Wayang Orang Sriwedari, Eksis di Tengah Gempuran Teknologi

Solo memang layak dijuluki kota budaya. Di tengah gempuran arus modernisasi, Kota Batik ini masih konsisten mempertahankan kesenian lokal. Salah satunya adalah pentas wayang orang Sriwedari.

Konon pagelaran kesenian ini hanya libur di Hari Minggu. Alhasil, para pemain tak punya cukup waktu untuk berlatih. Meski demikian, totalitas dan bakat yang mereka tampilkan di tiap pertunjukan tak pernah gagal mengundang decak kagum penonton. Makin penasaran? Baca terus, ya.

Mudah Dijangkau

img_3067_tKq.JPG
Gedung pertunjukan (c) Anggraini/Travelingyuk

Teman Traveler yang penasaran ingin menonton bisa langsung datang ke Gedung Wayang Orang Sriwedari. Alamatnya ada di Jalan Kebangkitan Nasional no 15, persis di lahan yang dulunya ditempati Taman Hiburan Rakyat Sriwedari. 

Pertunjukan wayang orang biasanya dimulai sekitar pukul 20.00. Harga tiketnya terbilang murah, apalagi jika dibandingkan dengan tiket bioskop. Teman Traveler hanya perlu merogoh kocek Rp10.000 untuk mendapatkan tempat duduk VIP. Dijamin kalian bakal nyaman menikmati jalannya pertunjukan yang berlangsung sekitar satu setengah jam.

Tingginya Antusiasme Penonton

img_3064_deC.jpg
Penonton tampak antusias (c) Anggraini/Travelingyuk

Meski teknologi hiburan sudah semakin canggih, nyatanya hal tersebut tak mempengaruhi minat penonton untuk menyaksikan pementasan wayang orang di Sriwedari. Setiap pertunjukan digelar, jumlah penontonnya selalu tinggi, terutama di Hari Sabtu. Gedung berkapasitas 600 orang ini biasanya bakal tampak padat. Agar tak kehabisan tiket, Teman Traveler disarankan melakukan reservasi lebih dulu.

Namun bukan berarti pementasan seni ini tak pernah mengalami titik nadir. Di masa awal kemunculan bioskop dan sarana hiburan modern lain, wayang orang Sriwedari sempat terlupakan. Tapi seiring berjalannya waktu, banyak penonton mulai kembali menaruh minat pada kesenian tradisional ini. Sebagian dari mereka merindukan budaya lawas, yang mulai jarang ditemui di tengah gempuran berbagai kecanggihan teknologi.

Pertunjukan Bersejarah

img_3027_cDD.JPG
Panggung bersejarah (c) Anggraini/Travelingyuk

Pementasan Wayang Orang Sriwedari ternyata telah berusia 109 tahun. Sebelum bisa dinikmati semua kalangan seperti sekarang, pertunjukan ini awalnya eksklusif dan dimainkan di dalam komplek Istana Mangkunegaran. Namun, krisis ekonomi di era Mangkunegaran VI membuat semua pemain wayang akhirnya dipensiunkan.

Mereka lantas membentuk kelompok untuk melakukan pementasan dari kampung ke kampung. Seorang pengusaha Tionghoa bernama Gan Kam melihat hal tersebut sebagai ladang bisnis. Ia lantas merekrut para mantan pewain wayang Mangkunegaran untuk membentuk pementasan ala opera barat dan menarik bayaran dari penonton.

Pementasan wayang orang akhirnya makin dikenal masyarakat sehingga Pakubowono X memberikan kawasan Sriwedari, yang saat itu merupakan tempat berlibur Sang Raja, sebagai lokasi pertunjukan. Memasuki masa pemerintahan Presiden Soekarno, para pemain wayang orang Sriwedari sempat diundang tampil di Istana untuk menghibur tamu-tamu negara.

Pementasan

img_3029_mc3.JPG
Panggung pertunjukan bergaya opera (c) Anggraini/Travelingyuk

Seperti konsep yang diajukan Gan Kam, panggung pertunjukan di Sriwedari mengadopsi gaya barat, dengan tirai sebagai penanda pergantian scene. Selain pemain wayang, pementasan budaya ini juga kerap dimeriahkan kehadiran para sinden dan pemain gamelan.

Setiap pementasan di sini selalu hadirkan lakon berbeda. Namun selalu ada ciri khas yang tak pernah absen, yakni lantunan merdu dari para sinden dan pemain gamelan saat tirai panggung masih tertutup. Hal ini dilakukan sebelum para pemain wayang muncul, ditambah dengan permainan tata cahaya untuk hasilkan efek dramatis.

Lantaran merupakan kesenian khas Jawa, tentu bahasa yang digunakan selama pertunjukan adalah Bahasa Jawa. Tapi jangan khawatir, bagi Teman Traveler yang tidak paham, biasanya di samping panggung sudah tersedia layar LCD yang menampilkan tulisan jalan cerita pertunjukan dalam Bahasa Indonesia.

img_3039_EEy.jpg
Adegan humor (c0 Anggraini/Travelingyuk

Seperti pertunjukan sandiwara lainnya, pementasan wayang orang juga diwarnai adegan menegangkan dan humor mengocok perut. Para pemain kadang melakukan aksi bela diri atau koprol yang bakal bikin berdecak kagum. Sebagai penyegar, bakal muncul tokoh Punokawan yang menyuguhkan sketsa banyolan untuk memancing tawa penonton.

Itulah pengalaman saya menonton pertunjukan Wayang Orang Sriwedari. Bagaimana Teman Traveler, tertarik menyaksikan pementasan berusia seabad ini kala keliling wisata Solo?

Tags
kontributor Solo Travelingyuk wayang orang sriwedari Wisata Solo
Share