Kota Tua Jakarta, Jejak Sejarah Batavia yang Menarik

Siapa tak kenal dengan wisata Kota Tua Jakarta? Mereka yang tinggal di sekitar ibu kota, atau bahkan di luar Jakarta, tentu sudah tak asing lagi dengan destinasi satu ini. Dengan suasana klasik yang ditawarkan, wisata Jakarta ini bisa jadi pilihan menarik untuk menghabiskan akhir pekan.

Permata Asia

Salah satu sudut kawasan Kota Tua (c) Muhammad Saadduddin Tenripada/Travelingyuk

Kota Tua Jakarta sebelumnya dikenal dengan sebutan Batavia Lama atau Oud Batavia. Kawasan ini merupakan sebuah wilayah kecil dengan luas mencapai 1,3 kilometer persegi, melintasi Jakarta utara dan barat (Pinangsia, Taman Sari, dan Roa Malaka).

Pada Abad ke-16, wilayah ini kerap dikuluki ‘Permata Asia’ dan ‘Ratu dari Timur’ oleh para pelayar Eropa. Posisinya strategis, dengan sumber daya melimpah dan dianggap sebagai pusat perdagangan di Asia.

Mudah Diakses

Bus di sekitar kawasan Kota Tua (c) Muhammad Saadduddin Tenripada/Travelingyuk

Kala itu saya berangkat menuju kawasan Kota Tua Jakarta dari Depok. Menggunakan transportasi KRL, saya cukup merogoh kocek Rp14.000 saja, dengan perjalanan sekitar satu jam. Naik dari Stasiun Pondok Cina, saya turun di Stasiun Jakarta Kota. Dari sini, Teman Traveler bisa langsung menuju Museum Fatahillah. Jaraknya cukup dekat kok, sekitar 200 meter saja.

Oh ya, Stasiun Jakarta Kota sendiri sebenarnya sudah masuk kawasan Kota Tua. Jadi begitu turun dari kereta, Teman Traveler bisa langsung merasakan suasana klasik ala Batavia Lama. Sangat menarik untuk diamati, apalagi di tengah liburan akhir pekan.

Salah satu sudut Kota Tua
Salah satu sudut Kota Tua (c) Muhammad Saadduddin Tenripada/Travelingyuk

Di sekitar sini juga terdapat sederet jajanan khas yang bisa Teman Traveler coba. Salah satunya kerak telor, yang banyak dijajakan di emperan jalan luar stasiun.

Museum Fatahillah

Meriam di depan Museum Fatahillah (c) Muhammad Saadduddin Tenripada/Travelingyuk

Salah satu spot wisata menarik yang bisa Teman Traveler kunjungi selama berada di Kota Tua Jakarta adalah Museum Fatahillah. Destinasi satu ini sepertinya memang tak bisa dipisahkan dari kawasan Kota Tua. Apalagi museum ini menjadi salah satu saksi bisu perjuangan masyarakat Indonesia dalam melawan penjajah.

Suasana lengang di sekitar museum (c) Muhammad Saadduddin Tenripada/Travelignyuk

Semasa VOC berkuasa, bangunan museum dijadikan sebagai balai kota, pengadilan, dan penjara bawah tanah. Tak heran jika Museum Fatahillah memiliki banyak koleksi benda peninggalan dari zaman Belanda. Sangat menarik untuk diamati, terutama bagi para penggemar wisata sejarah. Apalagi untuk masuk sini Teman Traveler cukup membayar Rp2.000.

Sebelum masuk museum, Teman Traveler bisa berfoto-foto di kawasan sekitar bangunan utama. Ada beberapa objek menarik seperti meriam kuno. Kalian juga merasakan asyiknya berkeliling naik sepeda onthel dengan biaya sewa Rp20.000 per setengah jam. Rasakan pula serunya memberi makan burung merpati di sekitar museum wayang.

Itulah sederet keseruan yang bisa Teman Traveler rasakan kala berwisata di Kota Tua Jakarta. Tak hanya memiliki deretan gedung-gedung tinggi, ibu kota juga punya banyak jejak sejarah masa lalu yang menarik dikunjungi. Bagaimana menurut kalian Teman Traveler?

Tags
Jakarta kontributor Travelingyuk wisata jakarta
Share