Selat Vien’s, Kelezatan Khas Solo yang Kini Menyapa Jogja

Selat merupakan kuliner khas Solo yang pastinya wajib dicoba ketika Teman Traveler berkunjung ke Kota Batik. Salah satu yang cukup populer adalah Selat Vien’s.

Seiring kesuksesannya, kedai selat kenamaan itu belum lama ini hadir di Jogja. Tak perlu jauh-jauh bertandang ke Kota Solo, Teman Traveler sudah bisa mencicipi selat nikmat dengan harga bersahabat ini. Yuk, simak ulasan lengkapnya.

Favorit di Solo

Sepiring Selat Solo (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Selat bisa disebut sebagai paket komplet dalam satu piring. Hidangan merupakan perpaduan budaya Eropa dan Jawa ini menggabungkan konsep steak/bistik dengan salad. Komponenannya terdiri dari sayuran, daging, telur serta kuah nendang dan menyegarkan.

Awalnya Selat hanya bisa disantap di lingkungan kerajaan atau acara-acara tertentu. Selat Vien’s lantas hadir agar masyarakat bisa merasakan nikmatnya hidangan tersebut setiap waktu.

Bisnis keluarga ini sekarang dijalankan oleh Serra Rianda, yang meneruskan usaha orangtuanya sejak 2006. Popularitasnya terus meningkat dan kini mereka sudah melebarkan sayap dengan delapan cabang, termasuk salah satunya di Jogja.

Menyapa Penggemar Kuliner di Jogja

Cabang Selat Vien’s di Jogja (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Kini pelanggan setia Selat Vien’s di Jogja tak perlu jauh-jauh melancong ke Solo untuk menyantap hidangan favorit. Kalian bisa mampir ke gerai mereka di foodcourt Jogja Paradise, yang sudah diluncurkan sejak 9 Desember 2018 silam. Lokasinya tak jauh dari Jogja City Mall, tepatnya di Jalan Magelang Km.6, Sinduadi, Mlati, Sleman.  

Sediakan aneka menu khas Solo (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Berada di lantai 2, Selat Vien’s menempati ruangan cukup luas dengan kursi meja tertata rapi. Spanduk besar menutupi salah satu sisi dinding, berisi gambar aneka menu andalan Selat Vien’s.

Pemesanan di outlet menggunakan sistem self service. Teman Traveler tinggal hubungi kasir, bayar, lalu bawa sendiri pesanan ke meja makan. Tenang saja, pelayanannya cepat kok, tak kalah dengan gerai fast food. Soal jam buka, tempat ini mengikuti operasional Jogja Paradise, antara pukul 10.00 hingga 22.00.

Andalan Selat Vien’s

Tiga varian selat (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Selat sudah jelas jadi menu utama di sini. Varian utamanya ada tiga, yakni Selat Iga, Selat Daging Cacah, dan Selat Double Daging. Lantas apa sih perbedaan ketiganya?

Sesuai namanya, Selat Iga menggunakan daging sapi bagian iga. Sementara Selat Daging Cacah disajikan dengan daging sapi cincang bentuk bulat plus telur. Untuk Selat Double Daging, bulatan dagingnya lebih banyak. Nah, Teman Traveler masuk tim Selat apa nih?

Kombinasi Lezat Maksimal

Selat daging cacah jadi favorit (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Dari tiga varian selat, yang paling jadi favorit adalah Selat Daging Cacah. Teman Traveler dijamin puas karena kombinasi bahannya begitu lengkap, mulai dari sayuran, telur, hingga daging, Cita rasanya juga sangat pas, paduan apik antara wortel, buncis, kentang, selada, serta timun, dengan telur ayam utuh dan daging.

Semua bahan lantas disiram kuah kecokelatan dengan rasa gurih, asam, dan manis. Terasa begitu menyatu dalam mulut, membuat enggan berhenti mengunyah. Disantap bersama telur dan sayuran, kombinasi rasanya begitu kaya serta memanjakan lidah. Pastikan mampir ke tempat makan di Jogja satu ini.

Menu Lain Tak Kalah Nikmat

Tersedia aneka macam sup (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Meski Selat jadi menu andalan, Teman Traveler juga bisa mencicipi beberapa menu lain yang tak kalah nikmat di sini. Kalian boleh coba lezatnya Sup Matahari, Sup Manten, Stup Makaroni, Sup Galantin, Bubur Ayam, Gado-Gado, atau Nasi Soto.

Bagi Teman Traveler yang ingin menyantap masakan kuah bening nan menyegarkan, Sup Matahari, Manten, atau Galantin bisa jadi pilihan memanjakan lidah. Sementara jika tertarik merasakan sensasi gurih dengan sentuhan khas Belanda, Stup Makaroni jangan sampai dilewatkan.  

Sup Matahari (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Selain selat, menu lain yang paling banyak dipesan adalah Sup Matahari. Namanya terdengar unik ya? Saat disajikan, tampilannya terlihat biasa saja lantaran beberapa komponen berbaur jadi satu. Namun jika diperhatikan, masakan satu ini hadir dalam bentuk menarik.

Daging ayam cincang berbentuk bulat dibungkus sedemikian rupa menggunakan telur dadar, hingga akhirnya berbentuk menyerupai matahari. Komponen tambahan lainnya meliputi potongan wortel, jamur, jagung, dan kentang goreng. Semua bahan tersebut lantas disiram sup gurih dan asin. Terasa hangat serta menyegarkan begitu menyentuh kerongkongan.

Harga Merakyat

Makan enak dengan harga murah (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Selain lezat, Selat Vien’s juga selalu ramai pengunjung lantaran harganya ramah di kantong. Cukup bermodal Rp7.000 saja, Teman Traveler sudah bisa mencicip bubur ayam. Menu pas untuk sarapan.

Nasi Timlo dan Soto dijual seharga Rp9.000. Menu-menu seperti Sup Matahari, Sup Galantin, Sup Manten, dan Stup Makaroni dibanderol Rp10.000. Gado-gado dihargai Rp11.000, sementara aneka Selat bisa ditebus dengan bermodal Rp12.000 hingga Rp17.500. Lumayan murah meriah, dompet dipastikan aman, perut kenyang.

Selat Vien’s cabang Jogja buka mulai pagi hingga malam. Bisa jadi andalan untuk sarapan maupun makan malam. Yuk, Teman Traveler, segera agendakan mencicipi sajian di sini bersama teman maupun keluarga. Terlebih buat kalian yang sedang rindu kuliner Solo.

Tags
kontributor kuliner Solo Solo Travelingyuk
Share