Warung’e Mbah Man, Kehangatan di Tengah Dinginnya Lereng Lawu

Jika Teman Traveler sedang main di Tawangmangu, ada satu tempat nongkrong asyik yang wajib dikunjungi rame-rame. Namanya Warung’e Mbah Man atau warung milik Mbah Man dalam Bahasa Indonesia. Bagi yang pernah ke Jogjakarta, mirip-mirip lah dengan Hik Lek Man di utara Stasiun Tugu.

Lantas apa yang membuat warung satu ini terasa begitu istimewa? Daripada penasaran, yuk simak ulasan lengkapnya Teman Traveler.

Warung dengan Desain Asyik

Lantai bawah via instagram.com/golekmangandewe

Dari luar warung ini terkesan rapi, bersih dan nyaman. Bangunannya didominasi warna hitam dan coklat. Terdiri dari dua lantai, masing-masing dengan ruangan luas. Keduanya sama-sama menyajikan pemandangan asyik untuk dinikmati.

Batu-batu alam disusun rapi sebagai pembatas. Sebagian perabot sengaja dipilih yang menggunakan material kayu. Memberikan kesan alami dan menyatu dengan lingkungan sekitar.

Lantai atas tawarkan view lebih lega via instagram.com/golekmangandewe

Penggunaan lampu pijar berwarna kekuningan membuat ambience di dalam sini terasa hangat. Sangat pas rasanya ketika Teman Traveler di malam atau sore hari. Pastinya bakal mengesankan dan terasa sangat romantis.

Pemandangan Indah Warung’e Mbah Man

Spot foto wajib untuk pengunjung via instagram.com/golekmangandewe

Warung ini mengedepankan pemandangan indah lereng Gunung Lawu. Deretan punggung perbukitan tampak berkelok-kelok dari kejauhan. Layak banget dijadikan sebagai latar belakang foto. Bahkan dengan sudut pengambilan yang pas, hasil fotonya akan sulit dibedakan – antara diambil di Eropa atau Indonesia.

Serasa di Eropa via instagram.com/golekmangandewe

Jika sedang beruntung, Teman Traveler akan melihat kabut mengelilingi tempat ini. Suasana sekitar jadi tambah romantis dan menimbulkan aura magis. Tapi tentu saja, panorama sekitar bakal bisa dinikmati lebih maksimal ketika cuaca cerah.

Lantaran warung berada di pinggir jalan raya, Teman Traveler juga bisa santai sembari melihat kendaraan lalu-lalang, melintasi jalanan Tawangmangu yang tersohor dengan kelokan curam. Bagi beberapa orang, mengamati liukan lampu sorot kendaraan merupakan sesuatu yang mengasyikkan.

Selain menyajikan view spektakuler, Warung’e Mbah Man juga menawarkan hawa sejuk khas pegunungan. Teman Traveler jangan lupa bawa jaket jika tak ingin kedinginan. Suasana sekitar juga makin syahdu dengan suara gemericik air sungai. Memainkan simfoni alam yang begitu merdu.

Menu Warung’e Mbah Man yang Enak-Enak

Makanan hangat, cocok disantap di tengah hawa dingin via instagram.com/golekmangandewe

Tempat makan seperti ini biasanya hanya mengandalkan pemandangan
dan desain interior unik, namun kalah soal rasa makanan. Hidangan yang disajikan umumnya bercita rasa standar. Namun hal tersebut ternyata tak berlaku di Warung’e Mbah Man.

Makanan yang disuguhkan di sini memiliki rasa enak, dengan racikan bumbu mantap. Benar-benar meresap sempurna. Apalagi di tengah belaian udara dingin, sajian apapun jadi terasa luar biasa nikmat.

Sebagian menu via instagram.com/golekmangandewe

Tak hanya itu, varian menu yang disediakan juga sangat
lengkap. Dibagi dalam beberapa kategori, mulai masakan Tiongkok, western, hingga menu tradisional seperti ayam goreng atau soto. Konon, yang paling jadi favorit adalah Sup Iga. Teman Traveler wajib coba.

Bagi para penggemar kopi, warung ini menghadirkan beragam olahan kopi Nusantara. Mulai dari Kopi Papua, Aceh Gayo, Bali, Sumatra, Toraja, dan masih banyak lagi. Soal camilan, tersedia kudapan tradisional seperti pisang rebus dan telo panggang.

Meski mengusung desain unik dan sajikan aneka hidangan lezat, bukan berarti Teman Traveler wajib siapkan kocek berlipat untuk nongkrong di sini. Tenang saja, semua harga yang dipatok masih cukup murah kok. Terjangkau untuk ukuran masyarakat Solo.

Lokasi Strategis Warung’e Mbah Man

Nyaman untuk kumpul bersama via instagram.com/golekmangandewe

Berada di pinggir jalan raya Tawangmangu-Sarangan, rasanya Teman Traveler takkan kesulitan menemukan Warung’e Mbah Man. Jaraknya sekitar 100 meter dari Jembatan Blumbang. Sangat pas dijadikan sebagai tempat beristirahat sejenak di tengah perjalanan panjang atau mencari kehangatan di tengah dinginnya udara lereng Gunung Lawu.

Teman Traveler bisa berkunjung ke sini setiap hari. Mereka akan dengan senang menyambut kalian mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Khusus akhir pekan, warung akan tutup lebih lama yaitu pukul 23.00.

Itulah sekilas ulasan mengenai Warung’e Mbah Mbah di lereng Gunung Lawu. Rasakan sendiri asyiknya nongkrong di sini, ketika kalian berlibur di sekitar kawasan Tawangmangu.

Tags
indonesia. kuliner kuliner kuliner Solo
Share