The Parlor Bandung, Serunya Nongkrong Setelah Tarawih ala Urban Street

Bandung punya sederet tempat nongkrong dengan konsep unik. Bagi Teman Traveler yang ingin merasakan asyiknya ngobrol santai dengan ditemani suasana urban street, The Parlor Bandung bisa jadi pilihan. Kafe ini juga punya galeri seni, distro, dan motorcycle shop lho.

‘Ruang Tamu’ Bergaya Urban Street

Salah satu sudut The Parlor Bandung (c) Helga Christina/Travelingyuk

Nama The Parlor diambil dari bahasa Prancis yang berarti ‘ruang tamu’. Kafe ini terdiri dari tiga lantai dan berlokasi di Jalan Rancakendal Luhur no 9, Dago Atas, Bandung.

Lantai pertama berfungsi sebagai motorcycle shop, area outdoor, indoor, dan tempat barista. Di lantai dua, Teman Traveler akan menemukan area indoor dan outdoor lain, serta kasir dan distro. Terakhir, di lantai tiga terdapat tempat nongkrong dalam dan luar ruangan, area kantor, serta mushola.

Miliki Galeri Seni dan Distro

Deretan skateboard dipajang rapi (c) Helga Christina/Travelingyuk

Dari sisi desain interior, The Parlor Bandung memang terkesan anak muda banget. Warna dan corak yang ditonjolkan mengadopsi gaya urban street. Tak heran jika banyak anak muda dan anggota komunitas Bandung betah nongkrong di sini.

Tak hanya santai dan menikmati makanan maupun minuman, di The Parlor kalian juga bisa berbelanja t-shirt atau kamera analog. Mereka juga memiliki galeri seni khusus dengan tema yang berganti-ganti. Kala saya berkunjung ke kafe Bandung ini, ada banyak skateboard dipajang rapi di satu sisi dinding.

Salah satu mural di The Parlor (c) Helga Christina/Travelingyuk

Pokoknya The Parlor cocok banget buat Teman Traveler yang mau ngobrol-ngobrol sembari santai di kursi atau sofa lucu. Jangan lupa juga untuk berfoto ala-ala karena ada banyak spot bagus di tempat ini.

Aneka Menu Lezat dan Menarik

The Parlor menyediakan banyak menu makanan recommended. Ada nasi goreng yang menurut saya rasanya sangat enak. Selain itu ada juga nasi bebek. Nah, bagi yang suka sajian berbahan daging sapi, bisa coba memesan nasi lada hitam. Menurut beberapa pengunjung, rasanya benar-benar luar biasa, bahkan lebih mantap dari Suis Butcher maupun Rumah Steak Bandung.

Sajian lain yang pantang dilewatkan adalah sop buntut goreng, iga bakar, dan sop iga. Bagi Teman Traveler yang menyukai sajian instan, bisa memesan aneka varian mie seperti mie goreng, tom yum, tektek kuah, teri balado, ayam lada hitam, telur keju pedas, susu pedas, sambal ijo, dan masih banyak lagi.

Tak ketinggalan The Parlor juga menyediakan aneka makanan ringan. Teman Traveler bisa mencicipi nikmatnya Calamari Fritti, Sausage with French Fries, roti goreng melted, bakso daging, peyeum goreng, dan masih banyak lagi.

Cukup Ramah Kantong

Salah satu karya seni yang dipajang di kafe (c) Helga Christina/Travelingyuk

Bicara soal harga, Teman Traveler tak perlu khawatir. Semuanya terjangkau kantong. Menu olahan nasi maupun mie bisa kalian dapatkan dengan bermodal antara Rp20.000 hingga Rp40.000. Sementara untuk sajian berbahan daging ditawarkan dengan harga antara Rp60.000 hingga Rp70.000 per porsi. Jelas bisa jadi destinasi saat keliling wisata di Bandung, ya.

Makanan ringan atau cemilan di sini pun sangat terjangkau. Bisa didapatkan dengan harga antara Rp20.000 hingga Rp30.000 per porsi. Bagaimana Teman Traveler, adakah di antara kalian yang sudah tertarik ingin berkunjung ke The Parlor?

Tags
Bandung kontributor kuliner bandung Travelingyuk
Share