jika datang ke sini hanya untuk sekedar berfoto-foto. Teman Traveler wajib mencari informasi detail mengenai Rumah Doa. Namun jangan khawatir, usai menunjukkan tiket di pintu masuk utama kalian akan mendapat guide yang bakal memberi penjelasan lengkap soal itu.

Rumah Doa berdiri sejak 1992. Pemrakarsanya adalah seorang kelahiran Lampung keturunan Tionghoa. Mulanya proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar.

Uniknya, tempat ini berupaya menyatukan lima agama yang ada di Indonesia. Di bagian dalamnya terdapat ruang ibadah yang disekat dengan dinding bata. Semua pemeluk agama bisa beribadah dengan khusyuk sesuai kepercayaan masing-masing.

Di lantai dua, Teman Traveler bisa melihat aula yang biasa digunakan sebagai panggung pertunjukan, paduan suara, dan kegiatan lain. Namun hati-hati saat menuju sini, sebab kalian harus menapaki anak tangga dengan kemiringan hampir 90 derajat.

Tangga menuju lantai tiga bisa ditemukan di balik panggung aula. Begitu sampai di lantai berikutnya, Teman Traveler bisa menikmati keindahan alam luar biasa dari ketinggian. Meski kerap disebut Gereja Ayam, bangunan ini sejatinya didesain inspirasi merpati.

Menikmati pemandangan dari ketinggian (c) Pipit Elfitri/Travelingyuk

Gereja Ayam sendiri sebenarnya bukan sebuah gereja, melainkan bangunan rumah ibadah untuk warga dengan beragam kepercayaan berbeda di Indonesia. Hanya saja di bagian puncaknya memang terdapat simbol ‘plus’ yang kerap dimaknai banyak orang sebagai salib, hingga akhirnya memunculkan sebutan Gereja.

Itulah sekilas ulasan mengenai Puthuk Setumbu, Bukit Rhema, dan Gereja Ayam, tiga wisata hits di Muntilan, Magelang. Jika penasaran, Teman Traveler bisa berangkat dari Jogja. Transportasi menuju wisata Magelang ini sudah cukup memadai kok. Jika menggunakan sepeda motor, bisa kalian tempuh dalam satu setengah jam. Selamat berlibur!

Tags
Jogja kontributor Magelang Travelingyuk wisata jogja wisata magelang wisata sambat
Share