Troldkirken, Melihat Langsung Tumpukan Batu Buatan Troll di Denmark

Alfri

Alfri

On Mancanegara

Buat traveler yang hobi nonton film fiksi seperti Lord of The Ring atau Harry Potter tentu tak asing dengan tokoh Troll. Sosok yang digambarkan sebagai monster buruk rupa ini adalah makhluk mitologi Eropa. Kabarnya monster ini pernah membuat tumpukan batu di Denmark yang kini menjadi situs megalitikum terkenal di sana.

Adalah Troldkirken sebuah tumpukan batu besar berbobot 7 ton merupakan situs yang dipercaya masyarakat sekitar jika keberadaan batu itu erat kaitannya dengan monster Troll. Masyarakat percaya jika Troll lah yang menumpuk batu tersebut di sana. Hal ini berdasarkan sebuah legenda yang turun temurun berkembang di wilayah itu.

Foto via Nordjyske.dk
Foto via Nordjyske.dk

Seperti dilongok Travelingyuk dari situs Visit Aalborg, legenda menceritakan bahwa zaman dahulu ada Troll yang hidup di daerah perbukitan Denmark yang disebut dengan Fiord. Suatu ketika Troll mendengar bunyi lonceng dari menara gereja yang ada di Sonderholm. Troll yang merasa terganggu dengan suara lonceng akhirnya marah.

Foto via Nordjyske.dk
Foto via Nordjyske.dk

Dalam kemarahannya itu ia mengambil bongkahan batu besar dan melemparkannya ke arah gereja dengan tujuan untuk merusak lonceng tersebut. Dengan kekuatannya yang besar ia mampu mengangkat batu seberat 7.000 kilogram namun tidak cukup kuat melemparkannya dari Fiord menuju gereja. Batu pun akhirnya jatuh ditempatnya sekarang.

Situs Troldkirken atau disebut juga sebagai Gereja Troll ini diperkirakan datang dari zaman Neolitikum. Sebagai bentuk perlindungan situs ini dimasukkan dalam area konservasi oleh pemerintah Denmark sejak tahun 1809. Di samping situs batu utama terdapat pula 47 batu di sekelilingnya. Total situs ini berada di area berukuran 50×12 meter.

Foto via Nordjyske.dk
Foto via Nordjyske.dk

Buat traveler yang penasaran bisa langsung mengunjungi lokasi situs ini. Situs Troldkirken bisa dicapai dengan menggunakan bus dengan tujuan Nibe. Dari situ lanjutkan berjalan kaki atau bersepeda. Situs ini bisa dikunjungi kapan saja meski pada hari libur sekalipun.