Heboh Bocah Menikah, Indonesia Ternyata Punya Sederet Tradisi Perkawinan Unik

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita mengenai dua bocah SMP asal Sulawesi Selatan yang ngotot ingin menikah. Hal tersebut lantas menjadi isu hangat lantaran baik mempelai pria maupun wanita masih belum cukup umur. Pengantin laki-laki baru berusia 15 tahun 10 bulan, sementara pihak perempuannya baru 14 tahun 9 bulan.

Menurut hukum di Indonesia, usia minimal bagi seorang pria untuk menikah adalah 19 tahun, sementara wanita 16 tahun. KUA Sulsel pun sempat menolak permintaan pasangan muda asal Kecamatan Bantaeng tersebut. Pengadilan Agama setempat sempat memberi dispensasi, namun akhirnya dilarang oleh Mentri Agama.

Pasangan remaja yang ingin menikah di Sulsel
Pasangan remaja yang ingin menikah di Sulsel (c) Tribun Sulawesi

Sekilas, kasus ini memang terlihat nyeleneh. Namun sebenarnya di Indonesia ada banyak tradisi pernikahan yang tidak kalah unik dan bikin geleng-geleng. Apa saja? Berikut Travelingyuk berikan daftarnya.

1. Kawin Culik

Meriahnya pernikahan suku sasak
Meriahnya pernikahan suku sasak via Instagram sofian_hadi96

Tradisi kawin culik masih dipraktekkan oleh sebagian suku sasak di Lombok. Dalam tradisi ini, pengantin pria akan berupaya menculik sang kekasih dari rumah keluarganya. Aksi ini dilakukan di malam hari dan tak boleh ketahuan, kecuali ingin didenda.

Begitu penculikan selesai, sang pria akan kembali ke rumah calon pengantin wanita. Ia kemudian akan mengatakan pada pihak keluarga bahwa anak gadis mereka sudah diculik dan berniat untuk menikahinya. Jika permintaan itu disetujui, kaki si pria akan dibasuh dengan air kelapa. Namun jika sebaliknya, pihak keluarga akan menggunakan air tajin.

2. Tahan buang air

Pernikahan Suku Tidung
Pernikahan Suku Tidung via Instagram emma_mael

Setelah resmi menjadi suami istri, semua pasangan tentu berharap keluarga dan anak-anak mereka bakal terus sehat dan banyak rezeki. Namun Suku Tidung di Kalimantan punya tradisi unik untuk memastikan harapan tersebut terwujud.

Tiga hari sebelum pernikahan, baik mempelai wanita maupun pria dilarang buang air besar sama sekali. Mereka harus bisa menahan keinginan alamiah tersebut selama 3×24 jam. Biasanya demi sukses melewati ujian adat ini, para calon pengantin memilih untuk sekalian berpuasa.

3. Kromojati

Ilustrasi pernikahan adat Jawa
Ilustrasi pernikahan adat Jawa via Instagram javanesewedding

Para pecinta lingkungan hidup bakal tersenyum lebar jika mengetahui kebiasaan unik di Gunung Kidul. Masyarakat di Desa Bohol, Rongkop, punya adat khusus untuk warganya yang hendak melepas masa lajang alias menikah.

Ilustrasi pohon
Ilustrasi pohon via Instagram ktp_kaptures

Kebiasaan khusus tersebut dikenal dengan nama Kromojati. Setiap pasangan yang akan menikah diwajibkan menanam bibit pohon jati, minimal lima buah. Kebiasaan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sekitar kepada lingkungan.

4. Kawin Colong

Ilustrasi Kawin Colong Suku Osing
Ilustrasi Kawin Colong Suku Osing via Instagram isunbanyuwangi

Jika Suku Sasak punya tradisi kawin culik, maka Suku Osing di Banyuwangi punya kebiasaan yang dinamakan Kawin Colong. Mirip seperti kawin culik, mempelai pria akan coba melarikan sang calon istri dari rumah keluarganya tanpa ketahuan. Namun upaya ini dilakukan di siang hari bolong.

Kurang lebih 24 jam setelah aksi penculikan berhasil, pihak pria akan mengirimkan seorang perwakilan ke rumah keluarga pihak wanita. Perwakilan tersebut dinamai Colok, yang bertugas membujuk keluarga si gadis agar bersedia untuk segera menikahkan anak mereka dengan pria yang menculiknya.

5. Sinamot

Pernikahan pasangan adat Batak
Pernikahan pasangan adat Batak via Instagram pernikahanbatak

Para pria Batak harus benar-benar berpikir keras jika ingin menikahi kekasihnya. Sebab dalam suku Batak berlaku tradisi Sinamot, atau harga mahar yang ditentukan orang tua untuk anak perempuan mereka.

Menurut sejumlah sumber, nilai Sinamot biasanya ditentukan berdasarkan tingkat pendidikan sang gadis. Semakin tinggi gelar akademiknya, kian tinggi pula nilai mas kawin yang harus dibayar pihak pria. Tak jarang ketidaksepakatan soal Sinamot membuat pernikahan sebuah pasangan gagal terlaksana.

6. Lamaran Pihak Wanita

Pernikahan Adat Minang
Pernikahan Adat Minang via Instagram ankaphoto

Adat pernikahan Minang benar-benar unik, karena justru pihak mempelai wanita yang datang ke keluarga mempelai pria untuk melakukan proses meminang. Setelah terjadi kesepakatan, kedua pihak akan melakukan pertukaran beberapa benda.

Pihak wanita biasanya datang dengan membawa kue, buah-buahan, serta kampia (tas berbahan daun pandan) berisi sirih pinang. Setelah itu bakal terjadi proses tukar-menukar keris, kain, dan benda-benda pusaka keluarga lainnya.

Itulah tadi sejumlah tradisi pernikahan unik di Indonesia. Apakah ada di antara kamu yang pernah melihatnya langsung? Berikan komentar di kolom yang ada di bawah.

Tags
Share