Tak Menyangka Brasil Punya Sungai Bawah Tanah Sejernih Ini

Alfri

Alfri

On Alam

Sungai bawah tanah memang banyak ditemukan di berbagai negara termasuk di Indonesia namun tak banyak yang memiliki air super jernih seperti Poco Azul di Brasil. Air sungai bawah tanah ini sangat jernih bahkan saking jernihnya setiap orang yang berenang di atasnya tampak seperti melayang.

Poco Azul berada di Taman Nasional Chapada Diamantina yang ada di Bahia. Ini merupakan sebuah gua yang memiliki sungai bawah tanah di dalamnya. Kawasan Taman Nasional ini sendiri mendapatkan julukan sebagai tanah emas dan berlian yang merujuk pada banyaknya ditemukan air terjun dan gua yang indah di sana.

Sungai bawah tanah di gua Poco Azul di Brasil [image source]
Sungai bawah tanah di gua Poco Azul di Brasil [image source]
Dari sekian gua yang ada di Bahia, ada satu yang paling mencuri perhatian traveler dunia yaitu Poco Azul. Nama Poco Azul berarti kolam biru, ini sesuai dengan kondisi sungai bawah tanah yang super jernih dan akan nampak berwarna biru saat terkena sinar matahari. Sungai yang ada di dalam Gua Poco Azul mengalir hingga Sungai Paraguacu.

Gua Poco Azul pertama kali ditemukan oleh para penambang berlian pada tahun 1920. Barulah setelah 70 tahun berselang kawasan ini mulai dilirik wisatawan. Mereka yang datang pada rentang waktu pukul 13.00-15.00 akan mendapatkan pemandangan yang luar biasa. Saat itu sinar matahari akan masuk ke dalam gua dan menyinari sungai di dalamnya.

Traveler yang berenang di sana terlihat melayang saking jernihnya air [image source]
Traveler yang berenang di sana terlihat melayang saking jernihnya air [image source]
Cahaya matahari akan menembus air yang jernih dan menciptakan warna kebiruan yang indah. Tak hanya sampai di situ, traveler yang datang untuk berenang akan nampak seperti melayang di udara saking jernihnya air tersebut, seperti nampak pada foto di atas.

Kejutan tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Poco Azul yang ternyata merupakan gua kapur bersejarah juga menyimpan berbagai fosil hewan dari zaman prasejarah yang telah punah. Koleksi fosil tersebut bisa dilihat di Museum of Natural Sciences Pontifical Catholic University di Belo Horizonte, Brasil. Adakah sungai bawah tanah yang super jernih seperti ini di daerahmu?