5 Tips Menghindari Predator Seksual, Cara Cerdas Liburan Bebas Cemas

Belakangan kasus kejahatan seksual meningkat tajam. Salah satunya Reynhard Sinaga, seorang WNI yang sedang studi di Inggris terbukti melakukan lebih dari 150 kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Hal tersebut menunjukkan bahwa tindak kejahatan bisa terjadi kapanpun dan menimpa siapapun, termasuk saat sedang traveling. Maka, berikut tips dan trik yang bisa dipakai untuk menghindari predator kejahatan seksual.

Temukan Penginapan di Lingkungan yang Aman dan Kondusif

Ilustrasi hostel yang dilengkapi CCTV via Shutterstock

Saat hendak mencari tempat penginapan, usahakan mencari di tempat yang sudah terbukti aman. Ada beberapa hostel atau hotel yang berdiri di tempat perpencil dan rawan kriminal, khususnya kasus perampokan dan kejahatan seksual. Selain itu periksa lagi kamar tempat kalian menginap, karena sudah ada kasus penyadapan privasi, di mana kamar dipasang kamera pengintai atau cermin palsu.

Bawa Alat Pertahanan Diri seperti Pepper Spray

Ilustrasi pepper spray via Shutterstock

Ini salah satu poin penting yang tidak boleh dilewatkan. Teman Traveler tidak akan pernah tahu siapa yang bakal berpapasan dengan kita selama dalam perjalanan liburan. Apakah dia baik atau jahat, apakah dia punya intensi yang mencurigakan, dan sebagainya. Satu-satunya cara adalah menyediakan alat pertahanan diri pribadi.

Benda yang paling dianjurkan adalah pepper spray. Kenapa demikian? Karena pepper spray bisa kalian bawa ke mana saja, mengingat benda tersebut tidak dikategorikan sebagai benda tajam. Selain itu penggunaannya sangat mudah. Tinggal buka penutup botol spray, lalu tekan penyemprotnya, cairan pepper akan langsung keluar.

Jika Pintu Kamar Diketuk, Periksa Apakah Pegawai Penginapan atau Orang Lain

Ilustrasi mengetuk pintu penginapan via Shutterstock

Hati-hati! Banyak sekali kasus perampokan dan kejahatan seksual dimulai dari hal sepele, misalkan saja orang asing yang tiba-tiba mengetuk pintu kamar kalian. Beruntungnya di pintu kamar penginapan biasanya sudah diberi lubang pengintai, sehingga Teman Traveler bisa mengidentifikasi siapa yang sedang mengetuk pintu.

Ilustrasi kejahatan seksual via Shutterstock

Jangan sekali-kali menerima tamu asing selain pegawai hotel demi keamanan Teman Traveler. Jika orang tersebut ingin bertemu kalian, ajaklah dia untuk menemui di lobi penginapan. Hal ini untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat di lobi ada petugas hotel dan staf keamanan yang memadai.

Hindari Tempat atau Jalan yang Minim Cahaya

Ilustrasi jalanan gelap via Shutterstock

Sebelum pergi traveling, pelajari betul rute yang hendak kalian lalui. Usahakan jalanan dan tempat yang akan Teman Traveler lalui termasuk daerah yang aman dan kondusif. Hal ini penting, sebab banyaknya tindak kriminal terjadi di kawasan yang sepi dan jarang dilewati orang. Dengan melewati tempat ramai, potensi tindakan kriminal akan berkurang dan Teman Traveler bisa tetap merasa aman saat berlibur.

Carilah Travel Buddy yang Bisa Dipercaya

Ini yang paling penting. Jika kalian merasa tidak yakin atau kurang berani untuk solo traveling, carilah travel buddy yang benar-benar kalian percaya. Biasanya travel buddy bisa dari sahabat 1 circle atau anggota keluarga kalian sendiri. Ini akan sangat membantu menjamin keamanan Teman Traveler saat berlibur ke tempat asing dan terhindari dari tindak kriminal.

Itulah tadi deretan tips penting yang bisa Teman Traveler lakukan untuk menghindari diri dari pandangan mata predator seksual, khususnya saat sedang berlibur ke tempat asing. Tetap jaga keselamatan diri dan selamat berlibur!

Tags
Indonesia Luar negeri Pelaku kejahatan seksual tips dan inspirasi
Share