Satu Suro Gunung Kawi, Meriah dan Megah

Setiap wilayah punya cara berbeda dalam memperingati datangnya bulan Suro. Masyarakat Wonosari di Gunung Kawi rutin menggelar ritual Satu Suro Gunung Kawi setiap tahunnya. Perhelatan ini selalu tampak meriah dan megah, dengan sejumlah kegiatan seperti tumpengan, arak-arakan hingga pembakaran sangkala. Yuk, simak ulasan singkatnya.

Menyambut Muharram

img_3058_GRj.JPG
Warga melakukan arak-arakan (c) Bayu/Travelingyuk

Karnaval dan arak-arakan Sangkala, perwujudan sifat angkara murka dan mara bahaya, mengawali gelaran ritual Satu Suro Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kabupaten Malang. Tradisi ini sejatinya dihelat sebagai perayaan menyambut awal bulan Muharram atau biasa disebut satu Suro.

img_3057_DwG.JPG
Warga mengarak sesaji (c) Bayu/Travelingyuk

Warga Desa sekitar bakal mengawali tradisi ini dengan menggelar karnaval, hingga kemudian sampai di puncak acara berupa pembakaran Sangkala di amfiteater Gunung Kawi, berada tepat sebelum lokasi makam Eyang Djoego.   

Beragam bentuk Sangkala dibawa oleh masing-masing RW peserta karnaval. Ada yang berwujud buto, naga, kerbau, macan, dan masih banyak lagi. Rata-rata tingginya mencapai tiga meter. Terlihat sangat megah dari kejauhan.

Ritual Tolak Bala

img_3060_sa8.JPG
Anak-anak lakukan tarian bersama warga (c) Bayu/Travelingyuk

Setelah berjalan sekitar satu kilometer, peserta kemudian berkumpul di amfiteater untuk menampilkan tarian di depan ribuan warga yang sudah berkumpul. Memasuki acara puncak, yakni pembakaran Sangkala, sejumlah tarian lain turut dibawakan. Salah satunya adalah tari Sangkala.

img_3243_wmm.JPG
Pertunjukan tari di amfiteater (c) Bayu/Travelingyuk

Suasananya sangat meriah. Penonton tak hanya datang dari warga sekitar, namun banyak juga yang menyempatkan datang jauh-jauh dari luar kota demi menyaksikan megahnya gelaran setahun sekali ini.

img_3273_qhv.JPG
Warga melakukan tarian Sangkala (c) Bayu/Travelingyuk

Proseso pembakaran Sangkala sendiri bertujuan untuk membuang hal-hal negatif dari masyarakat Gunung Kawi, sekaligus menjadi permohonan agar selalu mendapat perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Prosesi Memanah

img_3288_6ZP.JPG
Kepala desa memanah Sangkala (c) Bayu/Travelingyuk

Setelah warga melakukan beberapa tarian dan membawa Sangkala keliling di lokasi pembakaran, Kepala Desa akan mengambil posisi untuk memanah simbol angkara murka tersebut. Sangkala yang terbakar habis dianggap sebagai simbol menghilangnya sifat negatif dan mara bahaya dari warga sekitar dan tempat tinggal mereka.

Terbakarnya Sangkala bakal disusul sorakan warga, sekaligus menjadi penanda berakhirnya ritual budaya meriah ini. Satu-persatu penonton bakal terlihat meninggalkan arena, meski dan tak jarang ada yang masih menghabiskan waktunya di sekitaran Gunung Kawi.

img_3289_pbN.JPG
Sangkala mulai terbakar (c) Bayu/Travelingyuk

Tradisi ini selalu ramai tiap tahunnya. Gelarannya kerap menarik perhatian wisatawan dan menambah semangat warga untuk memeriahkannya. Tak sedikit penduduk lokal yang tawarkan beragam produk hasil olahan khas Wonosari. Selain sebagai wujud syukur, hal ini sekaligus jadi sarana untuk meningkatkan perekonomian mereka.

Itulah sedikit gambaran mengenai meriahnya tradisi Satu Suro Gunung Kawi. Jika Teman Traveler berniat mengunjungi wisata Malang tahun depan, jangan lupa sempatkan untuk mampir ke sini ya. Bisa liburan sambil menambah pengetahuan tentang warisan budaya. Setuju, kan?

Tags
kontributor Malang satu suro gunung kawi Travelingyuk wisata malang
Share