Tips Sebelum Berkunjung ke Wisata Kopi, Siap-siap Ketagihan Ya

Ngopi kini sudah menjadi lifestyle penduduk di kawasan urban. Apalagi dengan menjamurnya kedai kopi di penjuru nusantara, kegiatan satu ini pun jadi lebih mudah. Tak hanya kafe, wisata kopi seperti berkunjung ke kebunnya, melihat pengolahan dari biji hingga menjadi minuman sudah banyak di Indonesia. Sebelum memasukkan aktivitas ini dalam daftar liburanmu, sebaiknya simak tips ngopi di bawah ini.

Makan Dahulu Sebelum Minum Kopi

Makan Dulu Beberapa Saat Sebelum Ngopi via Shutterstock
Makan Dulu Beberapa Saat Sebelum Ngopi via Shutterstock

Lambung memproduksi asam yang bersifat korosif, sehingga kalau didiamkan akan berakibat tidak baik bagi kesehatan. Nah kopi mengandung bahan yang dapat memproduksi asam juga. Bagi yang mempunyai masalah pencernaan seperti produksi asam lambung berlebih, jangan lupa mengisi perut. Pastikan Teman Traveler sarapan dulu sebelum ke wisata kopi.

Pilih Kopi dengan Tingkat Keasaman Rendah

Kedai Kopi Memberikan Beragam Pilihan kepada Pelanggan sesuai Selera via Shutterstock
Kedai Kopi Memberikan Beragam Pilihan kepada Pelanggan sesuai Selera via Shutterstock

Tips sebelum berkunjung ke wisata kopi lainnya adalah tak salah memilih jenis yang dicoba. Jenis biji kopi di Indonesia pada umumnya adalah robusta dan arabika. Sedangkan yang banyak disajikan di kedai kopi adalah jenis arabica, dengan kandungan asam sedikit lebih tinggi daripada robusta. Namun Teman Traveler yang bukan penggemar rasa asam, bisa meminta kepada barista untuk memilihkan biji kopi dengan tingkat keasaman paling rendah.

Pilih Metode Seduh Kopi yang Kamu Suka

Metode Seduh Manual Populer di Indonesia, Tubruk via Shutterstock
Metode Seduh Manual Populer di Indonesia, Tubruk via Shutterstock

Setelah lelah keliling kebun, mampiri ke kedai kopi sudah wajib hukumnya. Ada banyak metode seduh yang diperlihatkan. Ada yang disebut manual brewing, yaitu menyeduh biji kopi dengan cara manual menggunakan suatu alat tertentu. Metode seduh manual yang paling dikenal adalah tubruk. Kemudian ada juga espresso based, yaitu sari pati kopi. Dari situ bisa muncul yang dicampur susu seperti latte atau cappuccino. Nah pastikan Teman Traveler lebih nyaman dengan metode seduh mana. Kalau kurang yakin tanyakan saja kepada baristanya.

Salah Satu Metode Seduh Manual yang Biasa Ditemui di Kedai Kopi via Shutterstock
Salah Satu Metode Seduh Manual yang Biasa Ditemui di Kedai Kopi via Shutterstock

Minta Decaf kepada Barista Jika Ada

Kopi Decaf yang Masih Jarang Ditemui via Shutterstock
Kopi Decaf yang Masih Jarang Ditemui via Shutterstock

Kopi decaf adalah biji kopi yang sudah didekafeinisasi alias dihilangkan kadar kafeinnya. Tanyalah pada barista, disediakan kopi decaf atau tidak. Karena memang tidak semua kedai kopi menyajikannya. Namun walaupun sudah melalui proses dekafeinisasi, kopi tetap mengandung kafein sekalipun hanya sedikit. Hal ini perlu dicoba bagi Teman Traveler yang belum pernah minum kopi sama sekali sebelumnya. Jangan sampai karena wisata kopi, malah jadi sakit.

Tanyakan Susu Apa yang Digunakan, Pastikan Tidak Alergi

Pastikan Tidak Alergi dengan Susu yang Digunakan pada Latte, Cappuccino, atau Lainnya via Shutterstock
Pastikan Tidak Alergi dengan Susu yang Digunakan pada Latte, Cappuccino, atau Lainnya via Shutterstock

Bagi Teman Traveler yang tidak suka pahit bisa memilih menu kopi yang mengandung susu seperti latte, cappuccino, atau piccolo. Coba tanyakan dahulu brand susu apa yang digunakan, karena tidak sedikit penikmat kopi yang tidak tahan atau alergi dengan jenis susu tertentu. Bisa menimbulkan efek kembung dan tidak nyaman di perut.

Minum Kopi Sembari Nyemil Makanan Ringan

Minum Kopi Didampingi Makanan Ringan via Shutterstock
Minum Kopi Didampingi Makanan Ringan via Shutterstock

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kopi mengandung asam serta dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Jadi tips sebelum berkunjung ke wisata kopi selanjutnya adalah memesan camilan pendamping. Biasanya juga disediakan pastry dan cake sebagai pendamping minum kopi. Sehingga perut tidak keroncongan dan sakit nih.

Minum Air Mineral Beberapa Jam Setelah Ngopi

Seimbangkan Ngopi dengan Minum Air Mineral via Shutterstock
Seimbangkan Ngopi dengan Minum Air Mineral via Shutterstock

Air mineral memang dikenal sebagai ‘pencegah’ segala penyakit, banyak yang menganjurkan untuk mengkonsumsinya minimal 8 gelas sehari. Air mineral juga berguna untuk menetralisir asam pada lambung, khususnya setelah minum kopi. Beberapa wisata kopi pun biasanya menyediakan air mineral selain kopi yang akan Teman Traveler coba..

 

Ajak Teman

Ngopi Bareng Teman via Shutterstock
Ngopi Bareng Teman via Shutterstock

Menikmati secangkir kopi dan sepotong cake di kedai kopi kekinian, rasanya kurang lengkap kalau tidak bersama teman. Mengajak seseorang minum kopi memang belum terbukti mempunyai pengaruh kesehatan. Namun dengan kawan, Teman Traveler bisa menikmati kopi secara perlahan karena sambil ngobrol. Sehingga tidak membuat lambung kaget.

Itulah sekian tips ngopi yang bisa dipraktekkan sebelum berkunjung ke wisata kopi. Siap-siap kecanduan jenis liburan yang satu ini. Bagaimana, sudah tahu mau ajak siapa?

Tags
Indonesia lifestyle tips dan inspirasi Tips Ngopi Wisata Kopi
Share