Waroeng Klangenan Jogja, Nostalgia di Angkringan Kekinian

Adakah Teman Traveler yang merindukan menyantap angkringan ala Jogka? Pengalaman makan di angkringan memang jadi keseruan tersendiri, apalagi sambil nikmati malam di Kota Gudeg. Namun jika ingin angkringan yang beda, bisa mampir ke Waroeng Klangenan.

Alih-alih dijajakan di kedai kecil, sajian ala angkringan di Waroeng Klangenan justru menawarkan konsep resto. Lantas seperti apa jadinya? Yuk, simak ulasan lengkapnya Teman Traveler.

Nostalgia di Angkringan Kekinian

Waroeng Klangenan Jogjakarta (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Waroeng Klangenan sudah berdiri sejak 2013. Namanya tak sembarangan. Dalam Bahasa Jawa, kata ‘klangenan’ berarti kesenangan atau kegemaran. Menurut pengelola, nama tersebut dipilih dengan harapan tempat, suasana, rasa, dan harga warung ini bisa jadi diterima dan menjadi favorit masyarakat luas.

Resto angkringan di pusat kota (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Waroeng Klangenan sendiri berlokasi di Jalan Patangpuluhan no 28, Wirobrajan, alias di sekitar pusat kota. Dari titik nol kilometer Jogja Teman Traveler bisa arahkan kemudi ke arah barat, melalui Jalan KH Ahmad Dahlan. Berikutnya belok kiri melalui Jalan Kapten Pierre Tendean.

Begitu sampai di perempatan, ambil jalur kanan menuju Jalan Patangpuluhan. Kira-kira 300 meter, Teman Traveler akan menemukan Waroeng Klangenan di sisi kanan jalan. Meski sedikit tersembunyi dan jalan masuknya kecil, mobil masih bisa lewat kok.

Kini Hadir Lebih Pagi

Buka lebih awal (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Dengan bangunan ala rumah Joglo, resto ini mampu menimbulkan kesan nostalgia bagi beberapa orang. Mengusung slogan ‘Hemat, Sehat, Nikmat’, Waroeng Klangenan menghadirkan sejumlah menu berkualitas, yang tak hanya enak, namun terjangkau dan ramah kantong.

Awalnya resto ini hanya buka dari sore hingga malam hari. Namun kini mereka hadir lebih awal dengan jam operasional antara pukul 10.00 hingga 23.00. Tidak ada hari libur karena Waroeng Klangenan buka tiap hari.

Suasana Jawa Klasik yang Syahdu

Nuansa khas Jawa (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Waroeng Klangenan memiliki suasana njawani. Berada di dalamnya, Teman Traveler bakal seolah sedang berkunjung ke rumah nenek. Selain bangunannya bergaya Jawa, dekorasi di dalamnya juga bernuansa tradisional. Mulai dari caping, lukisan kuno, hingga wayang.

Area duduk di resto satu ini dibagi menjadi tiga dan masing-masing cukup luas. Teman Traveler bebas memilih sesuai mood, mau di area outdoor, dalam rumah, atau lesehan di samping.

Area outdoor (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Jika ingin merasakan duduk di ruang terbuka dengan ditemani suasana taman, Teman Traveler bisa pilih area outdoor. Tempat duduk di sekitar sini kerap dipilih muda-mudi yang ingin sekedar nongkrong atau mengerjakan tugas.

Area lesehan lebih santai (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Nah, jika ingin merasakan suasana hangat nan klasik, Teman Traveler bisa pilih duduk di ruang dalam dengan cahaya temaram. Lebih suka santai sambil selonjoran? Langsung saja menuju area lesehan yang tawarkan nuansa vintage. Meski berkonsep resto, nuansa menikmati angkringan di sini tak kalah syahdu kok.

