7 Jenis Traveler Paling Menyebalkan di Wisata Kapal Pesiar

Alfri

Alfri

On Tips Traveling

Hingga saat ini berpesiar adalah salah satu cara traveling paling diimpikan traveler di seluruh penjuru dunia. Dalam satu kapal pesiar yang besar mereka bisa bertemu orang-orang baru dan menjelajahi satu tempat ke tempat lain dalam satu paket perjalanan. Tapi tahukah kamu jika cara ini juga menjadi pilihan yang menjebak? Berkumpul dengan banyak orang dalam satu kapal sama halnya kamu tinggal di ruangan tertutup bersama berbagai wisatawan paling menyebalkan di dunia.

Bukan hanya kesenangan dan kepuasan saja yang bisa kamu dapatkan dari paket wisata berpesiar. Di sisi lain kamu juga akan belajar bagaimana bersabar menghadapi orang-orang yang bertindak semaunya dan segala hal tentang kebiasaan buruk traveler lain. Lantas traveler macam apa saja yang membuat berpesiar tidak nyaman? Berikut Travelingyuk lansir dari Samarter Travel, berbagai traveler menjengkelkan di kapal pesiar.

1. Traveler Pecandu Foto Selfie

Foto selfie memang bagaikan virus yang menyerang siapa saja dan tidak peduli dengan usia seseorang, baik tua, muda hingga anak-anak suka melakukan foto narsis ini. Jangan kamu anggap ikutan tur berpesiar akan membebaskanmu dari bertemu dengan orang-orang yang suka foto selfie, kamu salah sebab akan lebih banyak traveler yang mengambil kesempatan untuk berfoto di sudut-sudut kapal sebagai tanda bahwa mereka sedang berada di kapal pesiar.

Traveler Pecandu Foto Selfie [image source]
Traveler Pecandu Foto Selfie [image source]
Traveler yang biasa-biasa saja mungkin hanya akan mengambil foto selfie di beberapa sudut yang menampakkan bahwa itu kapal mewah, tapi jika kamu bertemu dengan traveler pecandu foto selfie itu yang sangat menjengkelkan. Mereka bisa ada di mana-mana menjelajahi setiap jengkal geladak kapal dan berpose di sana. Traveler jenis ini tidak akan peduli dengan apapun, yang mereka pedulikan cuma foto narsisnya saja.

2. Traveler Perokok

Hal yang paling menyedihkan berikutnya saat ikut tur kapal pesiar adalah bertemu dengan traveler perokok yang tidak punya perasaan. Mereka seenaknya saja merokok di dekat traveler lain yang tidak merokok, tentu hal ini melanggar hak asasi seseorang untuk mendapatkan udara yang segar.

Traveler Perokok [image source]
Traveler Perokok [image source]
Kapal pesiar hanyalah ruangan terbatas yang mengapung di tengah laut sehingga tidak ada tempat lain untuk melarikan diri dari kondisi seperti ini. Jika saja asap rokok yang mereka hembuskan itu hanya beterbangan di sekitar mereka sendiri dan dihirup sendiri mungkin traveler lain tidak akan terganggu. Tapi ini asap rokok bisa menyebar ke seluruh ruangan dan dihirup oleh traveler lainnya yang tidak merokok.

3. Keluarga Yang Malas Mengurusi Anak-Anaknya

Beberapa orang tua melihat berpesiar sebagai kesempatan untuk memiliki liburan bareng keluarga yang terjangkau dengan fasilitas “penitipan bayi” gratis. Tentu penitipan bayi yang dimaksud di sini bukanlah arti sesungguhnya, sebab beberapa keluarga yang malas mengurus anak-anak mereka akan bersikap sopan pada traveler lain yang ujung-ujungnya mau minta tolong dititipi anak mereka. Kadang awak kapal pesiar juga menjadi baby sitter dadakan.

