Sego Godog Saerah, Resep Warisan Leluhur yang Manjakan Lidah

Hawa malam Jogja yang makin dingin akhir-akhir ini membuat saya makin semangat mencari santapan hangat. Pilihan saya akhirnya jatuh pada Warung Sego Godog Saerah. Meski sederhana, kedai di Jalan Imogiri Barat KM 8 ini gaungnya sudah mencapai pelosok kota. Parkirannya pun selalu tampak penuh.

Tampilan dan Aroma Menggugah Jiwa

Menu nasi goreng sego godog (c) Siti Hanifah/Travelingyuk

Setelah menunggu lumayan lama, pesanan nasi goreng saya akhirnya sampai di atas meja. Asapnya yang masih mengebul seolah langsung menyegarkan mata. Nasinya tampak munthuk (banyak dan tinggi). Dalam hitungan menit, langsung ludes tanpa sisa.

Area depan Warung Sego Godhog Saerah (c) Siti Hanifah/Travelingyuk

Rasanya sangat lezat dan bumbunya terasa khas, dihasilkan dari paduan rempah unik. Tambahan topping irisan daging dan hati ayam melimpah bikin makan jadi makin berselera. Komponen lain yang disertakan adalah irisan timun dan kobis. Buat pecinta makanan pedas, bisa request jumlah cabe sendiri.

Antre Dua Jam

Area lesehan (c) Siti Hanifah/Travelingyuk

Lantaran enak dan rasanya konsisten, pelanggan Warung Sego Godhog Saerah selalu kembali lagi. Mereka rela meski harus antre sampai dua jam untuk mendapat pesanan. Jadi buat Teman Traveler yang sudah sangat lapar, sebaiknya bawa camilan kecil untuk sekendar mengganjal perut.

Enak dan ekonomis jadi dua faktor yang membuat banyak warga sekitar mengidolakan kuliner ini. Bahkan mereka yang sedang menggelar hajatan atau sekedar ingin menraktir teman kerap memesan makanan di sini. Tapi Teman Traveler jangan khawatir ya, pelanggan yang makan di tempat selalu didahulukan kok.

Banyak Varian Menu

Spanduk berisi menu (c) Siti Hanifah/Travelingyuk

Tak perlu khawatir jika bosan dengan menu nasi. Selain nasi goreng, nasi godog, dan Magelangan, Teman Traveler juga bisa pesan mie goreng, godog maupun nyemek. Menu lain seperti rica-rica dan sup, serta pelengkap macam krupuk serta rambak juga selalu tersedia di meja.

Sego Godog Saerah sediakan tiga alternatif porsi, biasa dengan harga Rp5.000, Spesial Rp8.000, dan Jumbo Rp10.000.

Punya Lima Cabang

Proses memasak (c) Siti Hanifah/Travelingyuk

Siapa sangka, hanya bermodalkan warung berdinding bambu seluas dua kali lima meter, Warung Sego Godog Saerah kini sudah punya lima cabang. Semuanya menggunakan resep warisan keluarga dan dikeola langsung oleh keturunan Mbah Saerah.

Tempat saya makan ini merupakan cabang utama. Sayangnya, dalam beberapa saat mendatang statusnya bakal non aktif. Mbah Saerah sudah tak lagi muda dan tak cekatan seperti dulu. Inilah yang membuat konsumen harus rela menunggu lama. Oleh karena itu, beliau kabarnya ingin beristirahat sejenak.

Namun jangan risau Teman Traveler, kalian bisa mampir ke lima cabang lain yang lokasinya tak begitu jauh dari sini. Tiga ada di Desa Sudimoro, satu di Desa Gandok, dan satu lagi di Kampung Sorogenen.

Itulah pengalaman saya makan di Warung Sego Godog Bu Saerah. Jika Teman Traveler sedang liburan di Jogja, jangan lupa mampir ke sini ya.

Tags
Jogja Jogjakarta kontributor kuliner Jogja kuliner jogjakarta Travelingyuk
Share