Watt Coffee Jakarta, Racikannya Siap Terangi Harimu

Komplek Apartemen Capitol Park di Salemba punya sebuah kedai kopi yang sempat bikin saya penasaran, namanya Watt Coffee. Buat Teman Traveler belum tahu lokasi Capitol Park, kalian bisa menemukannya di seberang Rumah Sakit St. Carolus, bersebelahan dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo. 

Aksesnya bakal lebih mudah jika Teman Traveler menumpang bus TransJakarta. Kalian tinggal turun di shelter RS Carolus, masuk Capitol Park, dan bakal langsung disambut Watt Coffee, kedai kopi berkonsep minimalis modern yang keren. Yuk, simak ulasan lengkapnya.  

Pindahan dari Kwitang

2019_09_08_05_W07.jpg
Barista di Watt (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Sebelum pindah ke Capitol Park, Watt Coffee sempat beroperasi di Kwitang sejak 2014. Saat itu mereka berjualan di sebuah tempat mungil dan nyempil. Namun mereka sukses mendapat banyak pelanggan setia lantaran konsisten suguhkan kopi enak dengan pelayanan ramah. 

Sejak September 2018, pengelola Watt memutuskan pindah lokasi ke sebuah booth di Capitol Park. Memasuki Juli 2019, barulah mereka pindah ke lokasi anyar yang lebih luas dan nyaman. 

Oh ya, Teman Traveler mungkin penasaran mengapa kedai ini diberi nama Watt. Menurut salah seorang barista di sini, nama tersebut terinspirasi dari penemu mesin uap, James Watt, serta satuan daya listrik. Nama ini dipilih karena mereka ingin menerangi hari pelanggan dengan secangkir kopi yang disajikan. 

Serasa di Rumah Sendiri

2019_09_08_05_Zqa.jpg
Suasana seperti rumah sendiri (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Dari luar Teman Traveler mungkin sudah bisa menebak kalau kedai ini suguhkan suasana homey. Begitu masuk, kalian bakal langsung disambut meja bar minimalis, plus barista super ramah. Benar-benar seperti tidak sedang berada di kafe.  

2019_09_08_05_24P.jpg
Barisan sofa nyaman (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Di sisi kanan, ada beberapa meja, kursi, sofa, serta meja tinggi untuk pengunjung. Konsepnya dibuat mirip ruang tamu sehingga bikin semua pelanggan merasa nyaman berlama-lama di sini. 

2019_09_08_05_tcf.jpg
Kelihatan nyaman kan? (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Watt seolah tak pernah sepi pengunjung, khususnya sore hari. Tempat ini akan dipenuhi para pegawai kantoran yang baru pulang kerja. Mereka bakal tampak asyik melepas penat dengan menikmati secangkir kopi. Ngopi di sini memang enak Teman Traveler, ambience-nya benar-benar terasa seperti rumah sendiri. 

Spesialisasi Kopi Asli Indonesia

2019_09_08_05_Zzw.jpg
Sajikan kopi asli Indonesia (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Satu hal yang suka dari Watt adalah mereka sajikan kopi arabika kaya rasa. Kopi yang digunakan pun asli dari Indonesia, seperti Toraja, Mandailing, Flores, Malabar, Gayo, dan lainnya. Buat yang tidak suka kopi hitam, kafe ini juga tawarkan machiatto, caffee tatte, sampai green tea latte dan ice mocha. 

2019_09_08_05_Oiv.jpg
Ice Latte yang rasanya pas (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Saat mampir ke sini, saya sempat memesan ice latte dengan kadar kopi medium. Rasa kopinya enak, susunya tak berlebihan. Sensasi aroma dan wangi kopinya masih tetap terasa setelah tegukan pertama. Segelas minuman ini bisa Teman Traveler tebus dengan bermodal Rp40.000. 

Aneka Menu Lezat

2019_09_08_05_G3L.jpg
Salad yang nikmat (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Aneka menu pengganjal perut juga bisa Teman Traveler pesan di sini. Mulai dari beef quiche, croissant butter pudding, dan beberapa sajian menggoda lainnya.

Satu menu yang menarik perhatian saya adalah salad. Dari segi rasa, sebenarnya tidak jauh beda dengan hidangan sejenis di tempat lain. Namun sayuran yang digunakan benar-benar terasa segar. Sepiring menu enak ini ditawarkan seharga Rp45.000.

Untuk menu makanan lain dibanderol antara Rp50.000 hingga Rp75.000. Jadi sebaiknya Teman Traveler siapkan budget minimal Rp100.000 untuk nongkrong di sini. 

Watt Coffee buka setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 22.00. Ajak teman atau keluarga untuk bersantai di sini Traveler, dijamin takkan menyesal. Jangan lupa mampir jika kalian sedang menjelajah wisata Jakarta ya. Bagaimana kalau akhir pekan ini?

Tags
Indonesia Jakarta kontributor kuliner jakarta Travelingyuk watt coffee
Share