Saribu Rumah Gadang, Langkah Apik Lestarikan Bangunan Tradisional

Kawasan Saribu Rumah Gadang berada di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Jaraknya dari Padang sekitar 125 kilometer, dengan estimasi perjalanan sekitar empat jam. Destinasi bernuansa tradisional ini merupakan upaya pemerintah setempat untuk melestarikan rumah gadang di Solok Selatan.

Total ada 130 cagar budaya yang juga terdiri dari masjid, surau, makam, dan balai adat. Seperti apa keseruan di Saribu Rumah Gadang? Yuk, simak ulasannya.

Julukan dari Putri Proklamator

Banyak rumah tradisional indah di sini (c) Fondina Gusriza/Travelingyuk

Nama Saribu Rumah Gadang disematkan oleh Meutia Farida Hatta Swasono, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sekitar 2008, putri sang Proklamator menyatakan kekagumannya pada kawasan ini. Sejak saat itu, julukan Saribu Rumah Gadang terus melekat di antara warga dan wisatawan.

Kawasan Konservasi Pemerintah

Gerbang masuk (c) Fondina Gusriza/Travelingyuk

Berawal dari keprihatinan pemerintah dan beberapa pihak terkait kelestarian dan keberadaan rumah gadang, muncul inisiatif untuk melakukan konservasi. Diharapkan upaya ini bakal memunculkan atraksai wisata anyar yang berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Berangkat dari cita-cita tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan lantas menetapkan Kawasan Saribu Rumah Gadang sebagai prioritas pengembangan pariwisata.

Kawasan Homestay

Banyak kawasan homestay (c) Fondina Gusriza/Travelingyuk

Kawasan ini mulai dikembangkan jadi destinasi wisata pada 2014 dan langsung jadi ikon Solok Selatan. Inilah yang membuat Nagari (wilayah administratif setingkat RW) satu ini dikenal dengan julukan ‘seribu rumah gadang’.

Rumah tradisional (c) Fondina Gusriza/Travelingyuk

Setelah dicanangkan sebagai destinasi prioritas, pemerintah juga mengembangkan sarana akomodasi di sini. Sejumlah homestay didirikan dengan konsep Minangkabau tempo dulu. Pengembangan ini dilakukan pada 2016 dengan bantuan Asosiasi Sales Travel Indonesia (ASATI) Sumatera Barat.

Hingga kini ini tercatat ada 10 rumah gadang yang dijadikan homestay. Jika berminat, Teman Traveler bisa habiskan malam dengan suasana ala Minang di sini.

Atmosfer Tempo Dulu

Semakin cantik dilihat dari ketinggian (c) Fondina Gusriza/Travelingyuk

Selain sensasi menginap di rumah gadang, Teman Traveler juga bisa nikmati beberapa destinasi lain seperti Rumah Gadang Gadjah Maram yang kerap jadi spot foto favorit. Selain itu ada pula Surau Menara, salah satu surau tertua di sini.

Rasakan pula asyiknya berkeliling kawasan sekitar sembari nikmati deretan cantik rumah gadang di sepanjang jalan. Kalian bakal betah dimanja nuansa perkampungan ala Minang tempo dulu di sini.

Itulah sekilas ulasan mengenai uniknya kawasan Saribu Rumah Gadang. Bagaimana Teman Traveler? Jangan lupa mampir ke sini saat jalan-jalan ke Sumatra Barat ya.

Tags
kontributor saribu rumah gadang Solok Selatan Travelingyuk wisata solok selatan
Share