Tradisi Lebaran Tasikmalaya, Bikin Kangen Nih

Billy Ramdani

Billy Ramdani

On Indonesia
Takbiran di Tasikmalaya Takbiran di Tasikmalaya

Hari Raya Idul Fitri jadi salah satu momen liburan paling dinanti di Indonesia. Hampir tiap daerah punya kebiasaan unik menyambut Hari Kemenangan. Bagi Teman Traveler yang berasal dari Tanah Pasundan, ada beberapa tradisi Lebaran Tasikmalaya yang sering bikin kangen.

Papan nama Tasikmalaya di Stasiun Lempuyangan (c) Billy Ramdani/Travelingyuk

Secara umum deretan tradisi ini memang hampir sama seperti kota-kota lain di Pulau Jawa. Namun entah mengapa, ada kesan tersendiri yang membuatnya selalu dirindukan setiap tahun. Yuk Teman Traveler, kita simak deretan tradisi lebaran Tasikmalaya berikut ini.

Pawai Obor Malam Takbir

Pawai obor saat takbiran (c) Billy Ramdani/Travelingyuk

Sehari jelang Lebaran, Tasikmalaya yang notabene merupakan pusat pesantren di Jawa Barat memiliki tradisi unik. Sebagai simbol estafet perjuangan, pawai obor seringkali dilaksanakan pada malam takbir. Biasanya diikuti berbagai kelompok usia, dengan berjalan kaki dari satu desa ke desa lain.

Parade Senapan Karbit

Tasikmalaya memang menaruh sejuta kenangan menarik, salah satunya terjadi di malam takbir. Bagi sebagian remaja di pedesaan, Parade Senapan Karbit alias ‘Bedil Lodong’ jadi agenda yang cukup menarik. Hampir sepanjang malam hingga menjelang pagi, letupan senapan menggelegar turut menghidupkan suasana. Berpadu apik dengan lantunan takbir dari mesjid-mesjid.  

Halal Bihalal Keliling Tetangga

Halal Bihalal (c) Billy Ramdani/Travelingyuk

Halal Bihalal bisa diartikan sebagai upaya membebaskan satu sama lain dari kesalahan. Tradisi positif ini dilakukan sebagian besar masyarakat Tasikmalaya. Selepas ibadah Sholat Idul Fitri, mereka akan lebih dulu mengunjungi rumah tetangga, terutama yang lebih tua. sebelum kembali ke rumah.

Namun demikian, tak sedikit masyarakat yang lebih memilih untuk saling bermaaf-maafan di Mesjid. Meski begitu, mengunjungi tetangga di rumah mereka langsung bakal jauh lebih berkesan.

Makan Semur Jengkol

Semur jengkol (c) Billy Ramdani/Travelingyuk

Meski Lebaran kerap identik dengan lontong opor, namun beda bagi sebagian masyarakat di Tasikmalaya. Di Kampung Citeureup, Kecamatan Leuwisari. Warga di wilayah ini punya tradisi unik, menyantap semur jengkol bersama sanak famili selepas Sholat Idul Fitri. Meski terkesan aneh, kebiasaan nyeleneh ini tetap dipertahankan hingga sekarang.

Itulah empat tradisi Lebaran Tasikmalaya yang tetap dipertahankan hingga kini. Unik dan bikin kangen untuk pulang kampung setiap tahunnya. Bagaimana dengan Teman Traveler, adakah kebiasaan unik saat Lebaran di daerah asal kalian?