5 Wisata Banda Neira, Indahnya Bikin Terpana

Adakah di antara Teman Traveler yang pernah mengunjungi wisata Banda Neira? Bagi yang belum familiar, Banda Neira adalah sebutan untuk rangkaian pulau kecil seperti Rhun, Ai, Gunung Api, Banda, Neira, Pulau Pisang atau Syahrir, Banda Besar, dan Pulau Hatta. Tak sedikit pula yang menyebutnya Pulau Banda saja.

Banda Neira jelang petang (c) Kamaruddin Azis/Travelingyuk
Keindahan Pulau Rhun, Banda Neira (dok: Kamaruddin Azis)

Ada banyak wisata Banda Neira menarik yang bisa Teman Traveler sambangi. Beberapa yang populer antara lain tempat pengasingan para pejuang, Gunung Api Banda, hingga Gereja Tua Hollandische Kerk dari tahun 1600an. Lantas seperti apa sih indahnya tempat-tempat tersebut? Yuk, simak pengalaman saya kala menjelajah di wisata Maluku ini.

Benteng Belgica

View dari Benteng Belgica (c) Kamaruddin Azis/Travelingyuk

Tak lengkap rasanya jika mengunjungi Banda Neira tanpa datang ke
Benteng Belgica. Bangunan kuno ini didirikan Portugis pada Abad 16, sebelum kemudian dikuasai oleh VOC melalui Gubernur Jendral Pieter Both pada 1611 silam.

Belgica punya daya tarik luar biasa karena Teman Traveler bisa menyaksikan pemandangan pulau dari berbagai penjuru. Dari segi arsitektur juga tak kalah unik. Hampir mirip Fort Rotterdam di Makassar namun lebih tinggi. Bahkan tak sedikit yang menyebut Belgica serupa dengan gedung Pentagon di Amerika Serikat.

View dari selatan benteng (c) Kamaruddin Azis/Travelingyuk

Saya sangat beruntung bisa menikmati keindahan tepi pulau ditemani pemandangan perahu melintas dari benteng ini. Merekam momen sore manakala perahu pinisi berlabuh di sisi barat benteng. Oh ya, usai mengunjungi tempat ini, Teman Traveler bisa langsung mampir ke bekas Rumah Hatta atau rumah peninggalan Gubernur VOC di tepi kota Neira.

Pulau Banda Besar

Gunung Api Banda dilihat dari Lonthoir (c) Kamaruddin Azis/Travelingyuk

Saya sangat senang berkesempatan mengunjungi pulau ini, apalagi bertepatan dengan acara yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Terlepas dari itu, pemandangan di sini memang sangat indah. Paduan pulau, masjid, dan gagahnya Gunung Banda Api hasilkan panorama yang sangat memanjakan mata.

Usai hujan di Banda Besar (c) Kamaruddin Azis/Travelingyuk

Pulau Banda Besar juga memiliki sebuah perkampungan yang masih menjunjung adat istiadat. Salah satunya adalah sistem sasi, sebuah upaya mengendalikan pertumbuhan dan pemanfaatan hasil perkebunan, pertanian serta hasil laut. Misalnya saja, warga tak diperkenankan mengambil lola atau teripang pada saat tertentu. Mereka baru diizinkan usai ada kesepakatan waktu panen dari Dewan Adat.

Pulau Rhun

Pulau Rhun di depan mata (c) Kamaruddin Azis/Travelingyuk

Teman Traveler wajib menumpang atau sewa kapal untuk menyebrang ke Pulau Rhun. Saran saya, sewa speedboat atau kapal kayu saja. Agar biayanya ringan, kalian bisa patungan dengan teman atau penumpang lainnya.

Pulau Rhun nampak eksotis jika dilihat dari perairannya. Formasi rumah dan suasana teduh khas pesisir menguatkan kesan bahwa kawasan ini sangat nyaman ditempati. Dari kejauhan, nampak kubah masjid kuning emas yang bikin panorama sekitar makin indah.

Saat berkunjung ke sini, saya sempat melihat sejumlah perahu silih berganti melintas di depan pulau. Hal tersebut menandakan aktivitas ekonomi di Pulau Rhun juga tak kalah seru. Oh ya, jika ingin menginap di sini, warga akan dengan senang hati memberi tumpangan.

Pulau Hatta

Pantai Pulau Hatta (c) Kamaruddin Azis/Travelingyuk

Saya sempat mengunjungi Pulau Hatta bertepatan dengan sebuah acara kebudayaan. Kala itu suasana cukup meriah, dengan adanya gelaran lomba perahu dan sajian aneka kuliner. Ada juga aktvitas Buka Sasi, di mana masyarakat setempat bersama Pemerintah Desa meresmikan penangkapan hasil laut setelah dilindungi selama beberapa bulan.

Mendekat ke pesisir pulau (c) Kamaruddin Azis/Travelingyuk

Pulau Hatta nampak begitu eksotis dengan hamparan pasir putihnya, terutama di sisi barat. Kawasan ini kerap jadi favorit untuk photo session atau berburu momen sunset.

Wisata Selam

Berfoto bersama Mentri Hotel (dok: Kamaruddin Azis)

Bagi Teman Traveler yang ingin menikmati keindahan bawah laut Banda Neira, silahkan menyelam di tepian Gunung Api Banda Besar. Kalian bakal dimanjakan indahnya terumbu karang yang mencuat di kaki lava dingin.

Spot diving lain yang tak kalah menarik adalah perairan di sekitar Pulau Rhun dan Hatta. Jika berminat menyelam di sana, Teman Traveler tinggal memilih satu dari sekian banyak dive operator di Neira.

Bagaimana Teman Traveler, tertarik mengunjungi wisata Banda Neira di atas? Bagi kalian yang bisa menyelam atau snorkeling jangan lupa bawa peralatan lengkap ya.

Tags
kontributor Maluku Travelingyuk wisata maluku
Share