Telaga Buret, Sudut Tulungagung dengan Pesona Alam Memikat yang Pas untuk Ngabuburit

Di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, terdapat Telaga Buret, salah satu destinasi wisata alam menawan untuk dikunjungi. Cocok bagi Teman Traveler yang ingin berakhir pekan di Kota Marmer, sembari menikmati nuansa alam.

Daya tarik utama Telaga Buret adalah permukaan airnya yang berwarna semu biru langit. Secara total, telaga ini hanya memiliki luas 30×40 meter. Namun bagi Teman Traveler penyuka destinasi bernuansa tenang dan berhawa sejuk, sangat recommended untuk dikunjungi.

Simpan Aneka Pesona Alam

Pagar pembatas Telaga Buret (c) Akbar Dedy/Travelingyuk

Tak hanya telaga saja, kawasan ini juga menyimpan beberapa pesona lain yang menarik untuk dikulik lebih lanjut. Mulai dari taman dengan hamparan pohon langka, berbagai jenis satwa unik, hingga ritual
Ulur-ulur yang sudah tersohor hingga seluruh penjuru Nusantara.

Kera kini mulai jarang ditemui di sekitar telaga (c) Akbar Dedy /Travelingyuk

Kawasan ini memang memiliki sejumlah fenomena alam menarik untuk disimak. Pas sekali untuk merilekskan pikiran di akhir pekan. Teman Traveler boleh banget sempatkan mengunjungi tempat ini jika sedang berjalan-jalan di sekitar Kota Marmer.

Sempat Sabet Kalpataru

Nuansa menyejukkan (c) Akbar Dedy/Travelingyuk

Telaga Buret sendiri merupakan salah satu destinasi wisata yang sudah cukup lama ada di Tulungagung. Pada 2016 silam, kawasan ini sukses menyabet Penghargaan Kalpataru. Tak mengherankan, mengingat pengelola gencar melakukan gerakan konservasi satwa dan fauna.

Nuansa rindang di dekat area lapangan voli (c) Akbar Dedy/Travelingyuk

Teman Traveler pun tak perlu terkejut dengan pesona alam yang menanti di kawasan ini. Begitu menjejakkan kaki di dalam wilayahnya, kalian akan langsung disambut hamparan rerumputan hijau. Membentuk paduan panorama apik dengan deretan pohon jati menjulang tinggi di sekitarnya.

Berjumpa Rusa dan Satwa Lain

Kandang rusa (c) Akbar Dedy/Travelingyuk

Tak hanya beberapa pohon langka seperti Gantung Pucung dan Munung, kawasan ini juga bakal bikin Teman Traveler terkesan dengan kehadiran penangkaran rusa. Hingga tulisan ini dibuat, sudah ada setidaknya dua rusa menempati penangkaran.

Jika beruntung, Teman Traveler juga bisa menjumpai satwa lain penghuni hutan di sekitaran telaga. Biasanya kalian akan disapa bulus atau kumpulan monyet. Menarik ya? Bisa menyapa langsung warga hutan dan menikmati keindahan sekitar sepuasnya.

Jalan di sekitar telaga (c) Akbar Dedy/Travelingyuk

Teman Traveler tak perlu khawatir sulit mencari tempat untuk beristirahat. Tak jauh dari telaga, kalian bisa duduk santai di gazebo. Tempatnya lumayan asyik, pas untuk bercengkrama bersama sahabat maupun keluarga. Hawanya juga lumayan sejuk, dijamin bakal bikin kalian betah.

Kisah Djigangdjoyo dan Ritual Ulur-ulur

Batu petilasan pendiri kawasan Buret (c) Akbar Dedy/Travelingyuk

Di balik keindahannya, Telaga Buret menyimpan cerita yang terkesan sedikit misterius. Masih ada hubungannya dengan kisah Pantai Selatan, kawasan ini dipercaya warga sekitar pernah dilintasi oleh Djigangdjoyo, pemimpin rombongan yang sempat menjelajah kawasan sekitar sini.

Dala keadaan haus dan lelah, rombongan tersebut memutuskan beristirahat. Tiba-tiba, terdengar tangisan bayi salah satu anggota rombongan. Lantaran risau dengan situasi tersebut, Djigangdjoyo lantas mulai menggali tanah. Tak berapa lama, air menyembur dari galian tersebut dan dipercaya masyarakat sekitar sebagai awal mula Telaga Buret.

Untuk menghormati jasa Djigangdjoyo, masyarakat sekitar kerap mengadakan ritual khusus. Tradisi ini dikenal dengan nama Ulur-ulur dan masih terus dipertahankan hingga kini. Biasanya diadakan pada Bulan Selo, bertepatan dengan hari Jumat Legi menurut penanggalan Jawa. Masyarakat akan berbondong-bondong datang, membawa sesaji berupa hasil bumi.

Itulah sekilas ulasan mengenai Telaga Buret. Bagaimana Teman Traveler, tertarik liburan ke sini dalam waktu dekat?

Tags
kontributor Travelingyuk Tulungagung Wisata Tulungagung
Share