Berpesiar pilihan murah untuk liburan bareng keluarga [image source]
Berpesiar pilihan murah untuk liburan bareng keluarga [image source]
Traveler jenis ini sangat mudah dikenali, ayah dan ibunya biasanya akan berada di dalam bar menikmati wine atau di kolam renang berjemur berduaan sementara anak-anak mereka bermain-main sendiri. Kadang-kadang anak-anak ini perperilaku semaunya sendiri, berteriak-teriak di lorong-lorong kabin meneror awak kapal atau ditempat lain menjadi perusuh cilik. Yakinlah kamu tidak akan bisa sabar jika bertemu dengan keluarga yang seperti ini.

4. Traveler Yang Suka Menguasai Ranjang Berjemur Seharian

Kapal pesiar tidak menyediakan ranjang berjemur yang cukup untuk digunakan seluruh awak kapal dalam satu waktu. Oleh sebab itu diperlukan kesadaran masing-masing traveler untuk menggunakannya secara bergantian. Tapi ada saja traveler yang tidak mau tahu dan menggunakannya seharian. dari sana kemudian muncullah kompetisi terselubung untuk mendapatkan ranjang berjemur ini setiap pagi.

Berjemur di kapal pesiar [image source]
Berjemur di kapal pesiar [image source]
Traveler harus bangun pagi-pagi sekali jika ingin bersantai di ranjang berjemur. Sebab banyak traveler lain yang rela bangun sebelum matahari terbit hanya untuk mengklaim sebuah ranjang berjemur yang akan ia gunakan seharian. Tanpa perasaan traveler ini akan berada di sana hingga ia benar-benar sudah tidak betah lagi berada di bawah terik matahari.

5. Traveler Yang Berlagak Seperti Boss Tapi Pelit

Dalam sebuah kapal pesiar selalu ada kabin yang melayani traveler dalam berbagai keperluan. Ada tukang laundry ada juga koki dan pramusaji yang siap mengantar makanan ke kamar mereka. Nah orang-orang seperti ini selalu mengharapkan tips dari usaha yang mereka lakukan dalam melayani penumpang. Karena ini adalah satu-satunya harapan mereka mendapatkan bonus tambahan.

Memberi Tips pada pelayan [image source]
Memberi Tips pada pelayan [image source]
Namun ada saja traveler yang berlagak seperti boss, menyuruh-nyuruh mereka seenaknya saja tapi giliran sudah dilayani tidak memberikan tips sepeserpun. Traveler seperti ini juga termasuk salah satu yang paling menjengkelkan jika kamu bertemu dalam satu kapal pesiar. Umumnya orang-orang ini tidak bisa membedakan antara pelayan kabin dengan pelayan pribadi. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan uang lelah setelah apa yang dia lakukan kepada tamunya apalagi jika pelayanan mereka dianggap memuaskan.

6. Traveler Udik

Berpesiar umumnya hanya dinikmati kaum berduit saja dan mereka belum tentu semuanya terpelajar ada juga orang berduit tapi aslinya udik. Traveler seperti ini paling menyebalkan, mereka tidak memperhatikan informasi penting dan bingung sendiri saat traveler lain menikmati perjalanannya.

Kapal Pesiar [image source]
Kapal Pesiar [image source]
Dari awal mau masuk ke kapal, biasanya traveler seperti ini akan kebingungan dengan barang-barang bawaannya. Ia datang terlambat dan bingung saat ditanya tentang barang-barang bawaan dan dokumen-dokumen lainnya. Hasilnya ia gugup dan salah tingkah hingga menghentikan lalu lintas naik kapal selama beberapa waktu yang secara otomatis membuat traveler lain berhenti dan mengantri lebih lama. Traveler ini juga tidak tahu dimana bisa menemukan bagasinya hingga tidak tahu ruang makan yang ujung-ujungnya ngomel-ngomel sendiri karena merasa tidak dilayani dengan baik.

Nah sekarang kalian tahu kan jika berpesiar itu tidak melulu cerita tentang kesenangan. Ada hal-hal lain yang membuat traveler jengkel juga kok.