Pecel Warung Boma, Hits di Selatan Jakarta

Pecel merupakan salah satu makanan tradisional yang sering dijumpai di sekitaran Jawa Timur, Tengah, dan Jogja. Paduan sayur dan bumbu kacang di dalamnya benar-benar menggungah selera. Namun begitu, di Jakarta juga ada kok kedai pecel recommended. Namanya Warung Boma.

Tempat makan sederhana di daerah Fatmawati ini sajikan Pecel Pincuk ala Madiun dengan rasa mantap. Bumbunya benar-benar pas dan bikin ketagihan. Tak percaya? Yuk, simak pengalaman saya mampir ke Warung Boma berikut ini.

Ada di Sekitaran Fatmawati

img_0314_zU0.jpg
Warung Boma (c) Cynthia Aprilia/Travelingyuk

Warung Boma berada di sekitaran daerah Fatmawati, jaraknya kurang lebih satu kilometer dari Stasiun MRT Haji Nawi. Posisi warungnya sejajar dengan Warunk Upnormal. Sebelumnya mereka sempat ngendon di bawah Stasiun MRT, namun karena bermasalah akhirnya pindah ke lokasi sekarang.

Jika Teman Traveler bergerak dari arah Kebayoran menuju Fatmawati, kedai ini bisa kalian temukan di sisi kanan jalan, tepat setelah Warunk Upnormal. Mereka buka dari pukul 19.00, namun pengunjung biasanya sudah antre sejak tenda masih baru dipasang. Sementara untuk waktu tutup, menyesuaikan apakah dagangan sudah habis atau pembeli mulai sepi.

Cita Rasa Asli Madiun

img_0310_zKS.jpg
Sedang sibuk layani pembeli (c) Cynthia Aprilia/Travelingyuk

Saya memutuskan menjajal makan di sini usai tak sengaja melewati daerah
Fatmawati. Begitu melihat warungnya dari kejauhan, saya langsung teringat rekomendasi beberapa orang teman. Kala itu tempatnya memang ramai, saya pun jadi makin penasaran dan akhirnya mampir.

bm2_F1e.jpg
Pilihan lauknya beragam (c) Cynthia Aprilia/Travelingyuk

Pengunjung di sini bisa pilih duduk di kursi atau lesehan. Lantaran waktu itu pembelinya sedang tak terlalu ramai, saya memilih bersantap di dalam tenda. Sembari menunggu pesanan, saya lantas menyempatkan berbincang dengan sang penjual. Dari sini saya tahu bahwa ibu pemilik warung benar-benar asli Madiun, tak heran jika pecelnya terasa otentik.

Murah dan Nikmat

img_0307_6uO.jpg
Seporsi Pecel Madiun andalan (c) Cynthia Aprilia/Travelingyuk

Menu pertama yang saya pesan di sini adalah Pecel Madiun. Penyajiannya terbilang cukup cepat karena semua sayur dan lauk sudah tersedia. Penjual tinggal memindahkan saja ke dalamm piring. Seporsi pecel di sini terdiri dari beragam tauge, bayam, kenikir, daun singkong, dan lamtoro. Selain itu ada juga tempe orek dan usus. Seporsinya dibanderol Rp16.000 saja.

Teman Traveler juga bisa pesan aneka gorengan seperti tahu, telur dadar, tempe bacem, sate kerang, kikil, paru, ampela, dan telur puyuh. Harganya berkisar antara Rp2.500 hingga Rp6.000 per biji.

Iga Cobeknya Pantang Terlewat

img_0313_6rx.jpg
Menu Iga Cobek (c) Cynthia Aprilia/Travelingyuk

Menu kedua yang kami tunggu-tunggu adalah Iga Cobek. Begitu datang, tampilannya benar-benar menggoda. Namun kami harus sedikit sabar, lantaran proses pembuatan sajian ini makan waktu kurang lebih 30 menit. Hal ini tampaknya sudah jadi rahasia umum bagi para pelanggan. Sebab saat saya mampir, ada saja pembeli yang menanyakan soal antrean Iga Cobek.

Sesuai namanya, menu ini dimasak dalam cobek, diberi campuran mentega, potongan tomat, dan kuah manis gurih. Cobek lantas dipanaskan di atas kompor hingga semua bahan matang. Ketika dicicipi, sajian ini terasa manis dan gurih. Daging iganya terasa lembut, tak sulit dipisahkan dari tulangnya. Level pedasnya juga cukup standar. Seporsi makanan ini bisa Teman Traveler dapat dengan bermodal Rp35.000 per porsi.

Itulah sedikit pengalaman saya mampir ke Warung Boma. Pecel dan olahan iganya benar-benar luar memanjakan lidah. Jika Teman Traveler sedang keliling wisata Jakarta, jangan lupa sempatkan makan di sini. Perut kalian dijamin bakal terpuaskan deh. Bagaimana, kapan nih enaknya?

Tags
Jakarta kontributor kuliner jakarta Travelingyuk
Share