Wisata Mumi Ratusan Tahun di Wamena, Seram tapi Bikin Penasaran!

Tidak hanya Mesir yang punya mumi, Indonesia juga punya lho. Mumi-mumi ini usianya ratusan tahun dan terdapat di Wamena, Papua. Mumi Indonesia ini berwarna hitam dan mulutnya menganga. Ingin tahu seramnya wisata mumi di Wamena? Simak informasinya berikut.

Wisata Mumi Araboda

Mumi Alouka Hubi via Facebook

Terletak di kampung Bauntagima Araboda, Distrik Asologaima atau arah Barat Laut dari Ibu Kota Wamena. Murni Araboda memiliki nama asli Alouka Hubi. Kondisi mumi Aloka Hubi  di Araboda tersebut diletakkan dalam bungkusan kawat kasa, kemudian ditempatkan dekat dengan perapian guna menjaga kekeringan kulitnya dari kelembapan udara serta serangan hama tikus. 

Lokasi wisata ini juga menawarkan atraksi tarian tradisional serta acara memasak secara tradisional bakar batu. Masuk ke Iokasi ini gratis, namun untuk mengabadikan gambar bersama Mumi tersebut, Teman Traveler, harus membayar Rp 50 ribu per orang. 

Wisata Mumi Humomumi Wo’ogi

Mumi Humomumi Woogi via Facebook

Mumi selanjutnya berada di kampung Humomumi, desa Wo’ogi, Distrik Silo Sukarno Doga. Kampung Humomi di Desa Woogi kira-kira berjarak sekitar ± 35 km dari Kota Wamena. 

Masuk ke lokasi mumi dengan nama asli Agatmamente Mabel ini gratis, namun untuk mengabadikan gambar bersama Mumi Wo’ogi tersebut, Teman Traveler harus membayar biaya sebesar Rp 50 ribu per orang. Sebelum mengunjungi wisata mumi ini, sebaiknya menghubungi pihak keluarga terlebih dahulu, yaitu Bapak Elklus Mabel.

Wisata Mumi Aikima

Mumi Aikima via instagram/indonesia_az

Desa Aikima terletak di Distrik Pisugi, kira-kira berjarak ± 14 km dari Kota Wamena. Desa ini menyimpan jasad kepala suku perang yang merupakan kerabat dari Mumi Humomumi Wo’ogi. Umur mumi Aikima diperkirakan 250 tahun.

Nama asli mumi Aikima adalah Weropak Elosak. Proses mumifikasi terhadap jasad tersebut dilakukan melalui pengasapan dan pembalseman selama kurang lebih tiga bulanan secara terus menerus. Kemudian setiap lima tahun sekali akan diadakan upacara adat, sekaligus pemolesan lemak di tubuh jasad mumi dan pemasangan keling di Ieher mumi. 

Jika ingin mengunjungi mumi Aikima, Teman Traveler harus berangkat pukul 08.00 WIT dari Kota Wamena agar bisa langsung menjumpai penjaga obyek wisata. Masyarakat setempat menarik biaya masuk berdasarkan kendaraan yang digunakan.

Bagi kendaraan roda 2, akan dikenakan biaya Rp 20 ribu dan bagi kendaraan roda 4 ditarik biaya Rp 50 ribu. Bagi yang tidak menggunakan kendaraan, dikenakan biaya Rp 20 ribu per orang. 

Wisata Mumi Jiwika

Mumi Wim Motok Mabel via instagram/roel_riot

Desa Jiwika di Distrik Kurulu terletak 120.5 km di sebelah Utara Kota Wamena. Mumi Jiwika memiliki cerita sejarah mumifikasi yang hampir sama dengan beberapa mumi lainnya, perbedaannya terletak pada cerita kepahlawanan.

Nama asli Mumi Jiwika ini adalah “Wim Motok Mabel”. Usia Mumi Wim Motok Mabel diperkirakan 350 tahun. Setiap lima tahun sekali, pihak keluarga akan melakukan upacara adat sekaligus pemasangan kalung yang terbuat dari tali “noken”. Oleh sebab itu, jika Teman Traveler melihat dari dekat, di leher mumi Wim Motok Mabel terlilit ratusan tali noken, sebagai simbol penghormatan yang dilakukan oleh anak cucu keturunannya. 

Lokasi wisata ini juga menawarkan hiburan tarian tradisional suku Mabel, atraksi memasak makanan secara tradisional alias bakar batu, rumah adat honai serta souvenir hasil kerajinan tangan dari perempuan suku Mabel. Masuk ke lokasi mumi Jiwika akan dikenakan biaya Rp 80 ribu per orang, sekaligus bisa berfoto bersama Mumi. 

Wisata mumi di Wamena ini bisa menjadi pengalaman unik sekali seumur hidup lho, Teman Traveler. Berani datang ke Wamena untuk melihat seramnya mumi asli Indonesia ini? Ditunggu ya!

Tags
Indonesia mumi wamena Papua Wamena Wisata
Share