Menu Pagi dan Sore

Tersedia menu pagi dan sore (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Buka dari pagi hingga malam, Waroeng Klangenan bisa jadi andalan untuk mengisi perut setiap saat. Menu yang disajikan pun sangat beragam, diatur berdasarkan waktu-waktu tertentu.

Pagi, antara pukul 10.00 hingga 15.30, resto ini sajikan menu prasmanan yang terdiri dari aneka nasi, sayur, dan lauk. Selain nasi putih, Teman Traveler juga bisa pilih nasi merah. Tinggal ambil sesuai selera.

Menu prasmanan pagi (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Pilihan sayurnya juga beragam, mulai dari sambel goreng ati, oseng soun, terong balado, lodeh, bening bayam, oseng daun pepaya, dan masakan khas Nusantara lainnya.

Sedangkan di jam sore, antara pukul 16.00 hingga tutup, Teman Traveler bisa mencicipi aneka menu ala angkringan. Ada nasi kucing dengan aneka lauk, sayur, serta sate. Tak heran jika kunjungan di Waroeng Klangenan paling ramai menjelang malam.

Aneka Sate dan Nasi Menggiurkan

Pilihan menu beragam (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Nasi kucing di sini tak hanya disajikan dengan lauk teri maupun oseng tempe lho. Ada juga yang menggunakan lauk udang, wader, sambel pindang, bandeng, dan masih banyak lagi.

Bagi pecinta pedas, Nasi Kucing Huhah bisa jadi pilihan. Rasa pedasnya sungguh nendang, melebihi nasi kucing pada umumnya. Dijamin bikin lidah bergoyang.

Sebungkus nasi kucing di sini dibanderol seharga Rp3.500 saja. Bagaimana Teman Traveler, cukup murah bukan?

Aneka sate menggiurkan (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Makan nasi kucing kurang lengkap rasanya jika tak ditemani aneka sate. Selain sate usus, telur puyuh, dan ati ample, di sini Teman Traveler bakal dibikin ngiler dengan varian lainnya.

Dalam satu meja, kalian akan mendapati suguhan sate skutel, siomay, misoa, lenjer, otak-otak, bakso ikan, brutu, sosis tahu, dan masih banyak lagi. Bahkan ada juga sate yang bisa dijadikan sebagai pencuci mulut, yakni sate kolang-kaling.

Satu tusuk sate di Waroeng Klangenan dibanderol mulai Rp1.000. Tak kalah murah dari angkringan pinggir jalan ya? Jadi, mana sate favorit Teman Traveler?

Bakar Sendiri Makananmu

Bisa bakar sendiri (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Setelah memilih menu favorit, saatnya mengisi perut. Tapi tak seru rasanya jika nasi kucing dan sate dilahap tanpa dihangatkan dulu. Ya, seperti angkringan pada umumnya, di sini pembeli bisa minta pesanan mereka dibakar sebelum dilahap. Namun uniknya, di Waroeng Klangenan bisa coba membakar sate dan lauk sendiri.

Tersedia peralatan membakar lengkap (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Teman Traveler akan diberi tungku bakaran kecil dan panggangan sendiri. Tak hanya itu, semangkuk kecap sebagai olesan dan kipas juga disediakan. Asyik kan, bisa bercengkrama bareng teman sembari menunggu makanan hangat.

Sembari dibakar, sate dan lauk yang sudah dipesan akan mengeluarkan aroma nikmat. Tentunya bakal bikin air liur kian menetes dan menggugah nafsu makan. Tertarik mencoba Teman Traveler?

Buka hingga malam (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Bersantap di Waroeng Klangenan bisa jadi ajang kangen-kangenan, terutama bagi mereka yang lama menghabiskan waktu di Jogja. Nah, bagi Teman Traveler yang penasaran, silahkan ajak keluarga atau teman datang ke sini agar makin seru. Pastikan kalian mampir jika sedang jalan-jalan di sekitaran Kota Gudeg.

Tags
Jogja kontributor kuliner Jogja kuliner jogjakarta Travelingyuk
Share