Cicip Sate Lalat Bondowoso, Jijik atau Bikin Ketagihan?

Anggi Paramita

Anggi Paramita

On Indonesia
Sate Lalat Bondowoso Sate Lalat Bondowoso

Menjelajah Bondowoso memang takkan ada habisnya, apalagi jika sudah bicara soal wisata kulinernya. Salah satu sajian yang sempat beberapa kali saya coba dan memiliki nama cukup unik adalah Sate Lalat Bondowoso. Lumayan aneh ya kendengarannya Teman Traveler?

Teman Traveler takkan menemukan penjual sate ini di sekitar pusat kota. Saya sendiri pertama mencobanya ketika sedang mengunjungi Pantai Pasir Putih. Penasaran seperti apa rasanya? Yuk, simak ulasan saya berikut ini.

Ada yang Menyebutnya Sate Laler  

Sate Lalat, (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Sate Lalat dalam Bahasa Jawa maupun Madura disebut Sate Laler. Eits, tapi jangan berpikir aneh-aneh dulu ya Teman Traveler. Hidangan satu ini tidak dibuat dari lalat beneran kok. Sama seperti sate pada umumnya, bahan utama yang digunakan adalah daging ayam atau kambing.

Namun begitu potongan dagingnya sangat kecil dan ditusuk menggunakan lidi. Maka tak heran jika sate ini lantas disebut Sate Lalat, lantaran ukurannya kecil-kecil. Lidi dipilih alih-alih tusuk sate biasa karena dikhawatirkan dagingnya akan hancur.

Bumbu Kacang Sebagai Pelengkap

Makin lengkap dengan bumbu kacang (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Tak jauh beda dengan Sate Madura, Sate Lalat menggunakan bumbu kacang tanah yang sudah dihaluskan sebagai pelengkap. Biasanya juga dicampur dengan kecap manis.

Hidangan ini akan terasa lebih nikmat jika disantap bersama lontong, namun dimakan sebagai camilan pun juga enak kok. Oh ya, karena porsi dan ukurannya kecil, Teman Traveler mungkin takkan kenyang jika hanya melahap sepiring saja.  

Dipanggang dengan Cepat

Sate dan lontong (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Lantaran sate berukuran sangat kecil, proses pemanggangan hingga matang tidak butuh waktu terlalu lama. Pedagang tempat saya membeli juga menggunakan kipas angin bambu untuk mempercepat proses ini. Hasilnya, sate matang sempurna dan tidak hangus.

Paling Pas disantap Sore

Sate sedang dipanggang (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Paling pas menikmati Sate Lalat Bondowoso saat sore atau malam hari Teman Traveler. Selain itu para penjualnya sendiri memang baru buka menjelang mentari terbenam hehe.

Hidangan ini banyak penggemarnya lho (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Harga seporsinya sangat terjangkau, hanya Rp6.000 dengan isi 10 sate dan potongan kecil lontong. Tak heran jika peminatnya cukup banyak. Selain jadi lauk, pas juga untuk cemilan ringan di malam hari.

Itulah sedikit pengalaman saya mencicipi Sate Lalat Bondowoso. Bagaimana Teman Traveler, tertarik mampir saat liburan ke Kota Tape? Cobain deh, dijamin kalian tak bakal menyesal.